Cengek Muda

‘Boss’ saya pulang dari toko bawa oleh-oleh tahu isi dan tempe goreng. Sampai rumah langsung dilahap dengan cengek ceplas-ceplus. Terlihat nikmat sekali.

“Pedas kah, tidak?”, tanyaku.
“Tidak lah, masih muda ini…”, jawabnya.
“Ya, yang masih muda memang lebih nikmat daripada yang sudah tua”, kataku.
“Hmmm, karepe (maunya)…”, katanya sambil mencibir.
Lha iya, karepku (mauku) ya besok-besok kalau beli cengek yang muda-muda saja, nggak sepedas yang tua-tua…!”

Yogyakarta, 5 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: