Gong Yang Hilang

Seorang ibu di Selandia Baru gelisah, punya ‘warisan’ sebuah gong di Belanda. Belakangan ia baru ngeh, jangan-jangan itu gong milik Kraton Jogja yang hilang sejak seabad yll, yang sekarang tinggal dua dari seharusnya tiga. Ia ingin mengembalikan ‘warisan’ yang bukan haknya itu.

Maka kemarin saya ke Kraton ngantar surat dari ibu itu yang ditujukan kepada Ngarso Dalem HBX. Berharap ada respon positif, khawatir kalau ibu itu berubah pikiran, lalu: “Yo wis, tak jual aja…”.

Yogyakarta, 1 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: