Archive for Juni 7th, 2010

Nasi Goreng Gurami Petai

7 Juni 2010

Nasi goreng ini harus menjadi istimewa. Itu ide yang terbersit saat pagi ini ibunya anak-anak bikin nasi goreng ‘biasa’, buat sarapan. Masih ada gurami bakar sisa kemarin, ada petai di kulkasku + vitamin U (ulat) di dalamnya. Improvisasi harus dilakukan! Dan, jadilah… ‘Nasi goreng gurami petai’. Hwaaa…..hoenak tenaaaan….

Yogyakarta, 31 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Tukang Parkir Itu Orang Papua

7 Juni 2010

Dari wajahnya saya tahu tukang parkir itu orang Papua. Tapi kok bisa ngomong Jawa halus? Rupanya putra Kwamki Lama, Timika, itu sudah 8 tahun di Jogja. Satu dari sedikit orang Papua yang berhasil ‘mengembik di kandang kambing, mengaum di kandang harimau’.

Lulus S1 Tambang dan sedang mengmbil S2 Agrobisnis. Kupamiti dia: “Ko betul. Biar ko pu teman-teman konflik di Timika, tapi ko belajar dan tahu susahnya cari uang”.

(Apresiasi untuk saudaraku, Jackson Tabuni).

Yogyakarta, 31 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Lesehan Sego Wiwit

7 Juni 2010

Makan Lesehan ‘Sego Wiwit’, pinggir Selokan Mataram, Ring Road Barat, Jogja. Sesuai namanya, menu unggulannya sego (nasi) ‘wiwit’. Idenya adalah menyajikan makanan yang biasa disajikan ketika para petani memulai (wiwit) musim tanam padi. Tapi komposisi menunya sudah di-modif, menjadi: nasi, ayam kampung, ikan asin, bumbu kacang, trancam (sejenis urap) dan sambal. Sederhana tapi nuikmaaat polll…., dimakan di saung pinggir kolam.

(Seorang teman berkomentar bahwa ‘wiwit’ juga untuk menyebut pesta mulai panen)

Yogyakarta, 30 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Mengaji Kitab Yang Lain

7 Juni 2010

Agenda rutin mengaji Minggu pagi ini libur karena pak Kyai sedang umroh. Sebagai gantinya saya “mengaji” sendiri kitab yang lain, yaitu ‘al-nyuci mobil’. Ini sebenarnya agenda rutin juga, rutin setiap 2 bulan, selebihnya mengongkosi orang lain.

Eee.., lha kok malah sama ‘boss’ saya dibilang: “Tumben, wudelnya bolong….”.
Ya kujawab: “Murah kok. Cuma Rp 20 ribu ++” (Plus kopi plussss… sarapan enak, maksudnya…).

Yogyakarta, 30 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Vitamin U

7 Juni 2010

Ketika kutahu ‘boss’ saya mau belanja sayur, kuberi dia pesan: “Kalau beli sayur, pilihlah yang daunnya berlubang-lubang…”.
“Nanti ada ulatnya”, sanggahnya.
Nggak apa-apa, karena itu tanda bahwa kandungan residu obat kimianya rendah”. Agar lebih meyakinkan, kutegaskan: “Ulat juga ‘kan vitamin…”.
Lalu katanya sambil lalu: “Vitamin oppoo…?”.
Jawabku cepat sambil lalu juga: “Vitamin U…!”.

Yogyakarta, 29 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Menikmati Malam Purnama

7 Juni 2010

Malam ini, malam purnama
bumi masih basah sisa hujan
langit berawan tebal
siluet bulan bundar benar

Mengajak ibunya anak-anak duduk di ‘buk’ depan rumah
membangkitkan romantisme masa muda
bernostalgia cinta
mengenang saat-saat indah
membincang bangunan kemesraan

Eee, lha jebul ibunya anak-anak malah ngajak itung-itungan jualan tadi siang. Ampyuuun, ampyun… Dasar bakul! Suguhan kupy panas pun langsung tak tenggak saja…

Yogyakarta, 28 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Tetanggaku Pergi Umroh

7 Juni 2010

Tetangga sebelahku pergi umroh ke tanah suci. Tetangga yang lain pada nitip didoakan ini-itu macam-macam. Aku cuma mengingatkan: “Tolong jangan lupa berdoa agar kita diberi jalan keluar…, benar-benar jalan keluar bagi mobil kita agar tidak terganggu bangunan di pojok kampung itu…”

(Seperti pernah kuceritakan tentang pemilik tanah di pojok kampungku yang akan membangun rumah dan keukeuh tidak perduli kalau bangunan itu bisa mengganggu jalan mobil tetangganya)

Yogyakarta, 28 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Tetanggaku Aqiqah

7 Juni 2010

Tidak ada tetangga yang melahirkan, tapi semalam ada undangan aqiqah. Rupanya aqiqah bagi tuan rumah yang usianya sudah lebih 60 tahun! Menurut tradisinya, aqiqah dilakukan bagi seseorang setelah 40 hari meninggalnya. Surprise.., baru tahu aku!

Sekarang si empunya hajat menyadari bahwa tradisi itu salah. Maka buru-buru diubahnya dan lalu meng-aqiqah-kan diri, mumpung masih hidup. Inilah jenis “aji mumpung” yang bobot ibadahnya tinggi…

Yogyakarta, 28 Mei 2010
Yusuf Iskandar