Antara Malu Dan Tidak Tahu Malu

Ketika berdoa agar “dimudahkan dan jangan Engkau sulitkan”, lalu kemudian hasilnya benar-benar “dimudahkan”, terkadang malu aku betapa seringnya aku memohon sementara hak Sang Termohon banyak yang belum mampu kupenuhi dengan baik.

Tapi sambil leyeh-leyeh wal-ngupy di Terminal 3 Cengkareng, kutemukan sebuah wangsit : “Yen tak pikir-pikir…, sesungguhnya ‘malu’ itu lebih baik ketimbang ‘tidak tahu malu’ minta terus tapi kewajiban tidak dipenuhi…”.

Jakarta, 25 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , , ,

2 Tanggapan to “Antara Malu Dan Tidak Tahu Malu”

  1. kolomkiri Says:

    stuju…sangat setuja….teruslah berkarya, menulislah sampai mati…salam kenal…http://kolomkiri.worspress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: