Separator Jalan

Di penggal Jl Solo/Adisutjipto Jogja, setiap pagi ada puluhan Polantas bertugas menjadi pagar separator jalan, memisahkan lajur mobil dan sepeda motor. Kepada sopir taksi kubilang: “Kenapa tidak dipasang corongan oranye saja ya?”. Jawab sopir taksi rada sinis: “Biar polisinya ada kerjaan pak”. Saya sendiri tidak perduli dengan sinisnya sopir taksi, hanya…: “Jangan-jangan harga corongan oranye (traffic cones) lebih mahal dibanding gaji puluhan polisi itu…”

Yogyakarta, 19 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: