Penjual Nasi Keliling

Sang istri, dari buruh nyuci banting setir jual nasi keliling. Sang suami, dari tukang becak dan tukang parkir banting setir membantu istrinya. Penghasilan meningkat, walau masih sedikit tapi lebih nikmat. Mereka paham, ada peluang untuk menghasilkan lebih banyak. Mereka sadar, jual aneka menu nasi keliling dengan gerobak adalah sebuah terobosan bisnis. Yang mereka belum paham adalah apakah selamanya akan begitu dan apa perlunya pindah kuadran dari S ke B…

(Istilah pindah kuadran merujuk pada rumusan Robert Kiyosaki, tentang kuadran S – Self-Employee dan B – Business Owner.

Suami-istri itu adalah tetanggaku di sekitar toko “Bintaran Mart”. Sang suami biasa disapa Mas Totok sedang sang istri biasa dipanggil Mbak Giek)

Yogyakarta, 6 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , , ,

2 Tanggapan to “Penjual Nasi Keliling”

  1. Haris Istanto Says:

    Posting yang menarik, salam kompak dan semoga sukses.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru kami berjudul : “Sepeda motor hybrid, kenapa tidak?”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan mohon diberi komentar.
    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: