Archive for Mei, 2010

Dongeng Gempa Jogja 2006

29 Mei 2010

Mengenang Gempa Jogja, 27 Mei 2006 — Sekedar ingin berbagi tentang pengalaman ‘dramatis’ ketika terjadi gempa di Jogja empat tahun yll. Semoga banyak hikmah dapat dipetik.

—> Dongeng Gempa Jogja 2006

Yogyakarta, 27 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Rumah Teletubbies

29 Mei 2010

Rumah Teletubbies alias Rumah Dome di dusun Sengir, desa Sumberharjo, Sleman, DIY. Salah satu “monumen kenangan” gempa Jogja, 27 Mei 2006. Penghuninya adalah para korban gempa dari kawasan sekitar yang rumahnya tidak layak huni. Di antaranya berasal dari dusun Nglepen dimana tanahnya amblas dan bergeser sampai 20 meter. Rumah Teletubbies itu kini jadi obyek wisata lokal (lokasinya sekitar 3 km timur Madurejo, Sleman)

Yogyakarta, 27 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Setup Jambu

29 Mei 2010

Setup Jambu — Entah dapat wangsit darimana pagi ini ibunya anak-anak bikin setup (bukan set up) jambu. Ini jenis minuman ndeso wal-kuno bin improvisasi (karena stok jambu telanjur terlalu masak). Jambu batu (kluthuk) yang masak dikupas, dipotong-potong, direbus dengan air secukupnya, sedikit gula pasir + cengkeh. Enaknya diminum hangat, dingin pun siapa takut? Pengganti jus jambu. Taste-nya… wuih! Sensasi aroma cengkehnya… lebih wuuih lage!

Yogyakarta, 27 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Sebelum Tahajud

29 Mei 2010

Sebelum tahajud, kubaca QS.3 : 191-200. Sampai awal ayat 196, berkali-kali aku salah membaca lafal “Laa yaghurronnaka…”. Biasanya ketika salah baca, cukup kuulangi sekali-dua. Tapi ini berulang belasan kali. Hingga aku terdiam, ada apa dengan pikiranku, mataku dan lidahku? Kubuka tafsir, arti kalimat itu “jangan kamu teperdaya…” (lanjutannya, lihat sendiri!). Sebuah pengingatan atau teguran? Atau anjuran agar ngupy dulu karena rada ngantuk..

Yogyakarta, 27 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Vitamin B Dan C

29 Mei 2010

‘Boss’ saya dipesan anak lanang beli vitamin, lalu disuruhnya aku. Sialnya beliau lupa vitamin B atau C.

“Apa bedanya?”, tanyanya.
“Yang satu dosnya kuning muda, yang lain kuning tua”, jawabku.
“Kandungannya?”.
“Yang satu mengndung vitamin B, yang lain vitamin C”, jawabku lagi.
“Fungsinya?”.
“Yang satu untuk sakit Beri-beri, yang lain untuk Cariawan..!”, jawabku mulai rada kesal (Wong cuma beda huruf B dan C saja, salah juga nggak ngaruh, bahkan D, E, F atau G sekalipun).

Yogyakarta, 26 Mei 2010
Yusuf Iskandar

“Udan Ketek Wewe Ngombe”

29 Mei 2010

Siang di Jakarta, hari hujan tapi matahari terang cahayanya… Pada masa kecil dulu teman-teman main di kampungku suka menyebut dengan ungkapan dolanan “udan ketek, wewe ngombe…”. Artinya? Opo yo…? Hujan (bagi) monyet, tapi (hantu) wewe gombel yang meminum airnya… Maksudnya? Yo embuh...! (Mau tanya simbah, sudah telanjur meninggal dunia…).

Jakarta, 25 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Antara Malu Dan Tidak Tahu Malu

29 Mei 2010

Ketika berdoa agar “dimudahkan dan jangan Engkau sulitkan”, lalu kemudian hasilnya benar-benar “dimudahkan”, terkadang malu aku betapa seringnya aku memohon sementara hak Sang Termohon banyak yang belum mampu kupenuhi dengan baik.

Tapi sambil leyeh-leyeh wal-ngupy di Terminal 3 Cengkareng, kutemukan sebuah wangsit : “Yen tak pikir-pikir…, sesungguhnya ‘malu’ itu lebih baik ketimbang ‘tidak tahu malu’ minta terus tapi kewajiban tidak dipenuhi…”.

Jakarta, 25 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Daun Binahong

29 Mei 2010

Jariku terkena minyak panas, kuberi remasan daun binahong, tidak jadi melepuh. Seorang teman jidatnya disengat tawon endhas (bahasa Indonesia: lebah kepala?), kusarankan ditempeli remasan daun binahong, tidak bengkak, tidak sakit, esoknya sembuh. Turun dari mendaki gunung kakiku lecet, melepuh, luka, kutempeli daun binahong, luka segera kering dan  sembuh — Ini daun luar biasa khasiatnya, mudah tumbuh dan indah merambat, bahkan di pot.

Yogyakarta, 25 Mei 2010
Yusuf Iskandar

***

Kegunaan lain (dari banyak) daun binahong, konon dimakan selembar/hari akan meningkatkan stamina dan gairah…, seperti misalnya gairah untuk nyuci mobil, ngangkat galon akua, betulin genteng, nggosok kamar mandi, dsb. Untuk alasan itulah sebenarnya saya menanam daun binahong (maklum di rumah tidak ada pembantu). Lebih berdimensi sosial (istilahnya orang-orang pinter di koran dan televisi), karena setidak-tidaknya manfaatnya tidak dirasakan sendiri…

Yogyakarta, 26 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Dunia Tak Selebar Buah Merah

29 Mei 2010

Wee…, lha anak lanang ini sekarang mulai ‘berani’ menyalahkan bapaknya:

“Bapak ini dulu kenapa keluar dari Freeport segala. Kalau tidak keluar kan saya mudah kalau mau mendaki Cartenz…”.
Jawabku: “Bapak keluar dari Freeport itu karena biar kau tahu kalau di luar Papua ada banyak gunung yang bisa didaki”. Anak lanang pun nyengenges…

(Terjemahan jawaban saya itu sebenarnya adalah agar dia tidak ‘terlambat tahu’ bahwa dunia ini tidak selebar buah merah).

Yogyakarta, 24 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Jangan Memilih Aku

29 Mei 2010

Heran…., akhir-akhir ini ibunya anak-anak suka sekali dengan lagunya Anang yang berjudul “Jangan Memilih Aku”, yang sering ditayangkan di televisi. Sambil rengeng-rengeng (bersenandung), sambil senyam-senyum sendiri melirikku. Senandungnya tak seberapa… (tak seberapa fales maksudnya), tapi senyam-senyumnya dan lirikannya itttuuuuuu.

Yogyakarta, 24 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Ketupat Sayur “Mandala” Di Buncit Raya

26 Mei 2010

Suatu malam di Jakarta lewat Jl. Buncit Raya, ketemu warung kaki lima ketupat sayur ‘Mandala’ di dekat pojok perempatan, entah di sebelah mananya apa, saya lupa. Karena terlihat ramai maka saya putuskan mampir. Ternyata…hoenak tenan! Irisan ketupat + sayur labu siam dan tahu, dengan pilihan asesori ayam/daging/telor/ampela + kerupuk. Sepiring Rp 10 ribu (tidak termasuk piringnya). Memuaskan! Sayangnya, parkir mobil agak sulit.

(Update ancar-ancar lokasi : Pojok utara-timur pertigaan traffic light Duren Tiga, depan bengkel kalau siang, utara Gedung Multindo dan Wahana Graha)

Yogyakarta, 23 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Makan Bubur Di Kondangan

26 Mei 2010

Tengah hari tepat jam 12:00 meninggalkan rumah menuju ke kondangan di Jogja, setelah tiba dari Jakarta 20 menit sebelumnya.

Sampai TKP, saat di area konsumsi, kutanya istriku: “Di rumah ada makan nggak?”.
Istriku balik tanya: “Memang kenapa?”.
“Ya kalau di rumah nggak ada makan aku mau makan banyak-banyak di sini…”, jawabku.

Maka, bubur (‘jenang’, kata orang Jogja) campursari (merah-putih-ketan hitam-monte) pun kuhabiskan dua mangkuk..

(Maksudnya, jenang ini sebagai makanan penutup. Sedang makanan pembuka sebelumnya adalah bakso, mie oriental dan lontong sate…)

Yogyakarta, 23 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Membuang Hajat

26 Mei 2010

Tengah malam tepat jam 00:00 kutinggalkan Jakarta menuju Jogja. Jam 5 subuh sudah sampai Majenang, perbatasan Jabar-Jateng. Tidak ngebut, cuma jalannya tidak seberapa pelan. Menandai batas awal fajar dengan sholat subuh. Tapi perut tiba-tiba mulas. Ya sudah, sekalian saja menandai batas ‘daerah kekuasaan’ dengan membuang hajat…(Padahal biasanya kalau punya hajat suka saya doakan, tapi kali ini ‘tak buang aja…)

Majenang (antara Jakarta – Jogja), 23 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Lagu Indonesia Raya

26 Mei 2010

Sebagai penganggur terselubung, jarang-jarang saya hadir di suatu acara informal yang dibuka dengan menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’ (itu terjadi tadi malam di hotel Kaisar Jakarta, Pelantikan PP IAUPN “Veteran” Yogya). “Makin Indonesia, makin cinta aja..”, menggetarkan hati!

Acara diakhiri dengan menyanyikan lagu-lagu yang lain (pop-dangdut-campursari). Juga, …”makin lain, makin cinta aja..”, menggetarkan yang lain, telinga maksudnya (mau ngobrol mesti teriak-teriak!)

Jakarta, 22 Mei 2010
Yusuf Iskandar

——-

Lirik lagu Indonesia Raya versi aslinya (barangkali ada yang lupa) :

Stanza 1:

Indonesia Tanah Airkoe Tanah Toempah Darahkoe
Disanalah Akoe Berdiri ’Djadi Pandoe Iboekoe
Indonesia Kebangsaankoe Bangsa Dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe Indonesia Bersatoe

Hidoeplah Tanahkoe Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra’jatkoe Sem’wanja
Bangoenlah Djiwanja Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja

Reff: Diulang 2 kali, red
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja

Stanza 2:

Indonesia Tanah Jang Moelia Tanah Kita Jang Kaja
Disanalah Akoe Berdiri Oentoek Slama-Lamanja
Indonesia Tanah Poesaka P’saka Kita Semoenja
Marilah Kita Mendo’a Indonesia Bahagia

Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja

Reff: Diulang 2 kali, red
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja

Stanza 3:

Indonesia Tanah Jang Seotji Tanah Kita Jang Sakti
Disanalah Akoe Berdiri ’Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji Indonesia Abadi

S’lamatlah Ra’jatnja S’lamatlah Poetranja
Poelaoenja Laoetnja Sem’wanja
Madjoelah Negrinja Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja

Reff: Diulang 2 kali
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja.

Obsesi Anak Lanang

26 Mei 2010

Akhir-akhir ini obsesi anak lanang (15,5 tahun) rada berat bagi ortu untuk dipenuhi. Tidak bosan-bosannya nyerocos saban hari: “Pokoknya harus ke Cartenz, Puncak Jaya. Kalau bapak nggak mau ya saya tetap ke sana…”. Wah, blaik! Terpaksa kujawab: “Lha bapak juga kepingin je….”.

Maka, INI SERIUS: kami sedang mencari dukungan teknis dari siapa saja yang kompeten untuk membantu kami memprsiapkan diri. Insya Allah doa tulus kami atas kuasa Sang Maha Pemilik Puncak Jaya…

Yogyakarta, 21 Mei 2010
Yusuf Iskandar

SMS Anak Lanang

26 Mei 2010

Sedang meeting dengan calon klien di Jakarta, tiba-tiba datang SMS dari anak lanang: “Pak, Trans7 pendakian lebih dari 5500 mdpl. Kayaknya Himalaya..”. Tanpa perlu berbalas SMS, saya langsung tahu kemana arah pembicaraan anak lanang ini.

Sebagai ortu yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung, lalu kusampaikan nasehat: “Berdoalah sejenak, agar suatu saat nanti Allah memberi kesempatan untuk ke sana, kepada kita (sama bapak juga lho, jangan hanya untuk kamu..). Amin!”

Yogyakarta, 21 Mei 2010
Yusuf Iskandar

SMS Titipan

24 Mei 2010

Seorang teman kirim pesan: Tolong kirim SMS ke no INI dan isinya INI, setiap hari selama 10 hari. Waduh, ada apa ini? Temanku ini bukan orang sembarangan, tapi isinya kok seperti sembarangan. Kutanya: “Opo to iki (apa ini)?”. Jawabnya: “Anakku ikut audisi INI, tolong dukungan SMS sampeyan, istri dan anak-anak”.

Ee alah.., maka kuniatkan plus doa: “Tuhan, kukembalikan titipan rejeki pulsa dari-Mu melalui anaknya temanku yang sedang ikut audisi. Semoga berkah”.

Yogyakarta, 20 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Sebuah Paket Yang Terlupakan

24 Mei 2010

Sedang beberes tumpukan buku, map, kertas dan segala macamnya, tiba-tiba menemukan sebuah paket yang masih utuh terbungkus rapat dan belum pernah dibuka. Ternyata isinya sebuah buku yang pernah saya beli via pos dan dikirim oleh penjualnya pada tanggal 5 Juli 2008. Hampir 2 tahun yll…! Boro-boro dibaca, isi paketnya juga lupa…

Lalu, saya temukan sebuah amplop berisi uang tunai Rp 4.000,- sisa pembagian Pokja bantuan gempa, bertanggal 15 Desember 2007. Lumayan buat nyoto…!

Yogyakarta, 20 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Separator Jalan

24 Mei 2010

Di penggal Jl Solo/Adisutjipto Jogja, setiap pagi ada puluhan Polantas bertugas menjadi pagar separator jalan, memisahkan lajur mobil dan sepeda motor. Kepada sopir taksi kubilang: “Kenapa tidak dipasang corongan oranye saja ya?”. Jawab sopir taksi rada sinis: “Biar polisinya ada kerjaan pak”. Saya sendiri tidak perduli dengan sinisnya sopir taksi, hanya…: “Jangan-jangan harga corongan oranye (traffic cones) lebih mahal dibanding gaji puluhan polisi itu…”

Yogyakarta, 19 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Masih Ada Kontrak Yang Akan Lewat

24 Mei 2010

Berangkat dari Jogja buru-terburu, malah nggak sempat dhuha. Tapi ketika menginjakkan kaki di Cengkareng, tiba-tiba ada sepenggal doa pendek turun dari langit Jakarta: “Ya Allah, please deh, mudahkanlah dan jangan Engkau sulitkan (Allohumma yasir wala tu’asyir)… urusanku hari ini”. Dan, kontrak proyek pun ditandatangani (ya ditandatangani aja…), sambil berharap masih ada kontrak yang akan lewat (semoga tidak lewat aja…)

Jakarta, 19 Mei 2010
Yusuf Iskandar