Tempe Dan Tahu Bacem

Yang paling saya sukai saat ibunya anak-anak nggak ada kesibukan adalah menjadi kreatif. Seperti kali ini, membuat tempe dan tahu bacem. Bayangkan… (bayangkan saja), pagi-pagi menyantap tempe dan tahu bacem lalu nyeplus cengek (cabe rawit) yang dipetik dari halaman rumah (yang ini hasil kreatifitas bapaknya anak-anak, tentu), ditemani secangkir kopi tradisional Shang Hai asli dari Cianjur. Wuahhh.., tak terlukiskan dengan kata-kata, kecuali kalimat di atas…

Yogyakarta, 21 April 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: