Stop Merokok Tanpa Syarat

MOU (bukan fatwa) dengan diri sendiri tentang stop merokok disepakati bahwa satu-satunya syarat adalah TANPA SYARAT. Jadi, libur merokok berjalan, kegiatan lain juga tetap berjalan sebagaimana mestinya. Nyruput kopi hitam, silaturrahmi di cafe dengan para perokok, tanpa kompensasi dan substitusi (dengan permen, gethuk), dlsb. Tidak mentang-mentang sedang stop merokok lalu irama hidup berubah, minta dimanja, diberi privilege, dsb. No way, live must go on as usual.

Yogyakarta, 27 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: