Archive for Maret 27th, 2010

Stop Merokok Tanpa Syarat

27 Maret 2010

MOU (bukan fatwa) dengan diri sendiri tentang stop merokok disepakati bahwa satu-satunya syarat adalah TANPA SYARAT. Jadi, libur merokok berjalan, kegiatan lain juga tetap berjalan sebagaimana mestinya. Nyruput kopi hitam, silaturrahmi di cafe dengan para perokok, tanpa kompensasi dan substitusi (dengan permen, gethuk), dlsb. Tidak mentang-mentang sedang stop merokok lalu irama hidup berubah, minta dimanja, diberi privilege, dsb. No way, live must go on as usual.

Yogyakarta, 27 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Lebih Baik Makan Rambutan

27 Maret 2010

Tugas ‘sopir-intendant’ itu kalau tidak nyopir, ya nunggu… Ketika nunggunya kelamaan, biasanya sih disambil ngudut. Tapi sekarang, pasca komitment libur merokok, jadi celingukan. Lalu teringat tadi ‘boss’ beli sekantung rambutan raphia (atau sephia? Ah, yang manapun, sama enaknya).

Ketika sampai rumah, ‘boss’ tanya kok rambutannya tinggal dikit? Kujawab jujur saja: “Daripada tadi nunggu lama sambil ngudut, lebih baik kumakan rambutannya…”

Yogyakarta, 27 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Imam Subuh (2)

27 Maret 2010

Masih tentang imam sholat subuh yang pernah saya ceritakan. Qunut dan doa usai sholatnya poanjang, diucapkannya cepat sekali seperti dikejar anjing, tapi suaranya nyaris tak terdengar. Jamaah hanya bisa ‘pasrah’ mengamini. Jangan-jangan Tuhan pun ‘bingung’: “Apa sih yang kalian minta itu?”. Mau diingatkan, takut imam muda itu ngambek tidak mau jadi imam lagi. Ah, mudah-mudahan Allah swt. ‘berkenan’ membaca statusku ini lalu menyampaikannya kepada sang imam.

Yogyakarta, 27 Maret 2010
Yusuf Iskandar