Hujan Sore-sore

Waktu hujan sore-sore, tanpa kilat menyambar, tanpa pohon kenari… Biasanya juga begitu, memang lagi musimnya, hujan jatuh membasahi bumi… Kalau sore ini terasa beda, itu karena saya ditemani secangkir kopi arabika ‘Amungme Gold’ dari pegunungan Nemangkawi, Papua. Nuansa sruputan pertamanya sore ini bagai Arjuna yang sedang kangen setengah modar dengan Dewi Arimbi nan lamo tak basuo. Wuih, harumnya + sedikit sensasi ‘theng‘-nya itu, lho…

Yogyakarta, 21 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Tag: , , , , ,

2 Tanggapan to “Hujan Sore-sore”

  1. winarti andayani Says:

    Seperti apa sih pak rasa kopinya,kok efeknya sampai bisa bikin angan2 melayang.

    • madurejo Says:

      Wah, pokoknya aromanya merangsang dan bagi penyuka kopi kental, terasa lebih nikmat… Aromanya bisa membuat orang yg tadinya tidak suka kopi, jadi suka…. Cuma sayang kopi itu belum diproduksi komersial, msh diedarkan di lingkup terbatas…

Tinggalkan Balasan ke madurejo Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: