Tetes Kopi Penghabisan

Akhirnya, sampailah pada tetes kopi penghabisan (dari 0,5 kg kopi Aroma). Sepertinya perlu ke Bandung lagi khusus untuk beli kopi, kecuali… (nah, ini bagian terpentingnya) ada yang berbaik hati membelikannya.

Tapi no worries, tidak sedramatis itu lah, di rumah saya masih punya kopi purwaceng (oppo iki..!), atau ngambil saja dari toko ‘boss’ saya (nah, ini bagian terindahnya, mempunyai ‘boss’ jualan kopi, nggak laku dijual ya diminum sendiri…)

Yogyakarta, 18 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: