Antara Sholat Dan Tidur

Adzan subuh bersahut-sahutan, ini orang-orang masih pada ngebluk di masjid. Woo.., lha wong cara adzan-nya keliru…

“Ash-sholatu khoirum-minan-naum” (sholat itu lebih baik daripada tidur). Mestinya teriak ash-sholatu-nya panjang, naum-nya pendek. Lha ini kebalik, ash-sholatu-nya pendek, naum-nya panjang.

Pantesan, wong seruan tidurnya lebih panjang (nauuuuuum) daripada sholatnya (ash-sholatu). Bukan salah yang tidur, hanya kebablasan…

Yogyakarta, 14 Maret 2010

Yusuf Iskandar

Tag: , , ,

2 Tanggapan to “Antara Sholat Dan Tidur”

  1. jupri Says:

    saya rasa itu hanya alasan orang yang malas bangun saja,kalau hanya panjang pendek suara adzan di permasalahkan.tapi bagi orang yang terbiasa begitu mendengar adzan subuh saya rasa langsung bangun dan segera menjalankan kewajibannya baik di lakukan secara jama’ah dan sendiri bagi yang sibuk akan beraktifitas seperti pedagang di pasar misalnya

    • madurejo Says:

      Anda 100% benar dan saya setuju…
      Cerita di atas hanyalah sebuah dongeng yg tidak harus dimaknai spt apa yang tesurat, melainkan ada sisi lain yang menggelitik. Silakan mengeksplor lebih jauh cerita, dongeng, ungkapan, atau sekedar celetukan yang ada di Blog ini, nanti Anda akan tahu bagaimana saya memandang suatu masalah atau kejadian. Terima kasih & slm.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: