Archive for Maret 7th, 2010

Bertilpun Di Tepi Jalan

7 Maret 2010

Lagi enak-enak bersepeda pagi di kawasan Kotagede yang jalannya sempit, tiba-tiba HP berdering. Langsung mencari lokasi aman untuk menjawab tilpun. Mau dijawab di tepi jalan sambil nangkring di atas sepeda pasti berisik dengan lalulintas yang mulai ramai.

Suara seorang wanita di seberang sana: “Assalamualaikum, kok lama dijawabnya?”.
Kujawab: “Ssst, aku lagi cari pohon untuk berlindung”.
Lalu teriakan di seberang sana: “Waah.., kayak pembantu yang tilpun sembunyi2 takut sama majikannya..”

(Seorang rekan di Facebook complaint dengan penggunaan kata ‘pembantu’ dalam cerita di atas. Maka saya koreksi, kata ‘pembantu’ diganti dengan ‘pegawai/karyawan’…)

Yogyakarta, 5 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Jaran

7 Maret 2010

Melihat ada sepeda motor membelok dan nyaris ditabrak taksi, istriku menggerundel: “Gimana sih itu?”.
“Apanya?”, tanyaku memastikan.
“Sepeda motor itu lho”, jawab istriku.
Maka aku pun berusaha menenteramkan kegundahan istriku: “Oo, lha wong kae jaran… (Lha wong itu kuda…)”.
Istriku tambah penasaran: “Kok jaran?”.
“Lha iya, wong nggak bisa menoleh ke kiri ke kanan…”, kataku

Yogyakarta, 6 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Pengukuhan Prof. D. Haryanto

7 Maret 2010

Hari ini saya catat sebagai hari istimewa, menghadiri acara pengukuhan guru besar pertama Jurusan Teknik Pertambangan UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Ir. Dahono Haryanto, MSc, PhD. (akrab dipanggil Mas De). “Selamat Prof., kami bangga padamu…”

***

Hari ini di Jogja, saya bertemu kembali dengan dua dosen tua yang pernah menjadi pembimbing skripsiku, 22 tahun yll di Bandung, sungguh membersitkan rasa hormat yang tidak biasa. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya saya haturkan kepada dua orang sesepuh Jurusan Tambang ITB, Prof. Ambyo S. Mangunwijaya dan Prof. Partanto Prodjosumarto.

Meski saya ‘digembleng’ 8 bulan hingga lulus (jaman itu…hiks), itu adalah masa-masa ‘prihatin tapi indah’ yang menjadi bagian dari perjalanan hidup saya.

Yogyakarta, 6 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Mendoakan Istri

7 Maret 2010

Mau berangkat sholat Isya ke masjid, tidak biasanya istri saya sambil cengengesan berpesan : “Ojo lali, mendoakan istrinya…”. Nggak terima dikira tidak pernah mendoakan, sambil balas cengengesan pula, saya jawab: “Apalagi istri sendiri, sedang istri orang lain saja saya doakan…”.

(Tidak perlu buang-buang waktu untuk menganalisa, tentu saja semua teman/saudara/adik/kakak/ortu saya yang perempuan pastinya adalah istri orang lain, kecuali yang belum nikah…)

Yogyakarta, 5 Maret 2010
Yusuf Iskandar