Rayuan Pulau Kelapa

Sambil menunggu service Jazz, ada yang nawarin mencoba kursi yang bisa memiijat sendiri. Kalau urusan coba-mencoba gratis semacam ini harus ekstra waspada ‘terperangkap’ dalam bujukan sang sales yang memang sudah dilatih untuk menyanyikan lagu rayuan pulau kelapa.

Sebelum mencoba alat genit itu saya sudah mantapkan niat, walau mentari terbit dari utara saya tetap tidak akan beli. Maka ketika sales tanya: “Jadi diantar kapan pak”. Saya jawab: “Saya mau sholat istikharah dulu…”.

Yogyakarta, 24 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: