Archive for Maret 2nd, 2010

Maulid Nabi

2 Maret 2010

De facto malam ini saya sedang berada di acara Maulid Nabi Muhammad saw. Terima kasihku padamu wahai Muhammad kekasihku yang telah mewartakan jalan yang lurus menuju kemulyaanNya, dan itu tak tergantikan. Tapi maaf kekasihku, saya gagal menemukan auramu di mimbar malam ini, karena saya justru menemukan formula : boring + wasting time = killing time by fb-ing wonten wingking (di belakang). Punteun pisan, sepurone tenan, wahai kekasihku…

Yogyakarta, 28 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Iklan

Lepas Saja Bajumu

2 Maret 2010

Beberapa hari terakhir ini cuaca Jogja ngudubilah poanasnya. Menjalani waktu siang di dalam mobil yang AC-nya agak kurang sehat, istriku mengeluh: “Wah, hawanya poanas dan sumuk tenan yo…(sangat gerah)”.

Sambil tetap nyopir, pura-pura cuek, sedikit melirik, aku pun berkomentar: “Kalau kepingin tidak sumuk ya lepas saja bajumu…! Mumpung masih bisa, karena di neraka nanti nggak akan sempat…”.

Yogyakarta, 28 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

RSU Islam Kustati

2 Maret 2010

Minggu pagi-pagi meluncur dari Jogja ke Solo. Rupanya ada Rumah Sakit swasta khusus bedah tulang yang sudah cukup kesohor (kecuali saya yang baru tahu), RSU Islam Kustati. Banyak (embah) putri Solo sing mlakune koyo macan luwe…, yang jalannya seperti macan lapar (thunak-thunuk, maksudnya… kalau yang lemah gemulai hanya ada di kisah sentimentil dongeng klasik klangenan…)

(Alamat RSU Islam Kustati di Jl. Kapten Mulyadi No. 249,  Solo. Tlp. 0271-643013)

Solo, 28 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Telanjur Sayang

2 Maret 2010

Panggilan adzan subuh di masjid-masjid lain sudah berhenti, tapi masjid langganan saya kok masih gelap bin gulita, tiada tanda kehidupan. Kalau libur Cap Go Meh, mestinya ada pengumuman. Ketika lampu dinyalakan, woo… rupanya sebagian santri masih pada tekapar. Butuh waktu 25 menit kurang sedikit untuk membuktikan bahwa “sholat itu memang lebih baik daripada tidur…”. Sempat terpikir untuk pindah ke lain masjid, tapi aku telanjur sayang dengan masjid ini…

Yogyakarta, 28 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Nglangut…

2 Maret 2010

Malam Minggu, rembulan nyaris sempurna, langit kusam, Jogja terasa panas sekali hari ini, duduk berdua istri di halaman depan rumah, sunyi, sepi… Tiba-tiba istriku berkata datar : “Tidak terasa umur kita sudah hampir setengah abad”.

Terdiam agak lama, lalu kataku : “Sebagian besar jatah umur kita sudah kita lewati, tinggal kini menghimpun tabungan bekal menuju keabadian”. Ya, sekedar obrolan ringan tanpa ekspresi, tapi sepertinya nglangut…, menerawang sebuah perjalanan jauuuh

Yogyakarta, 27 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Berjumpa Sahabat Lama

2 Maret 2010

Akhirnya sore tadi bertemu dengan seorang sahabat lama, dulu teman blusukan, yang hampir 20 tahun nyaris kehilangan jejak dan kabarnya. Sahabat inilah yang seminggu yll saya bela-belain mencari ke desanya di daerah Batur, Dieng, bawa Jazz nanjak lewat sungai kering.

Tanpa alasan jelas sahabat saya itu rela melepas gelar sarjana Fisika ITB dan malah menekuni fotografi dan sempat menjadi petani kentang. Subhanallah! Kini hidup bahagia dengan 4 orang anaknya.

(Salam hormat saya untuk sahabatku Mas Aun Aunurochman beserta keluarga di Banjarnegara)

Yogyakarta, 27 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Kabar Duka Dari Sahabat

2 Maret 2010

Rencana pagi ini mau bezoek keponakan sakit di Solo terpaksa dijadwal ulang, karena dapat kabar istri sahabat saya meninggal dunia di Jogja karena kanker (barangkali ada yang kenal : almarhumah ibu ASTI SLAMET RIYANTO – TG’82). Perjalanan saya belokkan.

Satu bukti lagi bahwa apa yang kita rencanakan tidak selalu match dengan rencana Tuhan. Karena itu, berbaik-baik sama Tuhan itu enak dan perlu…

(Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk Mas Slamet Riyanto. Semoga arwah alm. mbak Rahmayanti Dewi Astuti diterima di sisi Allah swt.dengan sebaik-baiknya. Sedang keluarga yang ditinggalkan termasuk ketiga putra-putrinya selalu ada dalam kesabaran menerima musibah ini. Amin)

Yogyakarta, 27 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Menikah Lagi

2 Maret 2010

Ngobrol dengan istri tentang tetangga yang menikah lagi karena masing-masing ditinggal mati pasangannya. Eee..lha, nggak ada hujan, angin, apalagi suara tokek, tiba-tiba dia bilang : “Kalau aku mati pasti juga kamu kawin lagi…”. Aku menjawab serius : “Ya, tergantung kebutuhan (sepertnya sih lebih banyak butuhnya). Kalaupun kawin lagi, pertimbangannya harus untuk kebaikan ibadah”

(Ini cerita keprihatinan, melihat banyak orang berada di masa-masa ‘kritis wal-darurat’ seperti ini, lalu terpeleset…)

Yogyakarta, 26 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

I Luv You Full, Tuhan

2 Maret 2010

Menghadapi tetangga yang keukeuh dengan bangunannya yang bisa menghalangi jalan ke/dari rumahku, aku terus berdoa : “Tuhan berilah jalan keluar, benar-benar agar mobilku bisa keluar”.

Hari ini kusaksikan Tuhan ‘mulai bekerja’. Kewajibanku sekarang adalah memberi support Tuhan secara moril dan materiil. Maka kuyakinkan Dia: “Tuhan, aku memang tidak pandai memesraiMu, but believe me, I luv you full. Cintaku padamu full, enggak setengah-setengah…”

Yogyakarta, 26 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Terowongan

2 Maret 2010

Jalan keluar/masuk ke rumahku naga-naganya bakal terhalang bangunan yang pemiliknya keukeuh dengan hak miliknya. Melihat aku tenang-tenang saja, istriku menyanyi terusss, enggak sabar.

“Lakukanlah sesuatu”, katanya. Kujawab: “Aku pernah bikin terowongan bawah tanah lebih 200 meter ditembus dari dua arah dan hasilnya sempurna, 16 tahun aku kerja di tambang bawah tanah, maka terpaksanya akan kupersembahkan padamu sebuah terowongan menuju rumah kita”. Maka makin merdulah nyanyian istriku. Tapi aku suka.

Yogyakarta, 26 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Jazz-ku (Tidak Jadi) Opname

2 Maret 2010

Jazz-ku (tidak jadi) opname… Tapi buah dari pemerkosaan nanjak ke Dieng dua hari yll, menyebabkan ada alat (part) vital yang harus diganti. Sial, harganya cukup membuat dompet seperti ‘tak sobek-sobek’. Jadi takut berterus terang sama ‘boss’. Takut dinina-bobo dengan nyanyiannya. Huuuuu…, “Maaf ‘boss’, sopirmu siap mempertanggungjawabkan perbuatannya yang tak senonoh dua hari yll…”

Yogyakarta, 24 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Rayuan Pulau Kelapa

2 Maret 2010

Sambil menunggu service Jazz, ada yang nawarin mencoba kursi yang bisa memiijat sendiri. Kalau urusan coba-mencoba gratis semacam ini harus ekstra waspada ‘terperangkap’ dalam bujukan sang sales yang memang sudah dilatih untuk menyanyikan lagu rayuan pulau kelapa.

Sebelum mencoba alat genit itu saya sudah mantapkan niat, walau mentari terbit dari utara saya tetap tidak akan beli. Maka ketika sales tanya: “Jadi diantar kapan pak”. Saya jawab: “Saya mau sholat istikharah dulu…”.

Yogyakarta, 24 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Ilmu Preman

2 Maret 2010

Baru pagi ini, usai sepedaan, saya sempatkan ngguyang Jazz. Lha kok ndilalah ‘boss’ saya ikut-ikutan inspeksi. Sambil duduk dari kejauhan lalu komentar: “Kelihatannya itu ada goresan baru. Kemarin ngegores lagi ya…”. Aku menjawab dengan serius sambil njenggureng : “Mungkin…!”. Dalam hati aku ketawa berhasil menerapkan ilmu preman pengecut, sudah tahu salah tapi malah nesu (marah)…

Yogyakarta, 24 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

“Santri Mbah Surip”

2 Maret 2010

Sang muadzin berteriak lantang memanggil-manggil pakai pengeras halo-halo : “Sholat itu lebih baik daripada tiduuuur...”. Tapi para santri tetap saja mlungker dengan lelapnya di belakang muadzin di dalam masjid. Sang muadzin pun lalu membangunkan para santri. Tapi dasar “santri mbah Surip”…., bangun, pindah ke belakang, tidur lagee.

Yogyakarta, 24 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar