Archive for Maret, 2010

Sarapan Pecel Kecipir

31 Maret 2010

Sarapan pagi sederhana dengan nasi pecel + tempe goreng. Pecelnya : daun kenikir, kacang panjang, kecambah, buah kecipir (aha, ini dia…) + tempenya : 6 potong.

Maka mottonya adalah : “Kecipir merambat kawat, monggo mampir… ojo mung lewat (silakan mampir, jangan cuma lewat)”. Sambil tersenyum dimanis-maniskan di balik kaca…… Kaca tokoku ‘Madurejo Swalayan’, tentu saja (Lha memangnya dimana, enak aja…!)

Yogyakarta, 31 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Musim SPT Pajak

31 Maret 2010

Hari-hari terakhir ini di Indonesia sedang musim penyerahan SPT Pajak, mirip musim potong padi di sawah, rame-rame… Mau ikutan aksi boikot, rada malu. Ya bagaimana tidak malu, lha wong nggak nge-boikot saja hitungan pajaknya sudah setinggi roknya SPG (tersisa sedikiiit…), apalagi ikut nge-boikot, bisa-bisa nggak ada yg tersisa… Padahal yg mau diboikot ada pajak Pribadi dan pajak Badan (baik Badan-nya sendiri maupun Badan-nya orang lain)

Yogyakarta, 31 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Bus Surat

31 Maret 2010

Anak muda sekarang mungkin banyak tidak familiar dengan bus surat. ‘Barang langka’ ini kalah oleh komputer dan HP.

Sekali waktu anakku tanya: “Kalau kirim surat melalui bus surat itu diambil pak Pos nggak ya?”.
Jawabku: “Mestinya diambil, tapi… perlu diintip dulu lubang bus suratnya”.
Anakku diam sesaat mencoba memahami kata-kataku, lalu dia tanya: “Kenapa?”.
Kujawab: “Yaa.., siapa tahu di dalamnya ada Mr. Bean yang suka mencuri perangko…”.

Yogyakarta, 30 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Bulan Di Atas Kepala

31 Maret 2010

Menjelang setengah malam, hari
purnama belum sampai
tapi bulan di atas kepala
dan awan tipis menyelimuti silih berganti

Menjelang setengah abad, usia
beberapa purnama mesti dihampiri
tapi bulan akan tetap di atas kepala
awan hitam putih masih akan datang dan pergi

Rembulan harus tetap ditinggikan
agar cukup waktu matahari bangkit mengganti
Kesadaran harus ditancapkan
agar nurani tidak lalai menerangi hati

Ribuan lembar halaman kosong telah penuh dengan goresan pena
Entah masih ada berapa banyak lagi halaman kosong menanti kata dan makna
Sekali tinta memercik mengotori
Tak kan pernah putih kembali
Tak sekali jua waktu berbalik memutari

Tuhan, tak kan pernah sia-sia Engkau perlihatkan kuasa-Mu
seperti rembulan mengantarkan malam menuju pagi
seperti matahari menandai pergantian hari

Tuhan, kumohon ijin-Mu
agar dapat kujelang dan kulalui beberapa purnama lagi
melengkapi perjalanan usia setengah abad

Tuhan, kumohon ijin-Mu
agar dapat kubaktikan hidupku lebih lama lagi
seribu purnama ingin lebih kumaknai

Tuhan,
akan kusaksikan purnama terus menerangi
akan kujaga tanda kekuasaan-Mu
seperti bulan di atas kepala malam ini

Yogyakarta, tengah malam 30 Maret 2009
Yusuf Iskandar

Audisi Indonesia Mencari Bakat

31 Maret 2010

Di tengah perjalanan kereta Jakarta-Jogja dini hari ini, anak lanang kirim SMS. Katanya audisi Indonesia Mencari Bakat nggak lolos (Indonesia ini terkadang kurang kerjaan…, bakat kok dicari…). Kubalas SMS-nya: “No worries… Setidaknya kamu telah melakukan sesuatu. Masih banyak “puncak” gunung dapat didaki…” (maksudnya, kapan mau ngajak bapaknya, agar ada alasan minta ijin ibunya untuk ngantar naik gunung lagi…)

Yogyakarta, 29 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Tampil Di Gong Show

31 Maret 2010

Malam ini menyaksikan anak lanang tampil di ‘Gong Show’ Trans TV bersama club Kingdom Freestyle Jogja. Pamit ke Jakarta lagi, ikut audisi Indonesia Mencari Bakat, juga di Trans TV. Seni gaya bebas dengan bola basket inilah yang selama 3 bulan terakhir ini ditekuni anak lanang hingga lupa dengan mendaki gunung. Rupanya ada “puncak” lain yang ingin digapainya. It’s OK. “Doaku selalu menyertaimu, Le…” (seperti tulisan di bak belakang truk pasir).

Yogyakarta, 29 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Pesta Itu Mulai Usai

28 Maret 2010

Tidak saya pungkiri, sebagai penikmat kopi, yang seringkali diidentikkan “ex-officio” juga penikmat asap nikotin… Saat pagi atau sore, serasa ada sesuatu yang hilang tatkala berlangsung rutinitas pesta kecil, ‘jamuan ngupy‘ (maksudnya minum kopi pahit kurang gula, yang rasanya seperti jamu…). Pesta itu nampaknya mulai usai. Pesta itu kini berlangsung tanpa asap bakar-bakar tembakau…

Yogyakarta, 28 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Surat Yasin

28 Maret 2010

Sudah ratusan atau (barangkali) ribuan kali kubaca surat Yasin (walau tidak hafal juga…hiks). Tapi hatiku selalu bergetar setiap kali sampai ayat 61 : Wa-ani’buduunii. Haadzaa shiroothummustaqiim (Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus). Karena ketika sedang kubaca ayat inilah ayahku menghembuskan nafas terakhirnya…

(Ayat berikutnya berbunyi: Dan sungguh setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti?)

(Sekedar mengenang almarhum ayahku yang meninggal pada tanggal 19 Oktober 2008 pada usia sekitar 75 tahun)

Yogyakarta, 28 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Mati Lampu Untuk Earth Hour

28 Maret 2010

ML sejam cukuplah (20:30 s/d 21:30), karena di dalam rumah panas, pindah ke depan rumah… terasa indahnya, terasa nikmatnya… Beratap langit mendung, dan malam tak berbintang…

Earth Hour, “give ’em brake”, a golden hour may earth ever had…

(ML : Mati Lampu)

Yogyakarta, 27 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Bakso Pak Giman, Madurejo

28 Maret 2010

Lebih 20 tahun pak Giman (55 th) midar-mider mendorong gerobak baksonya. Bukan waktu yang pendek. Kini dia mulai kelelahan, nampak pada guratan wajah tuanya. Lalu mendirikan gubuk 4 x 4 m2 di atas tanah simboknya, berjualan bakso dan soto, sejak 10 hari yll.

Siang tadi kuajak putriku mampir ke kedai pak Giman, bukan karena baksonya (iya juga sih, tapi sedikit..), namun lebih untuk silaturrahim karena pak Giman adalah tetangga baru dekat tokoku…

(Baksonya pak Giman, biasa saja tapi banyak penggemarnya. Mungkin karena taste-nya pas dengan indra pencecap masyarakat seputaran Madurejo…)

(Tokoku bernama “Madurejo Swalayan” di desa Madurejo, Jl. Prambanan – Piyungan Km 5, Sleman, Yogyakarta)

Yogyakarta, 27 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Musim Panen Di Madurejo

28 Maret 2010

Musim panen telah tiba. Hamparan sawah dengan padi menguning di kawasan Madurejo mulai dipanen, seolah berpacu dengan datangnya musim hujan. Tanaman padi dipotong di pangkalnya, kemudian dirontokkan bulir padinya dengan cara dipukul-pukulkan, lalu rontokan padinya dimasukkan karung, untuk kemudian diangkut ke penggilingan padi dijadikan beras.

Tiada lagi pemandangan petani yang menuai padi seperti nyanyian: “potong padi ramai-ramai, di sawah…”.

(Madurejo adalah nama sebuah desa di wilayah kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, DIY)

Yogyakarta, 27 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Stop Merokok Tanpa Syarat

27 Maret 2010

MOU (bukan fatwa) dengan diri sendiri tentang stop merokok disepakati bahwa satu-satunya syarat adalah TANPA SYARAT. Jadi, libur merokok berjalan, kegiatan lain juga tetap berjalan sebagaimana mestinya. Nyruput kopi hitam, silaturrahmi di cafe dengan para perokok, tanpa kompensasi dan substitusi (dengan permen, gethuk), dlsb. Tidak mentang-mentang sedang stop merokok lalu irama hidup berubah, minta dimanja, diberi privilege, dsb. No way, live must go on as usual.

Yogyakarta, 27 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Lebih Baik Makan Rambutan

27 Maret 2010

Tugas ‘sopir-intendant’ itu kalau tidak nyopir, ya nunggu… Ketika nunggunya kelamaan, biasanya sih disambil ngudut. Tapi sekarang, pasca komitment libur merokok, jadi celingukan. Lalu teringat tadi ‘boss’ beli sekantung rambutan raphia (atau sephia? Ah, yang manapun, sama enaknya).

Ketika sampai rumah, ‘boss’ tanya kok rambutannya tinggal dikit? Kujawab jujur saja: “Daripada tadi nunggu lama sambil ngudut, lebih baik kumakan rambutannya…”

Yogyakarta, 27 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Imam Subuh (2)

27 Maret 2010

Masih tentang imam sholat subuh yang pernah saya ceritakan. Qunut dan doa usai sholatnya poanjang, diucapkannya cepat sekali seperti dikejar anjing, tapi suaranya nyaris tak terdengar. Jamaah hanya bisa ‘pasrah’ mengamini. Jangan-jangan Tuhan pun ‘bingung’: “Apa sih yang kalian minta itu?”. Mau diingatkan, takut imam muda itu ngambek tidak mau jadi imam lagi. Ah, mudah-mudahan Allah swt. ‘berkenan’ membaca statusku ini lalu menyampaikannya kepada sang imam.

Yogyakarta, 27 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Tentang Facebook

26 Maret 2010

Tentang FB (1) — Khotbah Jum’at di masjid dekat rumahku menyinggung soal Facebook. Ini persis seperti orang tidak pernah main bola lalu bicara tentang teknik sepakbola, atau orang tidak pernah puasa bicara tentang kelaparan.

Lha biar Qur’an itu dibolak-balik sampai shobek-shobek…, ya nggak bakalan ketemu kalimat fa-sa-ba, yaf-sa-bu, fesbuk… Maka tinggal bagaimana cara pandang pengguna internet terhadap hewan klangenan bernama fesbook itu…

***

Tentang FB (2) — Kalau yang dilihat oleh pengguna internet di fesbuk itu adalah “wajah” Tuhan, maka kebaikanlah hasilnya. Kalau yang dilihat itu wajah setan, maka kemaksiatan hasilnya. Sedangkan kalau yang dilihat adalah wajah wanita cantik, maka ya di antara keduanyalah (antara kebaikan vs. kemaksiatan, maksudnya). Kesimpulan: kalau anak Sampeyan naik sepeda nyrempet pagar, ya jangan lalu bikin fatwa bahwa mbangun pagar itu haram…

Yogyakarta, 26 Maret 2010
Yusuf Iskandar

“Libur Ngudut” Hari Kesepuluh

26 Maret 2010

Memasuki hari ke-10 “libur ngudut”, enjoy aja…. Sejak awal memang saya sudah mensugesti diri bahwa “libur ngudut” ini bukan peristiwa yang luar biasa, sehingga juga tidak perlu dihadapi dan ditangani secara luar biasa, melainkan business as usual, biasa-biasa saja… Yang biasanya ngudut, kini tidak, gitu aja! Persis seperti saya minum es cendol,… sekali waktu ingin minum, ya minum saja, ketika ingin stop ya stop saja… “Gitu aja kok repot...”

Yogyakarta, 26 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Berbuka Dengan Durian

26 Maret 2010

Berbuka puasa disunnahkan makan kurma. Tapi berhubung sore tadi membuka kulkas kok adanya durian sisa kemarin, yo wis, tak ada kurma durian pun berguna (untuk buka puasa, maksudnya). Anggap saja ini jenis kurma putih, besar-besar, kematangan…. Minumnya kopi organik Amungme Gold (kiriman teman) yang jelas lebih ‘theng’…

Tapi sebentar…, sepertinya kok ada yang kurang afdhol ya? Wooo pantas.., kemana larinya asap sang penunggang kuda itu..?

Yogyakarta, 25 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Kebahagiaan Orang Berpuasa

26 Maret 2010

Dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa: (1) Ketika berbuka, (2) Ketika kelak berjumpa dengan Tuhannya. Jadi pantaslah kalau doanya orang yang berpuasa itu LUAR BIASA MUJARAB-nya.

Maka beruntunglah orang yang tidak sempat berpuasa (termasuk Senin-Kamis), tapi sempat bersedekah kepada mereka yang berpuasa. Bagi orang ini KEBAIKAN yang tak terkira. Hanya saja: ‘Telanjur’ hari ini saya puasa, sampai menjelang berbuka kok nggak ada juga yang tertarik menangkap peluang KEBAIKAN itu?

Yogyakarta, 25 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Stop Merokok vs. Ngantuk

26 Maret 2010

“Stop Merokok vs. Ngantuk” — Adakah yang punya ilmunya (please deh, kali ini SERIUS, nih…)?

Sejak saya libur dari merokok lebih seminggu yll, mata dan kepala ini bawaannya ngantuk melulu, termasuk saat siang/sore. Padahal sebelum stop udut tidak begitu. Apakah memang ada perubahan signifikan dalam metabolisme tubuh? Misal dari semula tubuh biasa kerja keras menetralisir racun tembakau, kali ini leyeh-leyeh saja karena tidak ada yang harus dinetralisir…

Yogyakarta, 25 Maret 2010
Yusuf Iskandar

Hawa Segar Tanpa Asap Rokok

25 Maret 2010

Tahu kalau kepala rumah tangganya sudah beberapa hari libur merokok, maka segenap warga pun menyambut gembira. Bukan saja udara di rumah jadi lebih sehat, tapi juga hawa di kamar mandi/WC dimana surat kabar suka berserakan kalau pagi… jadi lebih alami menyegarkan (sebab bau WC-nya tidak bercampur asap rokok…)

Yogyakarta, 25 Maret 2010
Yusuf Iskandar