Di Terminal 3 Bandara Cengkareng

Di Terminal 3 Cengkareng yang tata suaranya ‘gak main’ seperti halnya bandara Hasanuddin, ada acara lepas sepatu ketika melewati security check kedua dan berbunyi “nguiiing”. Sepatu pun menjadi pihak pertama yang pantas dicurigai, setelah pemilik dan tentengannya…

***

Di Terminal 3 Cengkareng, ada sebuah ruangan di pojokan bertulisan huruf besar warna merah, berbunyi : “smoking kills”. Kedengaran lebih sensual sebagai penghalus (atau malah pengkasar?) untuk kata : “smoking room”.

(Meski sudah beberapa kali menggunakan jasa Terminal 3 Cengkareng, tapi selama ini hanya untuk datang. Malam itu adalah pertama kali saya berangkat dari Terminal 3 yang adalah Terminal Haji. Selama ini Terminal 3 baru dimanfaatkan oleh maskapai Air Asia dan Mandala Air. Terasa ada nuansa lain di Terminal ini, antara lain ya adanya ruang kaca “smoking kills” itu tadi…)

Jakarta, 17 Pebruari 2010
Yusuf Iskandar

Tag: , , , , ,

2 Tanggapan to “Di Terminal 3 Bandara Cengkareng”

  1. jandri Jacub Says:

    Menurut saya security pada bandara terminal 3 itu perlu memilki inteligensia yang tinggi. Bukan sekedar bergaya ketat tapi tidak mengerti. Bukan bergaya seperti jendral berintang ,berdiri dan memerintahkan penumpang mundur kembali ke gerbang metal detektor setelah mendengar bunyi metal detektor. Sementara alat hand metal detektor sama sekali tidak digunakan. Hanya dipengang, petugas berdiri tegap seperti jendral berbintang. Untung bukan saya yang jadi managernya.
    Kenapa saya mengkomen seperti diatas tentu ada dasarnya. Marikita telaat poin poin di bawah ini benar atau tidak?
    1. Ketika kita melewati gerbang metal detektor, bunyi yang ada mengindikasikan adanya metal. Akan tetapi tidak menunjukkan metal itu di mana, disaku disepatu, dikantong .
    2. Alat hand metal detektor yang dipegang petugas tidak dupergunakan. Hanya dipegang saja bergaya layak jendral berdri tegap. Padahal alat tersebut tujuannya mencari posisi metal dimana keberadaaanya setelah terdeteksi dari gebang metal detektor. Misalnya di kantong, pinggang, sepatu.
    3. Agar lebih aman lagi dapat dilakukakan pemeriksaan secara manual yaitu meraba tubuh penumpang seperti yang dilakukan seorang polisi yang mau memastikan tidak ada senjata tersebunyi pada tubuh seseorang.

    Kesimpulan :
    1. Hal yang dilakukan petugas tersebut tidak menunjukkan kehati-hatian yang lebih.

    2. Tidak mengerti penggunaan alat dan tahap tahap kerja yang harus dilakukan agar lebih aman.

    Senjata bisa saja lolos jikalau senjata tersebut atau metal tersebut di lindungi anti metal detektor dan ditaroh pada kantong. Karena di penjaga tadi tidak meraba tubuh penumpang tersebut.

    3. Perlu training kembali. Atau dganti saja personalnya.

    4. Manager harus turun ikut mengawasi dan mengerti teknologi serta kelemahan kelemahannya. begitu pula personelnya.

    Saya berhara agar input ini di baca oleh manager security terminal 3 beserta petugasnya. Ingat do “SEX” singkatan dari “Service Excelent” karena anda melayani masyarakat dan negara.

    • madurejo Says:

      Banyak terima kasih sharing-nya pak. Bagus sekali. Semoga pemikiran/masukan Anda itu akan sampai kepada otoritas yang terkait. Berharap akan ada perbaikan. Slm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: