Surprise! Perpanjangan SIM Kurang Dari Sejam

Hari ini saya menyempatkan memperpanjang SIM A saya yang sudah habis masa berlakunya sejak tiga bulan yang lalu. Pertama, terlambat karena lupa. Kedua, semakin terlambat karena belum ada kesempatan.

Sejak berangkat dari rumah saya sudah membayangkan apa yang bakal terjadi di kantor Lalulintas, Poltabes Yogyakarta. Tiba di tempat parkir akan disongsong oleh para calo yang berbaik hati akan membantu menguruskan perpanjangan SIM. Di kawasan kantor juga akan ketemu oknum polisi yang juga akan menawarkan jasanya, belum lagi calo (kalau calo tidak perlu disebut oknum) yang midar-mider mencari calon klien. Setelah itu menunggu lama hingga siang hari saat mengambil SIM baru. Itu pengalaman saya terakhir memperpanjang SIM C di tempat yang sama.

Namun apa yang saya alami tadi pagi sungguh di luar bayangan saya. Benar-benar saya dibuat surprise. Begitu memarkir sepeda motor, tidak seorangpun menghampiri saya, kecuali tukang parkirnya tentu. Masuk ke halaman dalam, suasana kompleks perkantoran sudah sangat berubah. Rupanya belum lama selesai dilakukan renovasi. Tampak luas, bersih dan enak dipandang. Karena itu wajar kalau saya tolah-toleh harus menuju ke bagian mana. Juga tidak tampak orang-orang yang biasanya lincah menawarkan jasanya.

Sampai akhirnya saya berdiri di depan Loket 1 bagian informasi. Dengan ramah petugas disana memberitahu agar lebih dahulu memfotokopi KTP dan SIM lama, lalu periksa dokter. Pak dokter pun memeriksa tekanan darah dan melakukan test buta warna. Saya dinyatakan sehat dan membayar biaya pemeriksaan Rp 20.000,- (ini biaya resmi).

Lalu menuju Loket 2 bagian pembayaran. Sesuai ketentuan yang pengumumannya terpasang di dinding, maka untuk perpanjangan SIM biayanya (hanya) Rp 60.000,-. Sedangkan bagi permohonan SIM baru biayanya (juga hanya) Rp 75.000,-.

Kemudian semua berkas dikembalikan dalam sebuah map warna biru, termasuk formulir yang harus diisi. Selanjutnya menuju Loket 3 untuk menyerahkan berkas. Disini saya disodori sebuah angket isian yang merupakan formulir penilaian atas kinerja Bagian Pelayanan SIM.

Tidak lama lalu dipanggil ke Loket 4 untuk tanda tangan, pengambilan foto dan sidik jari. Akhirnya dipanggil untuk mengambil SIM baru yang berlaku lima tahun.

Segera saya lihat jam di ponsel (maklum karena saya tidak biasa pakai arloji). Sejak pertama kali tadi saya sampai di depan Loket 1 hingga saya meninggalkan Loket 4, ternyata kurang dari sejam.

Ini sungguh luar biasa! Seperti tidak percaya, tiba-tiba saya harus pulang dengan sudah mengantongi SIM A saya. Memang hari ini masyarakat yang memerlukan pelayanan SIM tidak sepadat hari biasanya. Tapi menilik pola kerja yang tergolong efektif, lancar dan bersahabat, kalaupun padat, kiranya itu hanya masalah menunggu antrian saja. Bukan karena faktor “lain”. Rasanya pantas kalau unit pelayanan SIM di Poltabes Yogyakarta memperoleh penghargaan setinggi-tingginya atas peningkatan sistem pelayanannya.

Saya tidak menyesal telah menuliskan komentar dalam angket penilaian seperti ini : “Surprise dan penghargaan setnggi-tinginya atas perubahan/peningkatan pelayanan yang luar biasa”. Tentu, masyarakat Yogya berharap agar pelayanan yang sudah sangat baik itu dapat dipertahankan. Jangan sampai, pujian saya berubah menjadi penyesalan, jika ternyata di belakang hari nanti kembali bermetamorfose ke pola yang lama. Uh, sayang sekali kalau sampai hal itu terjadi.

***

Total biaya yang saya keluarkan hanya Rp 80.000,- Kurang asuransi yang tidak saya bayar. Hal itu karena selama proses pengurusan tadi tidak ada yang memberitahu bahwa ada pilihan untuk ikut asuransi yang besar preminya (hanya) Rp 16.000,- Saya pikir, akan dibayar pada tahap akhir nantinya.

Hanya saja, ketika akan mengambil SIM yang sudah jadi, mbak Polwan yang ada di situ bertutur dengan manis, ramah dan berbisik : “Biaya untuk laminating lima ribu rupiah, pak”. Saya pun tersenyum memaklumi, dalam hati. Kalau mau menolak sebenarnya bisa, wong tidak ada aturannya. Tapi, sungguh saya tidak tega menolaknya, setelah menerima pelayanan yang menurut ukuran saya secara keseluruhan sangat memuaskan.

Dengan senang hati dan ikhlas, saya tinggalkan selembar lima ribuan di meja si mbak Polwan. Bagaimanapun juga mbak Polwan dan rekan-rekan setimnya sudah menunjukkan pola kerja yang mengagumkan. Sekali lagi, saya hanya bisa berharap semoga pelayanan yang seperti itu bisa awet, langgeng dan (Insya Allah) mberkahi bagi siapa saja.

Sebelum meninggalkan halaman parkir, saya terusik untuk tahu lebih banyak tentang peningkatan pelayanan yang ada di lingkungan Poltabes Yogya, yang menurut informasi perubahan dan perbaikan pelayanan itu sudah berjalan sejak sebulan terakhir. Lalu saya datangi pak Polisi yang jaga di gardu pelayanan masyarakat yang berada paling depan.

Namun sayang, petugas yang saya tanya terkesan agak ogah-ogahan menjawab pertanyaan saya untuk menjelaskan segala sesuatunya. Jangan-jangan saya dikira wartawan sehingga beliau agak takut. Entahlah. Sambil senyam-senyum pak Polisi itu menjawab sepotong-sepotong. Padahal tadinya saya berharap pak Polisi itu akan memberi penjelasan dengan meyakinkan dan penuh percaya diri, dan dengan bangga atas perbaikan kinerja pelayanan di lingkungan instansinya.

Meskipun saya tidak mau su’udzon (berprasangka buruk), tapi jangan-jangan pak Polisi itu adalah representasi dari “ketidak-ikhlasan para oknum” atas perubahan yang terjadi? Mudah-mudahan pikiran saya salah. Maaf pak Polisi…..

Yang sebenarnya, mestinya itu adalah peluang bagi pak Polisi (mewakili instansinya) untuk melakukan “marketing” kepada salah satu “customer”-nya. Atau peluang untuk “meyakinkan dan menjual produk yang terbukti berkualitas”, guna menjaga kepuasan pelanggannya. Atau minimal untuk membangun image tentang arti penting persahabatan (dengan masyarakat yang dilayani).

Tapi rupanya memang tidak mudah menjalankan misi yang semacam ini. Untungnya, pak Polisi yang pagi itu saya temui, masih “mau” tersenyum menjawab pertanyaan-pertanyaan saya yang (mungkin) rada aneh bagi beliau.

Sekali lagi, terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas perbaikan kinerja pelayanan SIM di Poltabes Ngayogyokarto Hadiningrat.

Yogyakarta, 24 Desember 2007
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: