Salawatan Di Toilet

Suatu ketika Anda (yang laki-laki) sedang membuang hajat kecil di sebuah toilet, semisal di toilet perkantoran, mal atau bandara. Toilet laki-laki jaman moderen sekarang ini memang dirancang untuk kencing sambil berdiri (maka bagi para guru harap hati-hati, sebab kalau murid-murid Anda tahu nanti mereka akan kencing sambil pada berlari, kan jadi repot…..). Mau tidak mau begitulah cara cepat untuk kencing di toilet umum, ya sambil berdiri itu. Kecuali kalau Anda mau agak bersabar masuk ke kamar kecilnya.

Sedang enak-enaknya kencing (kencing kok enak….), malah terkadang sambil sedikit bergidik, badan bergetar tanpa kendali, kepala agak mendongak ke atas dengan tatapan nanar barangkali ada cicak atau buaya di dinding, apalagi sambil membayangkan cerita-cerita lucu……, tiba-tiba ponsel Anda berbunyi keras mengejutkan Anda. Mendingan kalau bunyinya pelan dengan nada dering standar. Sering-sering malah volume nada panggilnya disetel cukup keras dan nada deringnya dipilih lengkingan musik atau lagu-lagu. Apalagi kalau si pengencing (maksudnya orang yang kencing) adalah penggemar lagu-lagu lawas seperti Bengawan Solo dimana air mengalir sampai jauh.

Ponsel Anda berdering saat kencing belum selesai. Oo, repotnya….. Mau diterima, kok merepotkan. Ibarat sedang naik sepeda mau “lepas setang” takut nabrak pagar. Mau dibiarkan dulu, kok musiknya makin keras. Dan Bengawan Solo pun terus mengalir sampai jauh……Sementara orang di sekitar senyam-senyum sambil malu-malu melirik Anda (padahal mestinya Anda yang malu) bagai bertemu seorang selebriti yang sedang kencing. Serba salah dan sering-sering malah membuat panik.

***

Selama ini kita mengenal ada beberapa kebiasaan yang berlaku umum yang meminta seseorang agar mematikan ponselnya. Pertama, ketika berada di dalam kabin pesawat. Alasan resminya dapat mengganggu sistem komunikasi dan navigasi pesawat. Bahkan ketentuan ini sudah disertai dengan ancaman sangsi denda sampai 200 juta rupiah bagi yang melanggarnya. Namun toh banyak juga yang diam-diam melanggarnya tanpa malu-malu dan tanpa merasa bersalah kalau perilakunya yang meremehkan aturan itu berpotensi mengancam keselamatan penumpang sepesawat. Benar demikian atau tidak, itu soal lain. Tapi begitulah bunyi peraturannya.

Kedua, ketika berada di dalam tempat ibadah, taruhlah di gereja atau masjid. Alasannya mengganggu ketenangan dan kekhusyukan jamaah. Jangan sampai terjadi saat di mimbar depan sedang ada khotbah tahu-tahu yang di belakang ada yang menyanyi “Bangun tidur, tidur lagi….”. Kalau lupa? Maksudnya lupa mematikan ponsel, paling-paling kalau tidak disenyumi ya dicemberuti oleh sesama jamaah di masjid atau peserta ibadah lainnya.

Nah, yang ketiga ini yang sering dilupakan orang, yaitu ketika kencing di toilet. Dering tilpun memang datangnya suka tak terduga seperti gempa. Tapi ketika dering itu terjadi, sangat mudah untuk mengetahui dimana episentrumnya dan intensitasnya. Lebih-lebih kalau kencingnya di toilet berdiri ramai-ramai, dijamin akan serba salah dan panik. Salah-salah dalam mengambil langkah tanggap darurat, celana atau sepatu Anda yang basah. Kalau berada di dalam kamar kecilnya masih lumayan, paling-paling orang-orang yang di luar hanya akan mendengar suara lengkingan musiknya sambil tersenyum atau menahan cekikikan, sementara Anda sendiri bisa cuek pura-pura tidak ada apa-apa.

Maka ingat-ingatlah terutama aturan mematikan ponsel yang ketiga itu. Kalau aturan yang pertama, pramugari pesawat dengan setia selalu akan mengingatkan Anda. Aturan yang kedua, biasanya di tempat-tempat ibadah sudah dipasang himbauan atau peringatan tertulis. Sedang aturan yang ketiga, Anda harus mengingat-ingatnya sendiri. Kalau lupa? Bersiaplah untuk terkejut lalu panik… Namun usahakan untuk tetap konsentrasi agar langkah tanggap darurat sebagai reaksi spontan Anda tidak salah. Dan jangan tersinggung kalau Anda disenyumi orang disekitar Anda yang pasti tidak bisa menahan geli. Apalagi kalau pemilik ponselnya orang Islam yang nada deringnya berbunyi bacaan salawat. Maka orang-orang pun akan tersenyum sambil memuji dalam hati : “Hebat orang ini, buang hajat pun sambil salawatan…..”. Malunya tak seberapa, tapi paniknya itu……

Yogyakarta, 3 Nopember 2009
Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , , ,

3 Tanggapan to “Salawatan Di Toilet”

  1. richocean Says:

    lucu juga informasinya …. 😆

  2. Domba Garut! Says:

    Ada-ada saja memang jenis rington macam jaman sekarang ini.. kebayang saja ada suara salawat saat si empunya sedang buang hajat… kacau bener deh..

    Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: