Archive for September 28th, 2009

Ke Jakarta

28 September 2009

Alarmku

Alarmku yang bunyinya seperti ayam jago kluruk, baru jam 1 dini hari sudah mbeker-mbeker… Istriku kaget terbangun. Rupanya saya lupa, setelan jamnya masih WIT..

(Malamnya baru tiba dari Papua, dan lupa mengubah penunjuk waktu pada HP yang biasa saya gunakan sebagai pengganti jam)

Yogyakarta, 15 September 2009

——-

‘Another Mission’

‘Another mission’ hr ini goagal…. Sebagai pelipur lara, berbuka nasi opor + sop ayam pangsit boanyak-boanyak di Terminal F Cengkareng…

(Hari ini ada misi khusus menagih tunggakan pembayaran dari klien di Jakarta. Eh, masih juga dijanjikan… Sabar, sabar…)

Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta – 15 September 2009

——

Kembali Nyopir

‘Back to basic’, kembali jadi Sopir-intendant, ngurus warung, wal-angkat wal-junjung, lanjut bisnis dengan Ramadhan, ngurus zakat di kampung. Indahnya…

(Siap-siap membantu ‘Boss’ mempersiapkan warung menyongsong panen raya lebaran…)

Yogyakarta, 16 September 2009
Yusuf Iskandar

Iklan

Ke Tembagapura (6-14 September 2009)

28 September 2009

Berikut ini penggalan-penggalan catatan perjalanan ke Tembagapura (6-14 September 2009) yang sempat saya posting di Facebook).

——-

Walah.., mau buka bersama di SBY kok ya gagal….. Gara-gara Batavia Air Jogja-SBY delay 2 jam, jadi buka bersama penumpang lain di bandara Jogja saja….

(SBY : Surabaya)

Bandara Adisutjipto – Yogyakarta, 6 September 2009

——-

Insya Allah, melewatkan malam ini di angkasa antara Suroboyo-Timika. Moga-moga pramugarinya menyediakan makan sahur di pesawat, entah dimana…

Bandara Juanda – Surabaya, 6 September 2009

——-

Ngopi dan ngudut dulu di bandara Sultan Hasanuddin, Makassar… Bandara bagus dan megah, tapi buruk akustiknya…

(Transit di Makassar lumayan lama….)

Bandara Sultan Hasanuddin – Makassar, 7 September 2009

——-

Tadi malam ke UGD Tembagapura, ngobrol-ngobrol dengan dokter, dicek ini-itu + EKG (rekam jantung), siang nanti check up, sore uji nyali dengan treadmill (biar kalau haus sudah dekat berbuka), lalu ngabuburit dengan dokter lagi….. Alhamdulillah, ibadah Ramadhan jalan terus….

(Ketika di pesawat kemarin malam, tiba-tiba sesak nafas, mual, keringat dingin, lemas dan les-lesan… Angin duduk atau jangan-jangan serangan jantung? Begitu pikirku…. Esoknya teman-teman saya menyuruh agar segera saja cek ke dokter, takut ada apa-apa. Akhirnya malamnya saya ke rumah sakit. Uji treadmill diundur karena dokternya pergi mendadak ke Jakarta…)

Tembagapura – Papua, 8 September 2009

——-

Pagi ini saya kirim SMS ke anakku : “Tadi malam ada gempa ya?”. Jawab anakku : “Ya, aku terbangun. Karena gak ada orang lain yang bangun, ya tidur lagi….”.

Kemudian saya balas : “Kalau nanti ada gempa lagi, bangun lagi, lalu tidur lagi ya….”. Ha..ha..ha..ha…

(Pagi ini memperoleh kabar ada gempa cukup kuat terasa di Jogja. Segera saya hubungi anak perempuanku menanyakan kabar mereka…)

Tembagapura – Papua, 8 September 2009

——-

Plong rasanya….. Usai rekam jantung sambil menjalani treadmill siang ini, kata dokter kondisi jantung baik dan normal. Walhamdulillah…

(Menurut analisa dokter, yakin sekali dia bahwa yang saya alami di pesawat waktu malam beberapa hari yll bukan serangan jantung melainkan gejala maag… Sementara kesimpulan ini membuat saya lega dan tersenyum, karena sebelumnya sudah buruk saja pikiranku tentang kemungkinan gangguan jantung….)

Tembagapura – Papua, 12 September 2009

——-

Waduh… Tsel Flash-ku kumat lagiiiii…

(Setelah rada jengkel beberapa jam, akhirnya…)

Selamet…selamet…, Tsel Flash sudah bisa on-line lagi….

(Akhirnya bisa nginternet lagi, di Tembagapura, di atas pegunungan selatan Papua…)

Tembagapura – Papua, 13 September 2009

——-

Alhamdulillah, mission accomplished. Siap-siap mbonceng chopper dari Tembagapura ke Timika, siang terbang ke Solo via Makassar, njuk pulang Jogja…

(Situasi akibat insiden tembak-tembakan di jalur Timika – Tembagapura masih dianggap rawan, makanya saya turun ke Timika dijadwalkan naik helikopter)

Tembagapura – Papua, 14 September 2009

——-

1) Tembagapura-Timika naik heli batal karena cuaca buruk. Lewat darat, pakai rompi anti peluru, ditemani tentara bersenjata, polisi + TNI + panser betebaran…

2) Seperti daerah konflik tanpa musuh. Yang tetap tak terjawab : konflik dengan siapa? musuhnya mana? Biarlah tembaga yang jadi peluru yang nembak kemana2 menjawabnya..

Bandara Mozes Kilangin, Timika – Papua, 14 September 2009

——

Puasa berarti menahan haus dan lapar. Tapi kalau harus menempuh perjalanan Timika-Solo lalu waktu berbukanya diundur 2 jam….. Aaaaaaaalhamdulillah...

(Akibat dari perjalanan dari wilayah WIT ke WITA lalu ke WIB)

Bandara Adisoemarmo – Solo, 14 September 2009

——-

Jam 19:30 WIB masuk rumah… puji Tuhan walhamdulillah. Badan agak nggregess…. Insya Allah, siap-siap dengan another important mission tomorrow…

Yogyakarta, 14 September 2009
Yusuf Iskandar

Catatan Tertinggal (Awal September 2009)

28 September 2009

Gempa

Setiap kali ada gempa, orang2 pada kabur berhamburan keluar gedung…. Rupanya gempa itu suka menakut-nakuti orang yg kerjanya di dalam gedung…..

(Intermezzo saja…. Akhir-akhir ini gempa sering terasa di Jogja, meski intensitasnya tidak terlalu besar, tapi bikin deg-degan juga…)

Yogyakarta, 2 September 2009
Yusuf Iskandar

——-

Telat Bangun Sahur

Bangun sahur bersama terdengarnya adzan subuh….. Maka : Lanjutkan….! Ya puasanya, ya tidurnya….

(Inilah sekali-sekalinya sekeluarga terlambat bangun untuk makan sahur…)

Yogyakarta, 2 September 2009
Yusuf Iskandar

——-

Sarang Semut

Waduh… tobat tenan….! Ngerebus jamu sarang semut Papua, lupa, sampai kering…. Tinggal sarangnya gosong, semutnya pada kabur….

(Pada kunjungan saya ke Papua beberapa bulan yll, saya sempat mampir ke pasar tradisional Swadaya, Timika, membeli sarang semut yang konon mujarab sebagai obat tradisional untuk aneka ria macam penyakit — Tidak lama setelah itu pasar Timika terbakar….)

Yogyakarta, 1 September 2009
Yusuf Iskandar