Hari Pertama : Tiba Di Ranah Minang

Pagi… Untuk pertama kali menginjakkan kaki di ranah Minang, di bandara Minangkabau, Padang. Langsung meluncur ke Sawahlunto sekitar 100 km arah timur laut.

(Naik taksi bandara ongkosnya Rp 330.000 sampai Sawahlunto. Perjalanan melewati kota Solok nan elok dan jalan Lintas Sumatera yang menuju Muara Bungo, Jambi).

Siang… Mengunjungi tambang rakyat batubara. Lubang-lubang tambang rakyat bawah tanah yang digali dengan cara sangat sederhana, relatif seadanya. Tapi hasilnya luar biasa…

(Batubara yang dihasilkan tambang-tambang ini rata-rata 1 ton/orang/hari. Anggap saja ada sekitar 2.000 orang buruh gali batubara, maka produksinya menjadi sekitar 2.000 ton/hari atau 60.000 ton/bulan. Semuanya untuk memasok kebutuhan PLTU Ombilan 2 x 100 MW, yang menjadi bagian dari jaringan listrik interkoneksi Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumater Utara).

Malam… Mampir ke Ponsel (Pondok Selohan, alias lesehan) di Jalan Lintas Sumatera. Menikmati teh taluah (telur) dan soto padang. Hmmm…

Sawahlunto, 22 Juli 2009
Yusuf Iskandar

——-

Transit Di Jakarta (Dari Timika Menuju Padang)

Seharian tadi ngantor di kantor orang, di Jakarta… Insya Allah besok pagi terbang ke Padang, lalu menuju Sawahlunto, melihat-lihat tambang batubara yang beberapa waktu lalu njebluk…. (ya melihat-lihat saja.….)

Jakarta, 21 Juli 2009
Yusuf Iskandar

Tag: , , , , , , ,

2 Tanggapan to “Hari Pertama : Tiba Di Ranah Minang”

  1. syaiful64 Says:

    salam kenal. isi absen dulu ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: