Udang Bakar Madu Khas Banyu Mili Resto Yogyakarta

Banyu Mili Resto

Banyu Mili Resto

Banyu mili, dalam bahasa Jawa berarti air mengalir. Tapi umumnya orang Jawa merasa lebih nyaman kalau mengucapkannya mbanyu mili (dengan imbuhan huruf ‘m’ di depannya) yang artinya kemudian menjadi : seperti air mengalir atau mengalir seperti air. Kosa kata banyu mili biasanya memberi kesan suasana segar, sejuk, indah, santai, disertai suara gemericik air yang mengalir. Nampaknya kesan itu pula yang hendak “dijual” oleh pemilik resto Banyu Mili di kawasan Jalan Godean, Yogyakarta.

Terdorong oleh rasa ingin mencoba menu masakan yang berbeda pada suatu malam di Yogyakarta, maka seperti air yang mengalir pula kami menuju kompleks perumahan Griya Mahkota Regency di Jalan Godean Km 4,5 Yogayakarta. Di sana ada Banyu Mili Resto & Country Club, sebuah pilihan tempat makan yang menawarkan aneka pilihan menu ikan yang bukan saja bernuansa alam melainkan juga bisa menjadi tempat rekreasi bersama keluarga.   

Lokasinya memang tidak terlalu jauh dari pusat kota Jogja dan mudah dijangkau, berada di kawasan perumahan mewah dengan aneka fasilitas bermain dan rekreasi. Ada danau buatan yang dikelilingi oleh gubuk-gubuk (saung), lengkap dengan fasilitas pemancingan dan kolam renang, atau sekedar menikmati taman yang ditata asri, atau bermain remote control boat dan aero modelling.

Hanya karena tujuan kami malam itu adalah makan, dan bukan mau mandi atau mancing, maka mengalirlah saya dan rombongan berlima menuju ke salah sebuah meja makan di Banyu Mili Resto, yang pada malam itu suasananya tampak sepi.

Lupakan dulu soal kesegaran, kesejukan atau rekreasi, melainkan langsung fokus ke menu makan yang disajikan melalui dua lembar daftar menu berupa kertas dilaminasi bagus dan rapi. Meski sudah tahu menu unggulan resto ini adalah berbahan udang dan gurami, tak urung, bingung juga ketika hendak memesan makanan.

Sebuah kombinasi suasana hati yang nyaris hampir selalu terjadi ketika masuk ke dalam rumah makan yang sebelumnya sudah tersugesti bahwa makanannya berkategori enak atau enak sekali, yaitu lapar tapi bingung… Sudah tahu sedang lapar dan kepingin segera makan, juga sudah tahu kalau makanannya bakal enak, tapi urusan memilih menu ternyata tidak selesai dalam 5-10 menit.

Jalan keluarnya, percaya saja pada menu unggulan atau menu spesial yang ditawarkan, yaitu udang bakar madu ukuran standar (ada juga yang ukuran super), gurami bumbu cobek ukuran sedang (ada juga ukuran besar, tapi ukuran kecil tidak ada) dan kepiting telur saus tiram. Masih ditambah dengan asesori kangkung tumis, sambal terasi dadak, sambal tomat dan tahu-tempe goreng. Kalau menu pelengkapnya memang relatif berasa standar, tapi menu unggulannya itu yang brasa lebih dan lebih brasa….  

img_1040_udangCoba bayangkan….. (walah…., lha saya membayangkan saja serasa seperti benar-benar sedang menyantapnya….). Seporsi udang bakar madu terdiri dari empat tusuk yang setiap tusuknya terdiri dari empat ekor udang. Di balik warna merah-oranye udangnya, bumbunya mrasuk sekali (benar-benar meresap) sampai menembus kulit udangnya dan menyentuh dagingnya yang kenyal-kenyal gurih. Rasa asam berbalut rasa manis madunya terasa pas di selera. Meski sedikit kerepotan memisahkan kulit, kepala dan kaki-kaki udang, tak menghalangi untuk menghabiskan ekor demi ekor udang mlungker yang telah tersaji dua piring di atas meja.

img_1042_guramiGurami bumbu cobek sebenarnya hanya sebuah nama, yaitu gurami goreng disajikan di atas piring dengan guyuran sambal bawang merah, cabe rawit merah, tomat yang digoreng setengah matang, dan bisa ditambah dengan sedikit perasan jeruk nipis. Sebenarnya hanya menu gurami goreng sederhana, tapi takaran sambal setengah gorengnya begitu pas sehingga memberi sensasi sedap dan nikmat (selain karena memang sedang lapar…., dan terkadang ya terpaksa agak rakus juga daripada mubazir…).

img_1039_kepitingMeski bukan restoran spesial seafood, namun cara membumbui kepiting telornya pantas dipuji. Saus tiram yang menyelimuti kepiting goreng dipadu dengan irisan loncang atau daun bawang dan bawang bombay bagai membuat sang pemakan tak ingin berhenti. Sayang telor kepitingnya digoreng matang agak keras, sehingga agak merepotkan untuk diambil dari cangkangnya meski masih tetap bisa dirasakan kemrenyes tekstur kecil-kecil telur kepitingnya.  

Walhasil, semuanya wes…ewes…ewes… bablasss tak bersisa. Tinggal kulit udang, cangkang kepiting dan duri gurami yang njebubuk di atas meja. Soal harga secara umum memang sedikit di atas rata-rata menu sejenis di resto lain di Jogja, namun itu sebanding dengan kenikmatan, kelezatan dan kepuasan yang memang diidamkan oleh para pencari makan.

Resto Banyu Mili yang baru berumur setahunan ini memang termasuk baru di kalangan penikmat makan di Jogja. Namun kreatifitas pemiliknya yang memadukan wisata makan dengan fasilitas rekreasi keluarga yang bernuansa alam dan tertata rapi agaknya cukup menjadi daya tarik tersendiri.

Pengunjung bisa memilih untuk makan di gubuk-gubuk di tepi danau buatan, di ruangan bermeja-kursi, atau bisa juga lesehan. Restoran yang jam bukanya pukul 10.00 – 22.00 ini siap menampung hingga 500 orang tamu sekaligus. Sedangkan fasilitas rekreasinya buka setiap hari dari pukul 07.00 – 18.00. Satu lagi, sebuah pilihan bagi penikmat kuliner di Jogja, sekaligus tempat rekreasi keluarga yang elok dan bersih.

Yogyakarta, 26 Januari 2009 (Tahun Baru Imlek 2560)
Yusuf Iskandar

img_1045_r

Tag: , , , , , , , , , ,

3 Tanggapan to “Udang Bakar Madu Khas Banyu Mili Resto Yogyakarta”

  1. Bertha Says:

    Mohon daftar menu paket acara pesta perak untuk 50 orang. Apakah dapat untuk misa dan penggunaan fasilitas kolam renang dikenakan biaya tambahan. Tks

    • madurejo Says:

      Bp/Ibu Bertha,
      Mohon maaf saya bukan pemilik/pengelola resto tsb, melainkan sekedar berbagi cerita saja. Walau demikian, kalau Anda berminat menggunakan fasilitas di sana, setahu saya bisa saja. Lebih detil saya kira Anda bisa coba kontak langsung saja atau kunjungi website-nya [http://www.banyumiliresto.com]. Semoga acara yang sedang Anda rencanakan berjalan lancar dan sukses. Terima kasih & salam.

  2. Berlian Says:

    Kecewa bgt sama banyumili resto ternyata baru tau kl kolam nya bayar..kl emang hrs bayar harusnya rata semua yg renang diharuskan pake gelang gak setengah2…ada yg pake ada yg nggak juga fsilitas air 2nya mati pancurannya. Bayar kok fasilitas tambah jelek. Jd males ajak temen2 n relasi kesini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: