Menu Ikan “Boyong Kalegan”

Makan lagi, makan lagi dan makan lagi. Bagi orang Yogya dan sekitarnya, barangkali nama “Boyong Kalegan” sudah cukup dikenal. Ini terkait dengan nama rumah makan yang menyediakan menu ikan air tawar, seperti gurami, nila atau bawal, dibakar atau digoreng.

Bagi yang belum kenal, rumah makan “Boyong Kalegan” adalah generasi penerus (maksudnya, mengikuti dan meneruskan) kesuksesan rumah makan “Moro Lejar” yang sudah lebih dahulu populer. Sejak “Moro Lejar” ngetop, bermunculanlah rumah-rumah makan sejenis ini di seputaran Yogya. Sejenis dalam hal menu yang disajikan, sejenis dalam hal pilihan lokasinya, dan sejenis dalam hal penataan ruangnya. Karena itu, “Boyong Kalegan” sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tempat-tempat makan lainnya yang juga menawarkan menu ikan air tawar.

Soal penyajian biasa-biasa saja. Soal rasa, lidah saya menilainya “cukup enak” saja, masih di bawah kategori “uenak tenan”. Meskipun begitu toh apa yang saya pesan, lalu disajikan, ternyata habis juga saya lahap bersama istri dan anak-anak. Ya dasarnya memang suka makan, dan siang itu sedang terlambat makan siang.

Namun, “Boyong Kalegan” mempunyai keunggulan yang jarang dijumpai di rumah makan sejenis lainnya di Yogya. Pertama, lokasinya strategis dan pencapaiannya mudah. Dari Yogya, ikuti saja jalan Kaliurang dan terus naik sampai menjelang masuk daerah Pakem. Lalu belok kiri atau ke barat di pertigaan jalan alternatif menuju Turi dan jalan raya menuju Magelang. Ikuti terus jalan alternatif yang naik-turun dan belak-belok ini hingga sampai pada jembatan sungai Boyong, dimana di sisi kiri dan kanan sebelum jembatan ada terlihat pondok-pondok rumah makan. Nah, “Boyong Kalegan” ada di sisi yang kanan.

Demikian juga jika masuk dari arah jalan raya Yogya – Magelang, maka belok ke kanan atau timur ketika ketemu dengan pertigaan Tempel yang menuju ke jalan alternatif menuju Kaliurang dan Prambanan. Ada rambu jalan yang cukup mudah diikuti. Letaknya pun berada agak di bawah badan jalan alternatif, sehingga pondok-pondok makannya nampak jelas terlihat dari jalan.

Keunggulan kedua, memiliki pemandaan alam yang cukup bagus dan angin yang semilir karena lokasinya berada agak di lembah, di sisi sungai, selain topografinya memang lebih tinggi dari kota Yogya.

Keunggulan ketiga, di tengah kawasan pondok makan ini dibuat kolam ikan yang di sana disediakan gethek (rakit bambu). Kolamnya memang tidak terlalu besar, tapi cukup untuk anak-anak berakit-rakit (tanpa berenang-renang). Dengan naik rakit itu, anak-anak bisa ikut memberi makan para ikan yang ada di kolam. Orang tuanya kalau mau ikutan naik rakit juga boleh.

Untuk ukuran Yogya, tempat ini cukup enak dikunjungi. Meskipun sebenarnya biasa-biasa saja jika dibandingkan dengan pondok-pondok makan sejenis yang banyak bertebaran di daerah Jawa Barat. Intinya adalah, jika kita berkunjung ke “Boyong Kalegan” lalu harus membayar agak mahal, maka harus dipahami bahwa sebenarnya kita memang sedang membeli nilai tambah dari keunggulan-keunggulan yang ditawarkan. Selebihnya, tidak lebih dari sekedar membeli makan sambil relaks beristirahat.

Sejenak beristirahat ketika sedang berada di sisi utara kota Yogya, sambil makan siang dan berekreasi bersama keluarga………… Monggo, “Boyong Kalegan” bisa menjadi salah satu pilihan.

Yusuf Iskandar
Tembagapura, 25 Juli 2004

Iklan

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: