Matoa (2)

Di Papua sendiri, buah matoa ini tidak dijumpai di semua wilayah. Ada daerah-daerah tertentu dimana buah matoa banyak dijumpai, sementara di daerah yang lain rada susah menemukannya. Buah matoa dari Jayapura lebih dikenal orang daripada yang berasal dari kota-kota lain di Papua. Katanya, rasanya lebih enak dan daging buahnya lebih tebal. Sedangkan buah matoa dari daerah lain, buahnya kurang bagus.

Cerita ini tidak jauh berbeda dengan tanaman matoa yang tumbuh di daerah Jawa. Adakalanya tanaman ini bisa berbuah, namun banyak juga yang tumbuh saja terus dan enggak muncul-muncul buahnya. Orang bilang tanahnya beda. Ya memang beda, wong yang satu tanah Papua yang lainnya tanah Jawa.

Kulit buah matoa ini tergolong tipis dan mudah terkelupas. Oleh karena itu, penanganannya memang rada susah, apalagi kalau masih ditangani, misalnya cara pengepakan (packing), yang masih tradisional. Sekali kulitnya terluka, biasanya menjadi tidak tahan lama, kecuali langsung disimpan di lemari es.

Sebelumnya saya mengira tanaman matoa ini berbuah sepanjang tahun. Rupanya ada seorang teman yang memberitahu, bahwa meskipun matoa berbunga sepanjang tahun, namun matoa ini ternyata termasuk tanaman yang berbuah musiman dan biasanya pada akhir tahun. Sama halnya ada musim buah rambutan, duku, durian dsb. Itu kalau di Papua. Entah kalau tanaman matoa yang tumbuh di tempat lain.

Seperti halnya tanaman matoa yang sudah lama ditanam di lingkungan PT Caltex Pacific Indonesia atau di Minas, Rumbai, di daratan Sumatera. Barangkali karena Pak Johand Dimalouw sebagai pelopor penanamnya adalah seorang yang asli berasal dari Papua maka tanaman matoa ini dipilih untuk ditanam sebagai tanaman penghijauan di sana. Siapa tahu bisa tumbuh dan berbuah sepanjang tahun, sehingga kelak ada matoa Sumatera atau paling tidak matoa Rumbai.

***

Seorang rekan bercerita tentang buah matoa, begini penggalan ceritanya :

Matoa adalah jenis buah tropis yang berasal dari tanaman kehutanan yang umumnya tumbuh liar di hutan-hutan dataran rendah di daerah Papua dan Kalimantan. Kayu dari batang pohon matoa bernilai ekonomis tinggi, termasuk golongan kayu kelas 2, sehingga tidak jarang menjadi obyek illegal logging oleh orang-orang Jakarta.

Musim buah matoa terjadi sekali setahun, biasanya pada akhir tahun. Jadi kalau mau ambil cuti, pada bulan November saja ke Jayapura.

Buah matoa bentuknya lonjong, sedangkan bagian buah yang dimakan adalah daging buah berwarna putih seperti rambutan, letaknya menyelimuti biji berwarna coklat kehitaman, ditutup oleh lapisan kulit luar yang agak keras. Buah matoa rasanya manis dengan aroma seperti durian, kadangkala ada dijual di shopping center dengan harga yang lumayan mahal. Bagi yang belum pernah merasakan buah matoa maka cukup membayangkan saja, bahwa matoa adalah kelengkengnya orang Papua, sedangkan kelengkeng adalah matoanya orang Jawa……..

Rupanya bagi sebagian orang di Papua, buah matoa ini juga dapat membangkitkan kisah kenangan tersendiri. Seorang rekan bernostalgia dengan kisahnya, begini :

Jaman aku SD ketika Mendikbud-nya Daoed Joesoef, lagu matoa cukup terkenal pada tahun 1970-an di kalangan anak-anak di Papua (bahkan mungkin masih dinyanyikan di sekolah-sekolah hingga sekarang). Potongan syair lagu tsb. begini :

Buah matoa enak dimakan
Marilah kawan coba rasakan
Dimana terdapat buah matoa
Banyak terdapat di Irian Jaya

Pendeknya jika ada kesempatan, tidak ada ruginya sekali waktu mencoba mencicipi rasanya buah matoa Papua ini. Apalagi, kalau kebetulan sempat singgah di Jayapura.

(Namun sebaiknya hati-hati : Kalau melafalkan kata buah matoa hendaknya yang jelas, salah-salah nanti kedengaran seperti sedang mengucapkan kata buah maitua, yaitu dialek Manado yang sering dipergunakan dalam bahasa pergaulan di Indonesia timur, yang berarti istri…..)

Tembagapura, 10 Juni 2003
Yusuf Iskandar

Tag: , , , , , , ,

25 Tanggapan to “Matoa (2)”

  1. Handoko Setiadji Says:

    Sekarang matoa nggak cuma di Irian Mas… Di Jawa juga udah ada yang nyoba menanam. Saya dulu pernah mencoba di halaman rumah saya, tapi tidak berhasil.

    Saya termasuk penikmat tulisan Mas Yusuf Iskandar, semenjak masih di Mail List UPN.

    Good Luck

  2. madurejo Says:

    Benar mas Handoko, memang sekarang sudah banyak dicoba ditanam dimana-mana. Cuma sayang hasilnya (kalaupun berbuah) jarang yang bisa bagus dan banyak seperti yang di Papua.

    Terima kasih & salam.

  3. Fay Says:

    Mampir yaaa… terima kasih tulisan Matoa ini. Sungguh, saya mencoba buah Matoa juga baru tahun 2006, ketika tugas di Nabire, Papua. Itupun setelah diberitahu kawan-kawan. Buah yang asyik untuk dinikmati. Sore ini, 18 Agustus…saya ketemu di toko buah di Jakarta. Dan lucunya…tetangga di dekat rumah juga baru ketahuan punya pohon matoa yang sedang berbuah!

  4. azzam Says:

    Matoa udah banyak di solo mas, wktu lebaran kemaren, saya mudik ke rumah istri saya, dihalaman rumahnya ada pohon matoa pas berbuah lagi, rasanya maknyuus manis sekali ngalahin kelengkeng manisnya, tapi ada ga ya yang membudidayakan.

  5. madurejo Says:

    Mas Azzam,
    Wah, senang sekali kalau punya tanaman matoa dan bisa berbuah banyak. Sebab beberapa pengalaman yang saya dengar, matoa yang berhasil ditanam di Jawa kebanyakan rada-rada susah bisa berbuah.

  6. elan Says:

    saya penggemar tanaman. pohon matoa saya kenala dari seorang teman di bali. biji matoa pernah saya coba untuk dibibit, namun sayang dari puluhan bibit yang coba kembangkan, satu pun tak berhasil. mati kekeringan.
    pembibitan matoa tidaklah gampang…

    • Dhin Says:

      @mas elan: seharusnya untuk niat membudidayakan buah matoa bukan hanya sekedar mencoba tetapi punya niat yg kuat agar bisa berhasil. contoh sederhana saja terhadap diri kita bagaimana cara mengurus badan begitu juga dengan tanaman. bukan habis tanam atau bibit langsung ditinggalkan ya pasti udah tidak berhasil…

  7. sasha Says:

    saya baru aja merasakan buah yg kata tmn saya adalah buah matoa. buahnya seperti kelengkeng dan ada aroma durian.enak bngt.
    saya mncoba menanam bibitnya.tp dr 3 bibit yg saya tnm yg tumbuh cuma satu.skrg umrnya sdh 1 bln.tp bntuk pohonnya sprti palm. pa bnr tu matoa ya..???bingung jg…

  8. madurejo Says:

    Mas/mbak Elan,
    Saya juga beberapa kali mencoba menanam bibit matoa di Jogja, dan beberapa kali pula meninggal dunia. Namun ada juga teman yang berhasil menanam, cuma katanya susah berbuah. Lain kesempatan saya ingin coba menanam lagi.

    Mbak Sasha,
    Buah yang Anda makan memang buah matoa, dan sekarang sering juga dijumpai di supermarket. Tapi kalau bentuk pohonnya sepertinya tidak seperti palm, melainkan mirip-mirip pohon rambutan atau kelengkeng.

  9. Sastra Vardhana Says:

    salam,

    saya beberapa minggu yang lalu dapat 5 biji buah matoa. Dan istri saya coba tanam di dalam pot biji, sekarang sudah tumbuh 3 pohon masing2 setinggi 15cm. Tapi yang belum tau apakah bisa tumbuh berkembang dan berbuah atau tidak.

  10. madurejo Says:

    Mas Sastra,
    Coba dirawat baik-baik bibit matoa tsb. Bisa juga langsung dipindahkan ke lokasi yang diinginkan (atau dikirim ke Jogja… he..he.he..). Ada yang pernah coba menanam dan bisa tumbuh besar dan berbuah (meski ada juga yang nggak buah-buah…). Setelah tumbuh besar kelak kalau enggak buah-buah juga, coba dikupas kulit bagian pangkal akar yang muncul di permukaan. Kata “orang sana” bisa merangsang untuk berbuah – Salam.

  11. syaiful Says:

    salam kenal. baca-baca dulu ya.

  12. madurejo Says:

    Monggo, pak Syaiful. Salam kenal kembali. Terima kasih.-

  13. dell Says:

    Thanks infonya, Mas. Saya pernah diberi 2 buah matoa, saya tanam bijinya, tp tdk berhasil. Pemilik pohon berjanji akan memberikan tanaman muda, tapi sampai sekarang saya belum mendapatkannya. Dia mempunyai pohon matoa yg sudah berbuah banyak di Bandung

  14. agung Says:

    ada yang tau info perawatan matoa tidak?, aku punya pohonya dan sudah berbuah sebanyak 5 kali, tapi setiap matang pasti kulitnya pecah2, bagaimana agar tidak pecah/ jadi sekarang saya panennya setengah matang

  15. rafli Says:

    gimana proses pembibitan matoa mas

    • madurejo Says:

      Waduh mas Rafli, saya sendiri blm pernah mempelajarinya secara khusus. Namun orang2 lokal biasanya ya sekedar ndeder yaitu meletakkan bijinya di tempat lembab dan dibiarkan tumbuh begitu saja. Trmkash & salam.-

  16. Abu "umair Mushlih Says:

    sy baru kemarin kenal yg namanya buah matoa..enak tenan kata pemilikx tanamannya dari papua…sy coba ambil bijina semoga bisa tumbuh

  17. surya Says:

    Hari ini 30 agustus 2010, saya ke jayapura, setelah beberapa hari di timika tdk kutemukan buah matoa, pohonnya aja. Di pasar jl a yani jypura matoa bnyk dijual,lg tdk bgt musim. Harganya antara 35-40rb sekilo,kalo pas musim bln november bisa 20rb sekilo jenis matoa kelapa. Orang papua suka tebang pohon kalo panen, shg musimnya jd molor. Tahun lalu di bln yg sama malah tdk ada yg jual samasekali. Mau beli bnyk buat oleh2 & ditanam di sby, siapa tahu tumbuh, lmyn dibagikan tetangga.

  18. rebecca Says:

    Salam kenal pak,

    saya tinggal d Batam yg kebetulan daerah dataran rendah. Hobi taneman tapi ga bisa banyak pilihan, yg lbh tepat lagi lahan yg tidak memadai hehehe…. So.. Saya minta infonya ya apakah matoa dan bisbul bisa dijadikan tabulampot? Terimakasih lho u share ilmu pengetahuannya 🙂

    Salam
    Bk.S

    • madurejo Says:

      Menurut saya kedua jenis tanaman tsb bisa ditanam sbg tabulampot. Lebih baik pilih yang merupakan hasil cangkokan atau stek sehingga tumbuhnya relatif tidak membesar. Terima kasih & salam kenal kembali. Semoga berhasil.

  19. budi ti Bandung Says:

    Matoa adalah buah yang eksotis, rasanya rame. Mirip lengkeng, ada aroma duriannya, dagingnya seperti rambutan. dulu saya bawa dari abepura, papua tahun 2006 & 2007. saya menanamnya beberapa biji. ada yang tumbuh, tapi gak lama mati karena kurang telaten. trus ada tetangga yang ngasih pohonnya. sekarang sudah sekitar 5 tahun ditanam di ciamis, jabar. belum berbuah. gak sabar nih… pengen makan matoa lagi.
    saya lihat di perumahan Bumi Harapan, Cibiru Bandung dekat Asrama polda jabar ada beberapa pohon yang sudah berbuah,

Tinggalkan Balasan ke madurejo Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: