Auld Lang Syne

Auld Lang Syne, bukanlah nama Cina dan bukan juga kata-kata bahasa Mandarin, meskipun sepertinya mirip-mirip. Auld Lang Syne adalah judul sebuah lagu yang teramat popular sebenarnya. Tapi kalau hanya membaca atau mendengar judulnya saja barangkali tidak banyak yang tahu, lagu apakah gerangan?. Meskipun demikian, saya sangat yakin bahwa setiap orang mulai dari anak-anak TK hingga orang dewasa mengenal lagu ini, setidak-tidaknya pernah mendengarkan, atau bahkan mungkin bisa rengeng-rengeng menirukannya.

Auld Lang Syne adalah judul lagu perpisahan. Lagu ini biasa dinyanyikan dalam acara-acara perpisahan, dalam suasana formal maupun non-formal, kampungan maupun kenegaraan, oleh rakyat jelata maupun penguasa kaya. Pendeknya, nyaris menjadi lagu “kebangsaan” untuk acara-acara perpisahan.

Hari Kamis malam yang lalu saya diundang menghadiri acara perpisahan beberapa orang guru sekolah SD-SMP Yayasan Pendidikan Jayawijaya, di Tembagapura, yang segera akan memasuki masa persiapan pensiun (MPP). Di penghujung acara, dinyanyikanlah lagu Auld Lang Syne. Seperti diingatkan, serta-merta muncul rasa ingin tahu saya tentang lagu yang selama ini tidak pernah saya bisa menyebutkan judulnya, kecuali sekedar mengatakannya sebagai pokoknya lagu perpisahan. Entah apa judulnya, yang pasti ingat melodinya. Yang pasti juga, banyak orang kalau mendengar lagu ini akan segera mengingat kembali kenangan jauh ke belakang tentang saat-saat berkesan dalam hidupnya.

***

Secara tradisional lagu Auld Lang Syne (dibaca : old lang sain) yang berasal dari daratan Skotlandia dan Inggris Utara ini biasa dinyanyikan pada tengah malam menjelang tahun baru. Tersurat dalam bahasa Inggris berarti old long ago. Tersirat dalam bahasa sekarang lebih pas kalau diterjemahkan menjadi saat-saat yang (pernah) indah.

Di Skotlandia sendiri lagu ini suka dinyatakan sebagai lagu yang tak seorangpun mengetahuinya, maksudnya tidak ada yang tahu persis bunyi syair aslinya. Hampir-hampir tidak ada yang dapat menyanyikanya bersama-sama dengan benar, melainkan setiap orang memiliki versinya masing-masing. Rupanya lagu ini memang mempunyai sejarah yang sangat panjang, sepanjang perubahan-perubahan dan gubahan-gubahan serta versi-versi syairnya yang beraneka macam, termasuk banyak versi yang kemudian tergubah dalam bahasa Indonesia. Namun, nampaknya justru di situlah letak kekayaan dan keabadian lagu ini.

Mula bukanya syair dan musik lagu Auld Lang Syne ini adalah sebuah lagu suangat lama, pada sekitar abad 15, yang dijumpai dalam sebuah puisi yang tak diketahui siapa penulisnya. Disebutkan bahwa melodi lagu ini diadaptasi dari irama tradisional yang ada di Skotlandia.

Catatan pertama tentang lagu ini ditemukan dalam surat seorang penyair bernama Robert Burns kepada seorang temannya bernama Mrs. Dunlop. Surat ini sendiri bertanggal 17 Desember 1788. Dalam surat itu Robert menyertakan gubahan lagu Auld Lang Syne dan menyertainya dengan kata-kata sentimentil : “There is an old song and tune which has often thrilled through my soul”.

Barangkali karena ini adalah dokumentasi pertama yang berhasil diketahui tentang gubahan lagu Auld Lang Syne, maka Robert Burns yang lahir di Ayr, Skotlandia, tanggal 25 Januari 1759 dan meninggal tahun 1796, kemudian lebih dikenal sebagai penggubah pertama lagu Auld Lang Syne. Di luar itu, Robert Burns yang menuliskan syair-syairnya dalam dua bahasa yaitu Inggris dan Skotlandia, memang seorang penyair yang cukup produktif di masanya.

Sejak jamannya Robert Burns tahun 1788 itu hingga puluhan tahun kemudian, lagu Auld Lang Syne ini mengalami banyak versi gubahan. Bahkan hingga kini, lagu ini pun digubah, malah dipeleset-pelesetkan, sesuai dengan selera setiap penyanyinya dalam bahasa masing-masing. Tapi kok ya enak saja kedengarannya.

Tidak banyak yang tahu teks aslinya yang dalam bahasa Inggris pun banyak versinya. Dalam bahasa Indonesia juga digubah menjadi macam-macam, namun semua bernada sendu dan sedih dan sentimentil. Ya, namanya juga nyanyian perpisahan. Saya masih ingat waktu sekolah TK duluuuuu…… sekali, oleh ibu guru TK saya lagu ini digubah menjadi berjudul Sampun Wancinipun (sudah tiba saatnya), yang maksudnya sudah tiba saatnya untuk pulang sekolah.

Jika kemudian ada yang ingin mengetahui salah satu versi bait syairnya yang berbahasa Inggris yang kini banyak dipilih untuk dinyanyikan adalah sbb. :

            Should auld acquaintance be forgot,
            And never brought to mind?
            Should auld acquaintance be forgot,
            And auld lang syne?

            For auld lang syne, my dear
            For auld lang syne,
            We’ll tak’ a cup o’kindness yet,
            For auld lang syne!

Semoga dapat menjadi bekal untuk rengeng-rengeng, setidak-tidaknya biar kelihatan lebih gaya bisa menyanyikannya dalam bahasa sononya, jika sewaktu-waktu diperlukan untuk bernyanyi bersama dalam acara perpisahan.

Tembagapura, 14 Juni 2003.
Yusuf Iskandar

Tag: , , , , , , ,

6 Tanggapan to “Auld Lang Syne”

  1. par pasar opat tebing Says:

    thanks pak. izinkan saya mengutip ini untuk menjelaskan lagu ini ke acar perpisahan bos kami. salam

  2. madurejo Says:

    Silakan. Semoga acara perpisahannya berkesan. Slm.

  3. hartono Says:

    pak, versi indonesianya yang panjang/lengkap gimana ya?
    sy kok cm ingat 3 baris.
    he3

  4. madurejo Says:

    Persisnya saya juga tidak punya catatannya, mas. Tapi setahu saya biasanya orang membuat kreatifitas masing-masing, yang penting ketukannya pas… jadi biar lebih passs sesuai kebutuhan dan suasananya…. Ha..ha..ha… Salam & nuwun.

  5. Baskara Says:

    saya suka lagu ini benar-benar mengingatkan kebersamaan sahabat2 waktu masih sekolah, ternyata banyak juga versi bahasanya dan saya baru tahu ada bahasa jawanya “sampun wancinipun”, salam kenal…

  6. Ontadurehx Says:

    yang saya ingat lagunya di bahasa indonesia jd kayak gini:
    sudah tiba saatnya kita kan perpisahan,
    marilah kita mohon pada yang maha esa,
    semoga persaudaraan kita dikuatkan,
    sejiwa janji kita untuk slama-lamanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: