Seputar Adelaide

(4). Kawasan Wisata Kota Rundle Mall

Dari alun-alun Victoria kami mengalihkan tujuan ke Rundle Mall. Tidak terlalu jauh jaraknya, hanya sekitar 500 meter di sebelah utara alun-alun Victoria. Rundle Mall adalah kompleks pertokoan yang terletak di sepanjang jalan Rundle, sebuah kompleks pertokoan yang biasa disebut dengan street mall, yang pertama ada di Australia. Ada ratusan toko di sepanjang jalan sepanjang 400 meter, menjadikan tempat ini sebagai salah satu tujuan belanja wisatawan.

Nama Rundle diabadikan dari nama seorang tokoh swasta perusahaan South Australia Company yang hidup antara tahun 1791 – 1864, tahun-tahun awal terbentuknya komunitas kota Adelaide. Rundle Mall resminya didirikan tahun 1976, dari sebelumnya sebuah kompleks pertokoan padat pengunjung di sepanjang jalan Rundle.

Lokasi Rundle Mall ini berdekatan dengan banyak obyek wisata lainnya, diantaranya berbagai museum, galeri seni, tempat-tempat rekreasi, termasuk perguruan tinggi. Sehingga menjadikan kawasan ini menjadi kawasan wisata kota yang cukup menarik. Pemerintah daerah pun kemudian menyediakan berbagai kemudahan, termasuk adanya sarana transportasi keliling yang dapat dinikmati secara gratis.

Ada bis wisata yang disebut City Loop dan Bee Line, yang dapat dinaiki para wisatawan dengan gratis untuk berpindah atau mengunjungi dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Adanya Visitor Information Centre tentunya juga sangat membantu bagi siapa saja yang ingin mengenal seluk-beluk kawasan wisata kota ini. Pokoknya, pengunjung benar-benar dimanjakan, tinggal megukur kesiapan bekal uang saku yang mau dibelanjakan saja.

Tapi, sekali lagi sayang……., seperti halnya di Central Market, di Rundle Mall pun masih sore banyak toko yang sudah pada tutup. Rupanya hari itu jam buka pertokoan di Rundle Mall hanya sampai jam 5:30 sore. Hanya pada hari Jum’at toko-toko biasanya buka sampai malam. Beruntung, sore itu masih ada toko-toko yang buka, sehingga masih tampak kesibukan di sana-sini. Lebih-lebih, warung cepat saji banyak yang masih melayani pembeli. Tidak kecewalah jadinya kami berjalan-jalan sore di Rundle Mall. Masih bisa keluar-masuk toko yang masih buka.

Setelah agak capek dan hari pun menjelang senja, kami berhenti di sebuah warung fast food. Biasa, makanan model cepat saji ini memang paling diminati anak-anak. Ada dua warung fast food yang letaknya berhadapan di Rundle Mall. Lha repotnya….., anak saya yang gede maunya ke KFC, anak yang kecil milih MacD. Terpaksalah mampir di kedua warung itu. Mau saos? Kalau di negeri sendiri, bahkan di Amerika, penjualnya akan dengan suka hati memberi kita se-krawuk saos (segenggam sachet kecil isi saos), di sini mesti dihitung dulu dan dikalkulasikan ke total harga makanannya. Pelit? Tidak juga, tapi memang begitu kebiasaannya. Lalu kami pun menikmatinya sambil duduk-duduk santai di depan kedua warung fast food, di tengah jalan Rundle. Seperti yang juga dilakukan oleh anak-anak penggemar KFC dan MacD lainnya di situ.

Sore musim panas, tapi angin bertiup cukup kuat dengan membawa udara sejuk, mungkin karena Adelaide terletak di kawasan yang tidak jauh dari pantai. Hawa segar menyelimuti, hari pun semakin gelap, lalu kami tinggalkan Rundle Mall untuk kembali ke hotel.

***

Malam pun tiba, di luar turun hujan dan angin bertiup sangat kencang hingga bunyi gemuruhnya sampai terdengar dari lantai empat kamar hotel. Menyibak jendela kamar, tampak pucuk-pucuk pohon berayun-ayun tertiup kencangnya angin malam musim panas. Daun-daun tampak beterbangan. Suara gemuruhnya agak menakutkan karena jarang-jarang mengalami kejadian yang seperti ini di musim panas. Terbersit pertanyaan dalam hati, apakah fenomena alam seperti ini memang sudah biasa.

Cilaka….., persediaan rokok saya ternyata habis. Jam sudah menunjukkan lewat jam 9 malam. Terpaksa keluar dari hotel, mencari toko yang masih buka. Nekat berjalan cepat menerobos hembusan angin kencang dan hujan gerimis, akhirnya saya sampai di sebuah toko buku. Kenekatan yang sesungguhnya bukan semata-mata didorong oleh rasa “ketagihan” akan lintingan tembakau yang dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin (sepenggal kalimat yang dihafal anak saya dan sering diucapkan ketika saya merokok). Melainkan lebih terdorong karena ingin memperoleh pengalaman berbeda di negeri orang, yang belum tentu akan sempat terulang.

Beruntung, ternyata toko itu buka 24 jam dan berada tidak jauh dari hotel. Sambil membeli rokok, sambil membuka-buka koran, sambil sedikit ngobrol dengan penjaga toko yang ternyata orang Irak yang sudah lama tinggal di Adelaide. Rupanya cuaca yang seperti malam itu memang sudah biasa. Ngobrol pun jadi berkepanjangan. Sampai akhirnya saya pamit kembali ke hotel dan berangkat tidur.

Yusuf Iskandar 

Iklan

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: