Keliling Setengah Amerika

(1).     Mengotak-atik Rute Perjalanan

Mulanya sekedar sebuah angan-angan, kami sekeluarga ingin melihat kota Washington DC, New York dan air terjun Niagara, selagi kami berkesempatan tinggal di negara besar ini. Ya, karena tempat-tempat itu sudah sangat terkenal dan selama ini namanya sering disebut-sebut orang. Mewujudkan keinginan itu tentu tidak mudah, karena jarak antara tempat-tempat itu dengan kota New Orleans dimana kami tinggal cukup jauh. Jarak dari New Orleans ke New York adalah sekitar 1324 mil (sekitar 2118 km).

Rencana pun diatur untuk bisa mengunjungi tempat-tempat itu. Sebenarnya tidak terlalu susah kalau hanya untuk mengunjungi tempat-tempat itu saja. Masalahnya menjadi agak rumit karena rencana perjalanan yang mulanya hanya sekedar mewujudkan sebuah keinginan, mulai terkontaminasi dengan sebuah obsesi. Kami ingin mengunjungi dan melihat lebih banyak tempat dari belahan negara besar ini selagi kami ada di sini. Karena itu rencana menjadi berkembang, bagaimana agar selain mengunjungi tempat-tempat terkenal itu kami juga bisa mengunjungi dan melihat tempat-tempat lain sebanyak-banyaknya.

Waktu yang saya anggap tepat untuk melakukan perjalanan ini adalah di musim panas. Selain karena anak-anak sekolah sedang libur panjang, juga dipastikan perjalanan tidak akan terganggu salju terutama ketika berada di daerah utara. Selain itu waktu siang hari akan lebih panjang karena matahari baru terbenam selepas jam 20:30, bahkan di daerah Niagara dan kota-kota di bagian utara lainnya matahari baru terbenam jam 21:30. Maka awal bulan Juli kami pilih dengan alokasi waktu selama dua minggu.

***

Sejak jauh hari sebelumnya, saya mulai mengumpulkan berbagai informasi baik yang berkaitan dengan kota-kota tujuan utama maupun daerah-daerah lainnya yang sekiranya akan sempat saya kunjungi. Hal pertama yang kemudian harus diputuskan adalah pilihan antara melakukan perjalanan darat langsung berkendaraan dari New Orleans, atau terbang lebih dahulu ke suatu kota kemudian menyewa kendaraan di sana seperti yang pernah kami lakukan ketika travelling ke daerah Colorado dan sekitarnya.

Dari segi pendayagunaan waktu dan tenaga, pilihan kedua memang lebih ideal. Saya hanya akan kehilangan waktu dua hari untuk terbang saat berangkat dan kembali, selebihnya untuk perjalanan darat memutar dengan menyewa kendaraan. Tetapi pilihan kedua ini menghilangkan kesempatan untuk melihat banyak tempat yang dilalui karena hanya akan lewat di atasnya saja dengan pesawat.

Sedangkan dengan pilihan pertama, saya akan langsung mengerahkan tenaga untuk mengemudi sejak hari pertama hingga hari terakhir. Tetapi saya akan menghemat ongkos pesawat dan sewa kendaraan meskipun sebagai gantinya saya harus menambah alokasi dana untuk BBM. Selain itu, pilihan pertama akan memberi kesempatan untuk lebih banyak melihat tempat-tempat yang saya lalui. Demi mewujudkan obsesi, maka pilihan pertama saya ambil dengan segala resikonya.

Diantara resiko yang harus saya perhitungkan antara lain adalah mengatur sebaik mungkin rencana perjalanan agar dapat mengunjungi sebanyak-banyaknya wilayah Amerika dalam waktu hanya 15 hari. Sebagai sopir tunggal yang tanpa cadangan, ini tentu akan sangat menguras energi. Belakangan saya baru menyadari bahwa rencana perjalanan yang saya buat ternyata sangat ketat dan padat.

Sebagai akibat dari ketatnya rencana perjalanan, maka kondisi fisik kami harus selalu terjaga selama perjalanan. Termasuk dalam “kami” adalah saya, keluarga dan kendaraan. Apa yang harus dilakukan kalau di tengah perjalanan terjadi hal-hal yang tak terduga. Hal berikutnya adalah bagaimana kalau anak-anak merasa bosan berkendaraan terus setiap hari. Jurus-jurus kompromis perlu disiapkan guna menghadapi anak-anak yang tentu akan berpikir dengan logikanya dan berperasaan dengan nalurinya. Hal lainnya adalah mengantisipasi agar tidak terjadi gangguan pada kendaraan karena akan diforsir tenaganya selama 15 hari.

***

Setelah yakin dengan pilihan cara perjalanan, kemudian saya mulai membuat rencana rute perjalanan. Untuk ini saya perlu memiliki peta-peta lengkap seluruh wilayah yang akan saya lalui termasuk dengan informasi tentang obyek-obyek menarik yang bisa dikunjungi. Saya sangat terbantu dengan adanya saya menjadi anggota AAA Emergency Road Service. Ini adalah perusahaan jasa swasta di Amerika yang memberi layanan bantuan perjalanan kepada setiap anggotanya yang mengalami kesulitan di perjalanan.

Sebagai anggota, di manapun di pelosok Amerika kalau misalnya saya mengalami kerusakan kendaraan, kehabisan bensin, ban pecah, kunci kontak terkunci di dalam mobil, dsb. saya tinggal menghubungi nomor tertentu dan kru AAA akan segera datang memberi bantuan tanpa dipungut biaya apapun untuk layanannya, termasuk kalau misalnya kendaraan perlu diderek untuk jarak tertentu. Tentu ada biaya tambahan kalau misalnya perlu diderek untuk jarak yang cukup jauh atau untuk penggantian BBM yang habis. 

Untuk menjadi anggota saya membayar US$42 per tahun. Biaya yang relatif murah jika dibandingkan dengan rasa aman yang saya peroleh ketika melakukan perjalanan berkendaraan. Selain itu, setiap saat tanpa ada batasan saya bisa memperoleh peta-peta, buku panduan wisata, minta dibuatkan rute perjalanan, dsb. dengan tanpa dipungut biaya. Seperti untuk perjalanan saya kali ini, setelah membuat rencana perjalanan secara kasar lalu saya pun menyiapkan daftar peta dan buku panduan wisata untuk saya mintakan ke AAA sebagai bekal perjalanan saya. Baru setelah itu saya akan menyusun rencana perjalanan secara lebih rinci.

Petugas AAA, seorang ibu berusia sekitar 50-an tahun, seperti tidak percaya ketika saya sodori daftar peta dan buku yang saya minta. Semuanya ada 37 lembar peta dan 12 buku panduan wisata saya minta untuk bekal perjalanan. Buku-buku dan peta-peta yang berukuran A0 dan A1 itu terdiri dari peta negara bagian (state map) yang mencakup 33 negara bagian yang akan saya lalui serta peta kota (city map) dari kota-kota yang rencananya akan saya singgahi termasuk ibukota Washington DC.

Iseng-iseng saya timbang, berat semuanya 6,6 kg. Dengan membawa peta lengkap, ini membuat saya merasa bebas, fleksibel dan mudah jika sewaktu-waktu ingin melakukan improvisasi rute karena tersedia peta untuk setiap wilayah yang akan saya lalui.

Mulailah saya membuat rencana perjalanan. Patokannya adalah berangkat dari New Orleans tanggal 1 Juli dan kembali tanggal 15 Juli, menginap di Washington DC 2 malam, di New York 3 malam dan di Niagara Falls 2 malam, serta saya usahakan tanggal 4 Juli berada di Washington DC karena bertepatan dengan Independence Day, yaitu Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Amerika ke 224.

Setiap kali selesai dengan satu rencana rute, kemudian saya hitung jarak dan perkiraan waktu tempuhnya. Ternyata tidak mudah. Tidak selesai dengan dua-tiga kali perencanaan, tapi hingga belasan kali saya mengotak-atik rute perjalanan. Hingga akhirnya saya peroleh yang saya anggap paling representatif. Dari hitung-hitungan jarak dan waktu tempuh, lalu saya tentukan di kota mana saja kami akan menginap dan apakah perlu membuat pemesanan hotel lebih dahulu.

Melihat rute perjalanannya, saya menyadari sepenuhnya bahwa rencana perjalanannya memang sangat ketat. Jarak terpendek sekitar 350 mil (560 km) dan terjauh mencapai 650 mil (1040 km) untuk sehari perjalanan. Artinya, sejak awal saya sudah menyadari bahwa saya akan mengemudi lebih dari 10 jam per hari, bahkan lebih. Padahal idealnya adalah sekitar 6-7 jam saja, dan itupun tidak berturut-turut setiap hari.

Melihat hal ini, maka yang paling utama menjadi perhatian saya adalah menjaga agar saya, keluarga dan kendaraan selalu ada dalam kondisi prima. Karena sehari saja ada gangguan, entah gangguan kesehatan atau kendaraan, maka semua rencana hari berikutnya bisa berubah. Karena itu saya juga menyiapkan rencana alternatif dari beberapa penggal rute yang saya rencanakan. Rencana cadangan ini mencakup rute mana dan obyek mana yang harus saya korbankan jika terjadi keadaan yang tidak diinginkan yang menggangu rencana perjalanan berikutnya.- (Bersambung)

Yusuf Iskandar

Iklan

Tag: , , , ,

3 Tanggapan to “Keliling Setengah Amerika”

  1. Natalia Muse Says:

    Wah! kalo sekarang dah bisa pakai GPS; nggak usah repot maps dll.

  2. Anto Kadyanto Says:

    hope we have chance…it’s our family dream to see all the city in the world.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: