Posted in > Trans KALIMANTAN Banjarmasin - Samarinda, tagged balikpapan, batubara, haruan, kutai, mahakam, paser, pasir, puyu, rantau, tenggarong, trans kalimantan, trekulu on 16 Maret 2008 | Tidak ada komentar »
Pengantar :
Selama periode tanggal 24 Juli sampai 29 Juli 2006, saya melakukan perjalanan darat menyusuri jalan lintas Trans Kalimantan dari Banjarmasin (Kalsel) menuju Samarinda (Kaltim). Ini adalah perjalanan traveling dalam rangka urusan pekerjaan sambil jalan-jalan. Berikut ini adalah catatan perjalanan saya.
(1). Pergi Ke Rantau
(2). Sarapan Ketupat Haruan
(3). Pergi Ke Atas
(4). Mencari Batubara Di Pasir
(5). [...]
Read Full Post »
Posted in > Trans KALIMANTAN Banjarmasin - Samarinda, tagged banjarbaru, banjarmasin, binuang, intan, martapura, pisang rimpi, porprov, rantau, syamsudin noor, tapin, trisakti on 16 Maret 2008 | Tidak ada komentar »
(1). Pergi Ke Rantau
Sebenarnya hari masih belum sore-sore amat ketika saya mendarat di bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang terletak di Kotamadya Banjarbaru, Senin, 24 Juli 2006 yang lalu. Hanya karena propinsi Kalimantan Selatan ini masuk dalam wilayah Waktu Indonesia Tengah, maka sepertinya hari sudah sore karena sudah jam limo keliwat limo, meski arloji saya masih [...]
Read Full Post »
(2). Sarapan Ketupat Haruan
Selasa pagi keesokan harinya, sebelum meninggalkan Rantau untuk meneruskan perjalanan ke utara menyusuri jalan lintas Trans Kalimantan, tentu perlu mengisi bahan bakar. Ya untuk mobil, ya untuk perut penumpangnya. Mampirlah kami ke sebuah warung tempat biasa mangkal para pegawai dan pekerja untuk sarapan. Menunya ketupat dengan lauk kari ikan haruan. Pokoknya, pilih [...]
Read Full Post »
Posted in > Trans KALIMANTAN Banjarmasin - Samarinda, tagged adaro, balongan, banjar, banjarbaru, barabai, bumi daya taka, hulu sungai selatan, kandangan, rantau, ruhui rahayu on 16 Maret 2008 | Tidak ada komentar »
(3). Pergi Ke Atas
Hari Selasa, 25 Juli 2006 itu telah kami awali dengan sarapan ketupat yang luar biasa nikmatnya dan mengenyangkan. Tinggal siap-siap terkantuk-kantuk di perjalanan. Tapi “penyakit” ini harus dilawan, sebab saya pasti akan kehilangan jejak-jejak Trans Kalimantan kalau perjalanan kemudian saya tinggal tidur.
Setelah belanja perbekalan di pasar Rantau yang sangat padat dan ramai, [...]
Read Full Post »
(4). Mencari Batubara Di Pasir
Memasuki wilayah Kalimantan Timur, kemudian kami agak bisa bernapas lega. Kondisi jalan Trans Kalimantan mulai bagus dan mulus. Setidak-tidaknya kondisi jalan yang berlubang-lubang tidaklah separah di wilayah selatan. Kami melewati kota kecamatan Jaro, Muara Koman, Batu Kajang hingga tiba di persimpangan jalan Trans Kalimantan di kecamatan Kuaro. Suasana kota-kota kecamatan ini [...]
Read Full Post »
(5). Menyantap Trekulu Bakar
Saya sangat terkesan dengan kota Tanah Grogot. Suasana kotanya tampak bersih dan tidak tampak semrawut. Lalu lintas dalam kota sepertinya masih cukup tertib dan mudah diatur. Tidak saya jumpai adanya lampu lalu lintas di dalam kota. Barangkali karena kota ini tidak terlalu padat. Ibukota kabupaten Pasir ini hanya dihuni kurang dari 40 [...]
Read Full Post »
(6). Pak Supar Dan Pak Guru Syarif
Hari Rabu, 26 Juli 2006 pagi kami sudah bersiap-siap di lobi hotel. Hari itu adalah hari yang kami rencanakan untuk mencari batubara di Pasir. Beberapa lokasi sudah kami tandai di peta untuk didatangi. Kami lalu meluncur kembali ke Kuaro yang jaraknya 28 km dari Tanah Grogot. Diteruskan menuju arah [...]
Read Full Post »
(7). Apalah Artinya Sebuah Nama
Alkisah, pada awal abad ke 16, tepatnya pada tahun 1516 Masehi berdirilah kerajaan Sadurengas yang kemudian dinamakan Kesultanan Pasir. Kerajaan ini pertama kali dipimpin oleh seorang ratu yang bernama Putri Di Dalam Petung (kalau di Inggris barangkali akan dipanggil Lady Di). Wilayah kekuasaan kerajaan Sadurengas ini meliputi wilayah kabupaten Pasir yang [...]
Read Full Post »
(8). Antara “Pasir” Dan “Paser”
Hari Kamis pagi, 27 Juli 2006, kami sudah berkemas-kemas hendak meninggalkan hotel. Waktu sudah menunjukkan menjelang jam 11:00 siang WITA ketika akhirnya kami meninggalkan kota Tanah Grogot dan kembali ke Kuaro. Sesampai di persimpangan kota Kuaro, kami mengambil jalan ke utara menuju arah kota Penajam dan Balikpapan. Pada papan penunjuk arah [...]
Read Full Post »
(9). Menyeberang Ke Balikpapan
Di pelabuhan penyeberangan kota Penajam inilah jalan Trans Kalimantan penggal selatan, atau Jalan Ahmad Yani, atau Jalan Propinsi, atau Jalan Negara, atau Jalan Raya Penajam seolah-olah berujung, yaitu di pelabuhan penyeberangan menuju kota Balikpapan. Selanjutnya dari Balikpapan akan disambung lagi dengan jalan Trans Kalimantan penggal utara sampai terus ke atas entah dimana [...]
Read Full Post »
(10). Di Tepinya Sungai Mahakam
Kira-kira sudah lewat jam tujuh malam, ketika akhirnya tiba di kecamatan Loa Janan. Tadinya saya pikir sudah masuk Samarinda, soalnya kota kecil Loa Janan malam itu demikian padat dan lalulintas berjalan merambat. Rupanya kota Samarinda masih delapan kilometeran lagi. Praktis, kota Loa Janan dan Samarinda sepertinya sudah menjadi satu. Tak ubahnya [...]
Read Full Post »
(11). Nggado Ikan Puyu Goreng Garing
Hari itu, Jum’at, 28 Juli 2006, agenda kami adalah urusan perkantoran. Maksudnya, pergi ke beberapa kantor, untuk bertemu dengan beberapa orang, untuk menyelesaikan beberapa urusan. Agenda tentang beberapa ini akan selesai pada tengah hari, sebelum tiba waktu jum’atan. Maka pada siang harinya akan saya manfaatkan untuk bersilaturahmi dengan sebuah keluarga [...]
Read Full Post »
Posted in > Trans KALIMANTAN Banjarmasin - Samarinda, tagged dayak, kesultanan, kho thai, koetai, kukar, kutai, loa janan, mahakam, mulawarman, quetairy, tenggarong, tepian pandan on 15 Maret 2008 | 2 Komentar »
(12). Kutai, Koetai, Kho Thai atau Quetairy
Berhubung hari Jum’at sore itu tidak ada kegiatan, sementara rencana besoknya adalah pulang ke Jogja, maka jangan lewatkan sedetik pun untuk tidak melihat hal-hal baru. Pilihan jatuh pada kota Tenggarong, ibukota kabupaten Kutai Kartanegara (disingkat Kukar, terkadang orang menyebutnya dengan Kutai saja, padahal mestinya ada kabupaten Kutai Barat dan [...]
Read Full Post »
(13). Tenggarong Di Waktu Sore
Sejarah panjang masa kejayaan kerajaan Mulawarman dan kerajaan Kutai Kartanegara adalah aset budaya yang terlalu sayang untuk dikesampingkan. Catatan sejarah dan peninggalannya itu sudah semestinya menjadi salah satu sumber daya yang masih sangat terbuka untuk digali potensinya.
Ketika Indonesia merdeka dan kemudian diberlakukan undang-undang daerah swapraja, keraton Kutai Kartanegara mulai seperti kehilangan [...]
Read Full Post »
Posted in > Trans KALIMANTAN Banjarmasin - Samarinda, tagged balikpapan, kaltim, banua etam, samarinda, bukit soeharto, pon xvii, semboja, kutai kartanegara, amplang, hutan on 15 Maret 2008 | Tidak ada komentar »
(14). Rebutan Bukit Soeharto
Hari Sabtu, 29 Juli 2006 adalah hari terakhir kami di bumi Kalimantan, tepatnya propinsi Kalimantan Timur. Masyarakat setempat bangga menyebutnya “Banua Etam” (bahasa Kutai yang artinya “kampung kita”). Sudah sering disebut-sebut, bahwa propinsi Kalimantan Timur ini termasuk propinsi terkaya di Indonesia. Kekayaan yang berupa minyak bumi, gas alam, batu bara, emas dan [...]
Read Full Post »