Tentang Saya
Sebagai mantan buruh tambang yang telah lebih 16 tahun bekerja ngawulo kepada pemilik modal, akhirnya saya memutuskan untuk banting setir dan merintis berwirausaha.
Sekitar 6,5 tahun (1988 – 1995) saya bekerja di PT Lusang Mining, tambang emas bawah tanah pertama di Indonesia yang dikelola oleh swasta, berlokasi di desa Lebong Tandai, di pedalaman Bengkulu Utara. Kemudian, sekitar 9,5 tahun (1995 – 2004) saya bekerja di PT Freeport Indonesia, tambang tembaga dan emas terbesar ketiga di dunia, berlokasi di kaki pegunungan Cartenz, di pedalaman Papua. Selama 2,5 tahun (1999 – 2001) saya memperoleh kesempatan untuk magang di kantor pusat PT Freeport Indonesia, di New Orleans, negara bagian Louisiana, USA.
Setelah banting setir meninggalkan profesi buruh tambang, saya berwirausaha membuka toko ritel di pinggiran timur Yogyakarta, “Madurejo Swalaya” nama tokonya (lihat Catatan Dari Madurejo). Sejak awal tahun 2006 (bermitra dengan rekan) saya kembali terjun di industri pertambangan sebagai konsultan bidang Geologi dan Pertambangan.
Berpetualang (adventure), melakukan perjalanan (travelling), mengunjungi tempat-tempat baru dan blusukan kemana-mana adalah salah satu hobi saya. Karena itu, saya sempat melakukan perjalanan menjelajah berbagai kawasan antara lain di Amerika, Australia, Perancis, Belanda, Saudi Arabia, Singapura dan di wilayah Indonesia. Terkadang sendiri dalam rangka dinas, terkadang bersama keluarga dalam rangka liburan. Hingga kini pun saya masih suka melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Indonesia.
Di sela-sela waktu, saya sempat membuat tulisan catatan-catatan perjalanan dan catatan apa saja sesuka saya, lalu saya posting dalam beberapa mailing list. Catatan-catatan itulah yang kini saya kumpulkan dalam halaman-halaman berikut ini. Insya Allah, saya masih ingin terus membuat catatan-catatan baru yang lebih menyerupai sebuah dongeng. Tidak lain tujuan saya hanya ingin sekedar berbagi cerita dan pengalaman, syukur-syukur inspiratif.
Selamat membaca dan salam,
Yusuf Iskandar
(Kini, tinggal di kampung Kalangan, desa Pandean, kecamatan Umbulharjo, kotamadya Yogyakarta)


17 Februari 2008 pada 10:28:51 |
Salam kenal pak yusuf
17 Februari 2008 pada 12:02:19 |
Wuidih…cerita yang menakjubkan dari sebuah kehidupan…sekelumit garam yang ditabur di suatu mata air.
22 Februari 2008 pada 10:39:10 |
wah pak yusuf, minta infonya lebih dalam dunk tentang adelaide, mau kesana nih, tapi blum ada info yang dalem.
23 Februari 2008 pada 23:25:46 |
Mas Zakky,
Sebagian cerita tentang Adelaide sudah saya posting. Selamat berkunjung. Jangan lupa bagi-bagi ceritanya. Terima kasih & salam.
6 Maret 2008 pada 9:42:57 |
Assalamualaikum Mas Yusuf,
Ternyata dunia itu kecil ya mas Yusuf…. terakhir saya ketemu sama mas waktu lebaran di TPRA sambil makan tekwan
Mungkin mas Yusuf tidak terlalu kenal saya, saya dulu MT di UG Engineering PT. FI.
Wah…. ternyata mas Yusuf sekarang lebih melanglang buana lagi ya…
Saya tertarik sama semangat wirausaha mas… bisa critain gak mas ? sapa tao bisa jadi inspirasi saya… amin.
Salam,
Febri
Ex UG PT. FI
22 Maret 2008 pada 0:08:31 |
assalamualaikum mas yusuf iskandar,
silakan monggo mampir nang warungku – ‘Memang Lumayan’ itu.
senang-senang mampir nang malaysia..
i read your travel to flagstaff, arizona.. i was studying there (1985-1989).. nice story you have.. keep it up mas..
terimakasih sekali lagi mas..
22 Maret 2008 pada 12:21:32 |
Wa-alaikum salam, En. “Me”,
Senang sekali menerima kunjungan Anda. Agaknya Anda juga mempunyai hobby traveling. Hoping sometime, somewhere, we could meet each other.
Warung Anda “Memang Lumayan”, memang lumayan….
Banyak terima kasih & my warmest regards,
3 April 2008 pada 11:30:04 |
wah..saya kira temenku yusuf iskandar …yang kuliah di stimik..hehehe tapi nggak papa om…lam kenal ya ..site nya bagus kok..
3 April 2008 pada 13:40:02 |
Salam kenal, senang membaca deskripsi Indonesia Raya. Semoga terus di-update catatan perjalanannya ya Pak.
4 April 2008 pada 23:03:34 |
@ Mas Budy Satriyo,
Gak papa, mas. Kesasar Anda adalah rejeki bagi saya.
Anyway, terima kasih kunjungan dan kesediaan untuk
menorehkan komentarnya. Salam.
@ Mas atau Mbak Mila,
Terima kasih atas kunjungannya dan Insya Allah masih terus akan saya update. Saya memang sedang memindahkan catatan-catatan lama ke blog ini. Catatan-catatan baru juga terus saya posting. Untuk catatan-catatan “apa saja” lainnya juga saya posting di blog saya yang lain : http://madurejo.wordpress.com. Salam.
16 April 2008 pada 16:22:27 |
Hanya Dia yang Maha yg sanggup memperjalankan hambanya ke ‘langit’ manca negara dimana saja dg begitu mudah…
Jan apa yang njenengan lakukan itu baru tahap ‘mimpi’ bahkan sampai hari ini bagi saya (kecian deh saya)…
Mas Yusuf, piye carane teko amrik dll itu…podo jogya-ne ning kok ra podho nasibnya…
16 April 2008 pada 20:28:46 |
Jangan remehkan perkara “mimpi” sampeyan itu, mas. Semua yang saya alami, kalau saya urut-urut ke belakang adalah berawal dari “mimpi” (saya serius tentang hal ini). Mungkin pernah baca “Law of Attraction” dan “the Secret” (hanya saja mesti agak hati-hati memahaminya —> tentang “the Secret” saya bahas tersendiri di blog saya yang satunya : http://madurejo.wordpress.com).
Secara lebih rinci, telah saya sampaikan via email ke Anda. Maka, mulailah dengan “mimpi”. Tentu saja cara “memimpikannya” harus sungguh-sungguh dan sehat. Juga jangan terjebak hanya “mimpi” thok…! Lalu lupa yang lain-lain. Yang ini sekali-kali jangan, nanti Sampeyan sentress dan malah tidak melakukan apapun….
Salam sukses!
28 April 2008 pada 17:25:28 |
salam kenal Mr. Yusuf.
30 Juni 2008 pada 12:02:50 |
assalamualaikum,
kalau Anda lagi di yogya minggu ini, bisakah kita ketemu?
13 Juli 2008 pada 23:02:56 |
Bapak Yusuf yang saya kagumi,
Saya sedang mencari nama di google, eh malah nama Bapak yang muncul, hehehe…
Saya sudah lama mencari backpacker seperti Anda ini, ingin mendengarkan pengalaman seorang backpacker secara langsung….
Sebenernya saya juga mempunyai keinginan untuk menjadi seorang backpacker seperti anda, bertualang ke seluruh dunia,menjelajah tempat-tempat yang eksotis…
Mungkin bisa memberi saran Pak, kira-kira apa sih yang saya harus siapkan untuk menjadi seorang petualang seperti Bapak???
Thanks…
Oh ya, semoga usaha Bapak lancar.
Saya salut dengan keputusan Bapak yang memutuskan untuk berwirausaha.
14 Juli 2008 pada 19:20:34 |
@ Mas Yusuf Iskandar (wee.. lha kok ya namanya sama…),
Asal bin muasalnya saya bukan seorang “backpacker”, hanya saja saya suka menjelajah dan mengeksplorasi tempat-2 baru. Semakin sulit, semakin jauh, semakin menantang, biasanya saya adrenalin saya semakin meningkat dan semakin bergairah.
Kebetulan, profesi dan pekerjaan saya kok ya sepertinya “memfasilitasi” dan “sejalan” dengan kesukaan saya itu. Jadi klop. Sekalian kerja, sekalian jalan-jalan.
Persiapan yang utama tentu saja fisik dan mental, sebab selalu saja banyak terjadi hal-hal tak terduga yang bisa membuat stress, jengkel, kelelahan, dsb. Tabungan yang cukup juga merupakan bekal, sebab seringkali juga mesti keluar biaya sendiri. Yang tidak kalah penting adalah persiapan “mimpi yang sehat” (kalau saya sebut khayalan, konotasinya suka negatif). Banyak juga “mimpi yang tidak sehat”….
Terima kasih mas, semoga kesuksesan juga menyertai Anda. Jangan lupa kelak bagi-bagi pengalamannya juga… Salam.
29 Juli 2008 pada 0:20:02 |
Salam kenal pak….kami sekeluarga kagum dengan pengalaman hidup bapak yang sudah menlancong kemana mana…asli Blora ya pak, kami sekeluarga dari Padangan Cepu, dekat juga dengan Blora
29 Juli 2008 pada 11:42:11 |
salam kenal dari makassar pak Yusuf, wahh, liputan travelingnya keren juga,, kok nda gabung di cah andong jogja aja..
29 Juli 2008 pada 19:31:26 |
@mBak Eka,
Salam kenal juga untuk keluarga. Sebenarnya istri saya yang punya darah Blora, bapak & embahnya dari sana. Sering juga kami lewat Cepu kalau silaturrahmi ke Blora. Turut senang kalau dongengan saya bisa jadi selingan hiburan. Salam.
@Mas Syamsoe,
Salam kenal kembali. Mudah-mudahan pada saatnya nanti saya sempat gabung juga, selama ini secara informal sudah gabung kemana-mana….. Salam.
19 Agustus 2008 pada 19:35:15 |
assalamualaikum, salam kenal omm yusuf, terima kasih sudah sharing dengan kami.
21 Agustus 2008 pada 12:16:00 |
jalan-jalan,
pulang,
jalan-jalan lagi,
pulang…
lalu ceritain
nice blog
17 September 2008 pada 22:21:30 |
saya anak tambang upn angkatan 2005.oh ya om yusuf tambang upn angkatan berapa sih?saya senang bisa mendengar cerita dari anda lho.saya bangga sebagai anak tambang setelah mendengar pengalaman dari om.sekarang saya lebih termotivasi untuk meningkatkan kemampuan di bidang tambang biar saya nanti bisa menjadi miner sejati seperti om yusuf. saya itu punya angan2 untuk bisa explore ke luar jawa atau bahkan luar negeri seperti om.Ya mudah2an angan2 itu dapat terwujudkan.Amin.VIVA TAMBANG !!!!
19 September 2008 pada 12:05:56 |
Tulisan bapak enak di baca lo, sebetulnya ceritanya sih gak ada yang luar biasa, Tapi jadi sangat menarik ketika bpk yang tulis..
20 September 2008 pada 22:36:23 |
@ Mas Rio,
Semoga angan-angan Anda segera terwujud. Dan jangan lupa bagi-bagi pengalamannya kelak. Terima kasih & salam.
@ Mas Hayanto.
Memang di dalam banyak hal yang kelihatannya biasa seringkali kita temukan “sesuatu” yang tidak biasa. Terima kasih & Salam.
28 Oktober 2008 pada 8:43:30 |
Assalamualaikum Mas Yusuf,
Apa kabar ?
Dunia ini ternyata memang sempit ya Mas…..
Tanpa sengaja saya menemukan blog Mas Yusuf ketika saya sedang mencari informasi tentang kota Tanjung Redep – Kaltim.
Berkat tulisan Mas Yusuf, sedikit banyak saya telah mendapatkan gambaran kota tersebut, terima kasih banget ya Mas.
Banting stir ke wirausaha “Madurejo Swalayan” yg Mas Yusuf lakukan sepertinya bisa menjadi wacana buat saya nih…. salut buat Mas Yusuf.
Masih sering kontak2 dgn poro kawulo di 68 ?
Salam,
Okky Baskoro
Alumni PTFI Tembagapura
31 Oktober 2008 pada 16:09:50 |
Okky,
Senang sekali memperoleh kunjungan dan sapaan teman lama. Bersyukur, alam maya telah mempermudah silaturahim. Trims & Salam.
23 November 2008 pada 8:08:56 |
Pak Yusup,
Selamat atas enterpreneurship-nya dan salam kenal.
Saya juga mimpi seperti anda. Mimpi untuk mandiri dan bebas dari ‘tekanan’ atasan. Mimpi mencari kehidupan kita sendiri.
Salam saya dari Papua (Kuala Kencana) untuk keluarga anda.
Ardy
23 November 2008 pada 10:31:52 |
Pak Ardy di Kuala Kencana,
Banyak terima kasih atas sapaan dan kunjungan Anda. Pertahankan mimpi Anda dan mulailah mewujudkannya. Salam kembali dan salam sukses.
24 November 2008 pada 20:10:01 |
Sungguh rrruuar biasa sekali sampeyan Mas, sebuah realita dari langkah perjuangan panjang yang patut dijadikan ‘inspirasi’ bagi yang lain. Saya selalu mengikuti blog sampeyan, cuma baru sekarang bisa nyapa sampeyan.
” Sekali saluutttt untuk sampeyan, diterusin Mas “.
Salam dari ex-pondok siswa.
25 November 2008 pada 20:44:59 |
Kang Indra,
Sebenarnya ini sekedar berbagi dongeng dan pengalaman saja. Syukur-syukur ada hikmah dan inspirasi bisa dipetik. Salam sukses buat Sampeyan juga. Banyak matur suwun.
26 Desember 2008 pada 15:07:26 |
Mas, tulisan njenengan mengenai perjalanan di Kaltim banyak mengobati kangenku terhadap kampung halaman. Jika kesana lagi, carilah buah lahung. Buah ini bangsanya durian namun berwarna merah dan berdaging tipis. Eksotis. Rasanya sangat sulit menemukannya lagi di wilayah dekat kota, tapi jika di tempat yg agak kedalam mestinya masih banyak. Aku sendiri sering ke sana tapi tidak punya kesempatan ber adventure ria. Lain kali mungkin.
26 Desember 2008 pada 19:52:55 |
Mas Assifa,
Banyak terima kasih atas kunjungannya. Kalau tidak salah buah lahung yang Sampeyan maksud adalah sama dengan buah layung yang saya ceritakan dalam artikel di http://yiskandar.wordpress.com/2008/03/19/melahap-durian-hutan/ — Banyak salam.
27 Maret 2009 pada 16:25:21 |
Piye kabare mas Yusuf wah suwe tenan ora ketemu, …. sukses….. aku koncomu yo koncone Indra.Kapan nek teka Yogya tak mampir
2 April 2009 pada 8:06:24 |
Halo Mas Sugeng,
Benar, suwe tenan gak ketemu. Alhamdulillah, teknologi internet bisa mempertemukan kita. Monggo, kapan kita bisa ketemuan di Jogja. Nuwun & salam.
5 Mei 2009 pada 17:08:12 |
Assalamualaikum wr wb,
Salam kenal Mas Yusuf, thanks catatan perjalanan anda sangat memberi inspirasi bagi saya pribadi juga tentunya bagi rekan2 yg lain,kalau Mas yusuf tdk keberatan mohon di ulas tentang proses pencarian emas berdasarkan pengalaman pribadi.ilmu dan teknologi. Semoga Anda diberi kekuatan dan kebahagian.Amin
Ade Indra,chatt: andalas1id@yahoo.com
7 Mei 2009 pada 9:10:14 |
Wa-alaikum salam wr wb. mas Ade,
Ingin sekali bercerita ttg hal itu sbg sebuah pengalaman dan bukan bahasan teknis. Kalau bahasan teknis sudah banyak bisa dicari di internet. Mudah-mudahan sy ada kesempatan utk berbagi. Banyak terima kasih & salam kembali.
23 Juli 2009 pada 5:56:35 |
Assalaamu’alaikum, Mas…
Mudah2an selalu sehat2 saja..
Terus dengan jalan2-nya dan tulisannya..Insya Allah banyak manfaatnya buat yang membaca (termasuk saya)..
Salam utk keluarga..
Wassalaam,
25 Juli 2009 pada 21:01:10 |
Wa-alaikum salam wr. wb.-
Kang Eman, hatur nuhun kunjungan dan sapaannya. Masih di Chili kah? Mestinya banyak juga cerita yang bisa dibagikan. Semoga juga selalu sehat bersama keluarga dan sukses dengan tugas-tugasnya. Wass.
14 September 2009 pada 8:15:46 |
Luar biasa walau baru membaca,catatan tentang Anda, terasa telah ikut keliling dunia dengan Mas Yusuf,PF…..ya ,yen aku sll cubluk mudeg muleg weruhe Kendal……….
14 September 2009 pada 22:41:42 |
Nuwun, mas Djumarno…
Jangan berkecil hati. Ada banyak cara utk bisa “keliling dunia” dan siapapun bisa melakukannya. Saya sangat-sangat percaya dg apa yg saya katakan ini. Mari kita renungkan sama-sama, apa yg dpt kita masing-masing lakukan. Kendal tercinta adalah juga bagian dari dunia… Banyak salam, mas….
8 Oktober 2009 pada 7:22:21 |
Wah tulisannya enal-enak mas. Kalangan ki Pandean UH V dudu to ? saya juga kawulo Pandeyan (dengan Y) dan juga sedang merintis karir di dunia minyak. Cita-citanya sama mas, kerja keras pensiun dini untuk kembali hidup normal di Jogja. Semoga bisa.
8 Oktober 2009 pada 10:27:09 |
Benar mas, Kalangan itu Pande(y)an UH5. Semoga sukses dengan persiapan pensiun dininya. Insya Allah bisa. Sekarang tugas di mana? Nuwun & salam…
9 Oktober 2009 pada 10:14:24
Semua orang Jojga meski sudah pernah tinggal dimana juga tetap Jogja masih yang paling enak buat tinggal. Apalagi udah berkeluarga. Saya pernah dari Jakarta sampai Manchester tetap saja masih memimpikan bisa hidup di Jogja lagi. Suwun mas.
10 November 2009 pada 11:55:40 |
aduh bapak pernah kerja di Freeport thooh…baru tahu. Suami saya juga kerja di Freeport. Di LIP Kuala Kencana. Senang membaca tulisan-tulisan bapak.
10 November 2009 pada 20:46:22 |
Iya. Makanya sy agak familiar dg Timika dan Papua. Klo ada ksempatan ke sana lg insya Allah sy mampir. Boleh to? Trm ksh.
19 Desember 2009 pada 22:58:53 |
dahsyat ulasan kulinernya……..
met kenal mr. yusuf
20 Desember 2009 pada 10:03:55 |
Met kenal juga , mas Ardhi.
Trims & slm.-
14 Februari 2010 pada 22:33:42 |
Salam Kenal P. Yusuf,
Sebenarnya sudah lama menjadi penikmat tulisan2nya P. Yusuf tapi baru sekarang aku melihat profilnya yang ternyata sarat pengalaman di Tambang.
Kebetulan saya baru saja masuk perusahaan Tambang mungkin bisa dishare pengalamannya pak (kalau tidak berkeberatan). Mungkin bisa alamat e-mail bapak?
Terima Kasih dan Sukses selalu P. Yusuf…..
Djalu
15 Februari 2010 pada 8:45:41 |
Terima kasih, Pak Djalu.
Silakan, email saya : yiskandar_2000@yahoo.com
15 Februari 2010 pada 0:17:55 |
salam kenal pak ,
namikula widhiyani-jakarta
saya menemukan tulisan tulisan bapak ini ketika saya browsing tentang newjersey.
saya sedang menulis sebuah novel dan sebagian episodenya ada di princeton.padahal saya belum pernah kesana..(semoga someday) amin 3x.
saya punya hobby travelling juga seperti bapak,tapi baru sebatas jawa ,sumatera dan kalimantan.sekarang sedang memilih menulis saja karena jagoan saya masih kecil2. he he
tulisan bapak cukup memberi saya inspirasi.terimakasih sekali.
jika bapak tidak keberatan, bolehlah bercerita tentang princeton kepada saya by email saya widhiyani@yahoo.com
oh ya saya juga seorang wirausaha pak.
suwun
15 Februari 2010 pada 8:58:26 |
Mbak Widhiyani,
Terima kasih dan salam kenal juga. Sebenarnya saya tidak banyak mengeksplorasi kota Princeton. Tapi saya coba kirim email ke Anda deh.
Senang saya mendengar Anda sedang menulis novel. Gak sabar ingin turut membacanya. Maju terus dan berkarya. Juga di bidang wirausaha. Salam.
1 Maret 2010 pada 18:26:36 |
Hai Om …………aq Vina Samantha Kharie Mungkin Om pernah dengar dengan nama belakang Q, Q dulu juga pernah tinggal di lebong tandai tapi waktu itu Q masih zKecil sekali……………….Om hebat seperti PP Q samapai sekarang masing bertahan tinggal di lokasi yang sepi dan jauh dari keramaian.
2 Maret 2010 pada 0:52:08 |
Hi Vina… Saya senang Vina mau mengontak via blog saya ini, terima kasih ya. Semoga selalu sukses dengan pekerjaannya. Salam juga buat papa.
10 Maret 2010 pada 8:31:56 |
salam kenal om yusuf…pengalaman manca negara boleh juga ruh dibuah sinetron…hehehee..kapan-kapan dolan ke madurejo mboleh daa…
salam kenal
Rusman
10 Maret 2010 pada 10:19:26 |
Dengan senang hati, monggo mas. Salam kenal kembali…
29 Mei 2010 pada 7:33:53 |
Selamat Pagi, pak Yusuf Iskandar
Membaca seluruh tulisan bapak waktu bapak masih di kota Kendal dan sering nonton panggung musik rock di THD Semarang , mengingatkan saya pada hobby saya sendiri waktu remaja tsb, yaitu lihat AKA, Terncem, Godbless manggung terutama SuperKids.
Kemudian membaca tulisan Bapak tentang KalTim mengingatkan saya pada salah satu tempat tinggal terdahulu, Balikpapan, Bontang dan perjalanan2 daratnya.
Tentang USA juga mengingatkan saya pada beberapa kali trip ke USA
yang lalu a.l Houston-Alvin-Galveston, Buffalo-Batavia dan Denver.
Hebat… anda berani setir sendiri menjelajah via darat yang sungguh luas2 dan jauh2 tersebut
Kemudian terakhir tulisan tentang merintas Wirausaha.
Senang membaca tulisan2 anda. Salam
31 Mei 2010 pada 9:34:57 |
Pak Nugroho,
Rupanya kita punya kesukaan yang sama tentang musik. Juga jalan-jalan…hehe… Saya sempat menjelajah di kota2 yg Anda sebut di USA itu, via darat sehingga bisa mampir-mampir. Asyik sekali. Terkadang rindu saya ingin mengulanginya. Tapi, biaya? Wow…tak terjangka lagi. Senang saya menerima sharing Anda, dan terima kasih banyak. Slm
12 Juli 2010 pada 14:05:38 |
salam kenal pak
senang sekali menemukan blog bapak . saya dari bengkulu utara, lahir disana malah. di Arga makmur-nya, tapi sekarang sudah 5 tahun ini di bandung.
12 Juli 2010 pada 20:53:46 |
Salam kenal kembali. Saya pernah tinggal 6,5 tahun di Lebong Tandai (1988-1995). Arga Makmur cukup saya kenal walau tidak terlalu banyak karena hanya sempat numpang lewat beberapa kali saja. Terima kasih.
23 September 2010 pada 13:35:02 |
salam kenal pak yusuf
sukses selalu ya…
24 September 2010 pada 13:13:07 |
Salam kenal kembali dari saya. Dan salam sukses juga untuk Anda. Terima kasih sapaannya.
25 September 2010 pada 19:41:03 |
salam kenal pak…. tulisannya bagus2, saya dari balikpapan , terimakasih sudah memuji kota saya tinggal kota yg bersih ,tidak ada kemacetan, gimana cara nya punya blog pribadi seperti yag bapak punya,bukan wordpress,blogger atau multiply terimakasih.sebelumnya
29 September 2010 pada 23:23:58 |
Terima kasih kembali, mas Danang.
Saya memang memakai blog gratisan. Kalau yg bukan gratisan tentu harus menyewa nama sendiri dan juga server penyimpanannya. Utk itu harus langganan berbayar. Penjelasannya terlalu panjang. Tapi sebenarnya penjelasan tentang hal itu sangat banyak dan mudah diperoleh di internet. Coba saja “search” dgn kata kunci “personal blog” atau “personal web” atau yg semacam itu. Paling praktis kalau Anda punya teman yg familiar dgn hal ini, sehingga lebih jelas. Terima kasih & salam.
13 November 2010 pada 13:15:31 |
salam kenal dr saya pak yusuf…..
saya ferdino mustika,anak dr bapak mulyono mantan karyawan pt.lusang mining…mskpun saya blm kenal dg bapak,tp saya senang ada seseorng atau lebih yang mengulas tentang pt.lusang mining tempo dlu,teutama lebong tandai..karena saya kelahiran desa lebong tandai….
saya juga sdh baca crt yg bapak tulis…saya kagum akn prjlann bapak…..
slm untuk keluarga bapak…smg bsukses selalu…
salam saya dri anak lebong tandai……
16 November 2010 pada 21:53:03 |
Ferdino, banyak terima kasih atas kunjungan dan perhatiannya. Titip salam untuk Pak Mulyono ya…
14 November 2010 pada 5:29:38 |
Pak Yusuf.
Saya sangat tertarik ceritanya dan saya sangat bangga. sebab saya Ex anak buah bapak di PT Lusang Mining.di tahun 1991 – 1993. sekarang saya bekerja di PT Redpath Indonesia ( Freeport ). dengan jabatan yang cukup lumanya Saat ini.
Saya kenal bapak waktu itu adalah yang sangat Smart and good boss.
Congratulation my Boss.
Salam.
Parlin
16 November 2010 pada 21:54:30 |
Parlin, banyak terima kasih. Tentu saya masih ingat Anda. Good luck, ya…. Semoga semakin sukses meniti karir. Slm
7 Maret 2012 pada 20:38:43 |
Assalamualaikum pak yusuf
Salam kenal dari saya pak ,
Membaca cerita-cerita perjalanan dan penjelajahan bapak di berbagai daerah sungguh menyenangkan pak.
Terlebih lagi, saya juga memiliki hobi berkendara untuk cruising atau menjelajah daerah-daerah yang belum pernah dikunjungi. Oleh karena itu, saya tertarik sekali dengan berbagai cerita perjalanan bapak. hehe
saya lihat dari cerita-cerita bapak, sepertinya bapak juga hobi berkendara yah, soalna sebagian besar dari cerita bapak, bapak traveling dengan berkendara/mengemudi sendiri.
sama dengan hobi saya pak, hehe.
Mungkin sekali waktu, bapak bisa mampir dan sharing berbagai pengalaman bapak di komunitas saya di kaskus.
“Pantura Cruiser Community”. Sebuah komunitas yang anggotanya memiliki hobi yang sama dengan bapak, yakni berkendara, cruising, dan traveling..
OK deh pak, mungkin segitu dulu perkenalan dari saya pak,
sukses slalu untuk bapak
terima kasih
wasalam wr wb
-Ratiyan Munggaran Atmadja-
28 Mei 2012 pada 9:21:21 |
Alaikum-salam wr.wb.-
Banyak terima kasih pak Ratiyan (maaf terlambat membalasnya). Rupanya kita memiliki kesukaan yang sama. Semoga ada kesempatan untuk berkolaborasi blusukan ke wilayah yang belum banyak dikunjungi. Salam kenal kembali dan salam sukses juga untuk Bapak & rekan-rekan semua. Wass.