Salah satu hal yang saya apresiasi pada anak lanang ketika mendaki gunung adalah dia mau kirim kabar setiap ada sinyal. Memang itu yang selalu saya wanti-wanti. Sebagai ortu bukannya mau “memata-matai” atau tidak percaya, melainkan ada aspek lain yang sulit dijelaskan ketika komunikasi selalu terbangun.
Sambil bercanda saya katakan: “Kalau petugas pemantau gunung sudah ada, maka anggap saja bapak ini petugas pemantau pendakinya”.
Yogyakarta, 28 Juni 2011
Yusuf Iskandar