Database toko tiba-tiba menghilang tak tahu rimbanya, padahal komputernya tidak diapa-apakan. Karuan saja ‘boss’ saya panik, karena saat transaksi harus pakai kalkulator bakul beras yang angkanya besar-besar setelah lebih dulu lihat label harga.
Untungnya secara periodik selalu di-back up. Tapi tak ayal untuk me-restore harus thunak-thunuk (jalan meraba-raba) karena tidak ada yang paham urusan itu. Tetap saja harus membuang waktu yang tidak perlu. Uuuugh..!
Yogyakarta, 8 Juni 2011
Yusuf Iskandar