Dari Jakarta Ke Jogja Melalui Pantura

Pengantar:

Catatan berikut ini adalah penggalan catatan perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta melalui jalur darat pantura pada tanggal 20-21 Mei 2011. Catatan ini saya tulis sebagai cersta (cerita status) di Facebook. Sekedar ingin berbagi cerita.

——-

Meninggalkan Jakarta Menyusuri Pantura

Makan siang di restoran Sukamie, Gedung Sakti Plaza, Jl. MT Haryono, Jakarta. Pilih, pilih, menu sederhana, mie ayam jamur. Taste standar (standar enak maksudnya) harga wajar. Katanya: “Cobain aja se-sukamu…”, asal tetap mbayar

Restoran ini sebenarnya asal pilih saja yang dekat dengan jalan tol sebab perjalanan darat menuju Jogja via pantura segera dimulai, setelah tadi pagi datang ke Jakarta via udara.

***

Senja di pantura… (Mandalawangi, Subang, Jabar)

Perjalanan sore dari Cikampek menuju Cirebon, mau sholat ashar cari masjid yang ada cafe-nya biar bisa sambil istirahat ngupi. Karena tidak ketemu, ya akhirnya sholat dulu di masjid Al-Barokah, Mandala Wangi, Sukasari, Subang. Setelah itu baru mampir ngupi di sebuah SPBU yang ada cafe-nya.

Alhamdulillah, lega… Tunai sudah dua keinginan terpenuhi. Tapi perjalanan muaaceet puanjaaaang… Ada penyempitan pembuluh jalur pantura…

***

Menjalani jalur patura lintas Subang-Indramayu-Cirebon harus agak mengendurkan otot sabar. Banyak penyempitan pembuluh jalan utama dari dua lajur menjadi satu lajur. Lebih-lebih menjelang jalan layang Pamanukan, petang tadi perlu waktu hampir dua jam untuk lolos dari kawasan itu. Kondisi jalannya sebenarnya rata tapi tidak halus (atau, halus tapi tidak rata?). Perlu agak menahan nafas saat melaju agak kencang.

——-

Mangga Gincu Indramayu

Bahkan di Indramayu, buah mangga pun bergincu (bagian pangkal buahnya lebih kemerahan), disebut mangga gedong gincu yang ketika tampil di etalase supermarket harganya lumayan mahal.

Maka kalau ingin yang bergincu dan murah, datanglah langsung ke daerah asalnya di Indramayu, mangga gincu maksudnya. Jangan diragukan nikmatnya. Selain karena tampilan warnanya yang menggairahkan walau profilnya kecil, tapi rasanya memang ehmmm…

***

Mangga gedong gincu — mangga khas Indramayu yang rasanya manis dan legit. “Seperti permen”, kata teman saya. Di kios-kios buah pinggir jalan raya Indramayu-Cirebon, ditawarkan dengan harga Rp 18.000,-/kg. Selain ada juga mangga indramayu yang taste-nya mirip mangga sengir.

***

Melintasi penggal jalan tol Cirebon-Pejagan saat jam 10 malam, terasa benar sepinya. Melaju dengan kecepatan 80 km/jam terkadang serasa lenggut-lenggut seperti sapi tapi lebih sering loncat-loncat seperti kuda.

Kali ini bukannya menahan nafas tapi seakan-akan malah turut ngos-ngosan… Perlu lebih berhati-hati, sebab kondisi jalan yang ini memang halus tapi tidak rata…

——-

Nasi Jamblang “Ibu Nur” Cirebon

Sega (nasi) Jamblang khas Cirebon yang aslinya dibungkus daun jati itu kini disajikan di atas piring yang beralas daun jati. Salah satunya yang cukup terkenal adalah nasi jamblang Ibu Nur di Jl. Tentara Pelajar, Cirebon.

***

Kekhasan nasi jamblang itu sebenarnya ada pada rasa nasinya yang dibungkus daun jati. Di warung Ibu Nur, Cirebon, daun jatinya untuk lambaran (alas) nasi di piring. Tinggal minta berapa sendok nasinya karena tiap sendok ada harganya. Begitu pun dengan sambalnya. Lauknya tinggal pilih dan ambil sendiri. Ada lebih 20 pilihan lauk tersedia di panci.

Saat hitung-hitungan dengan kasir sebelum pulang, jangan menjadi ‘darmaji’ (dahar lima ngaku hiji), kecuali lupa.

***

Warung Ibu Nur ini sangat sederhana, cukup disediakan bangku panjang berjajar di depannya seperti arena nonton film ‘misbar’. Taste-nya sebenarnya biasa, standar saja. Tapi lebih pada nuansa swalayan, makan sambil duduk di bangku di emperan pinggir jalan, beratap langit, dijamin waktu gerimis pasti bubar, apalagi hujan.

Puas makan nasi jamblang, belum lama melanjutkan perjalanan meninggalkan Cirebon, mata segera terasa berat, nguwantuuk…

——-

Tiba Di Jogja

Menjelang jam 6 pagi akhirnya saya tiba di rumah. Perjalanan 15 jam Jakarta-Cirebon-Semarang-Jogja diselesaikan dengan nunggang sejenis kijang. Sempat lompat-lompat di jalur pantura yang kondisinya beraspal halus tapi tidak rata.

Lidah sudah kebelet, tidak sabar ingin segera duduk manis melahap mangga gincu Indramayu. Tidak lama gantian perut yang kebelet, tidak sabar ingin segera duduk manis juga, membuang hajatnya. Alhamduliah untuk kedua kebelet itu…

***

Mangga gincu dari Indramayu yang manisnya…hmmhhh..! Kucoba-coba menanam mangga, mangga kutanam gincu kudapat… Maksudnya menanam sendiri dari pelok-nya (pelok: isi/biji buah mangga)

Yogyakarta, 20-21 Mei 2011
Yusuf Iskandar

About these ads

Tag: , , , , ,

9 Tanggapan to “Dari Jakarta Ke Jogja Melalui Pantura”

  1. mbojosouvenir Says:

    selamat datang kembali di kota Jogja, salam kenal :D

  2. breitling for bentley Says:

    I just appriciate this blog..awesome

  3. kisah sukses clickbank Says:

    kembali ke jakarta cukup 45 menit saja..!

  4. ajaq Says:

    salam
    saya baru balik dari LCCT airport Malaysia menghantar sepasang sahabat yang sebelum ini sama menuntut di Adelaide, Australia.

    3 hari pasangan ini di Malaysia. Kami sekeluarga menemaninya bersiar di Kuala Lumpur dan di Melaka.

    Ingin sekali ke Jogjakarta. Bagaimana mahu ke sana dari Jakarka?

  5. Yuniar Rusli Says:

    Jakarta – Jogjakarta sebaiknya via air plane dgn harga 200 RM – kalau naik bis sekitar 100 RM. Saya jug abaru datang dari Kuala Lumpur kemarin

  6. Mini Mut Says:

    seru juga……kapan ya ke jogja

  7. nanapramana@yahoo.co.id Says:

    sya jga baru aj dtg dr tangerang ke jogja lwat cengkareng, asyik bro lwat udara pemandangannya

  8. Marda Rusydi Says:

    Saya ada rencana mau ke Yogja..dari Jakarta, kasih saran dong…krn saya belum pernah bawa mobil kesana…! baik itu tmpt makan, sholat dan mau mampir2 jg biar nga” cape ! trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: