Pagi umun-umun ada kucing kerah (berkelahi) di belakang rumah. Suaranya mbeker-mbeker (melengking) seperti suara motor Ninja yang sedang dipanaskan anak lanang. Bedanya kalau anak lanang saya tegur, kalau kucing kubiarkan saja karena duet suara 1-2 kucing itu jarang saya nikmati, sekalian biar yang masih tidur pada bangun…
Dari kamarnya, ibunya anak-anak tanya: “Gitu itu lagi ngapain sih?”. Jawabku: “Ya tengkarlah, masak kawin teriak-teriak, apalagi main catur…”.
Yogyakarta, 19 Mei 2011
Yusuf Iskandar