Arsip untuk Januari, 2011

Tidak Jadi Pesan Makan Di Kereta

26 Januari 2011

Di perjalanan kembali ke Jogja dari Jakarta tadi malam, naik KA Bima Jakarta-Surabaya. Terkadang kurang pede untuk pesan makan di kereta. Nasi goreng, beef steak, sup iga?

Kucoba datang ke gerbong restorasi, mau pesan mie instan saja dengan harapan dibuatnya pasti instan. Setelah kulirik mie instan milik orang lain kok jadi nggak selera (harusnya memang bukan dilirik tapi dimakan saja…). Ya sudah, pesan kopi saja sambil nonton video ndang ndutan…

Yogyakarta, 13 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Kreatifitas Pagi

26 Januari 2011

Singkong yang kurebus dan kunikmati tadi malam (belum makan malam, wong nggak pakai nasi), pagi ini masih tersisa beberapa potong. Aha…kreatifitas pagi segera dimulai.

Singkong kuhangatkan di rice cooker, lalu kulumatkan dengan ulek-ulek sehingga menjadi uli. Lalu, kun fayakun..! Jadilah getuk.., asale seko telo (terbuat dari ketela). Dipadu dengan secangkir kopi robusta, untuk pengganti sarapan (tetap saja, belum makan pagi, wong nggak pakai nasi…).

Yogyakarta, 11 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Jadilah Bintang Terang

26 Januari 2011

Sebuah bintang terang di sudut timur
menemani segenap penghuni bumi
untuk berjumpa dengan matahari
sang penerang dunia

Walau para penghuni bumi lupa memohon, bahkan berharap kehadirannya tiap hari matahari akan tetap setia hadir membawa cahayanya

Jadilah bintang terang
kesetiaannya tak pernah berubah
Jadilah matahari
kesetiaannya tanpa pamrih
yang akan tetap tersenyum walau seluruh penghuni bumi menangis

Yogyakarta, 11 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Singkong, Kopi Dan Sensasinya

26 Januari 2011

Hujan turun sejak sore hingga malam di Jogja. Itu sudah berlangsung beberapa hari terakhir ini. Bedanya pada malam ini, saya merebus singkong dan menyeduh secangkir kopi. Singkong saya bawa hasil mbedol sendiri dari kampung di Weleri, Kendal. Kopinya kopi Aroma oleh-oleh dari Bandung. Semua fanas (saking panasnya) dan dimakan di saat cuaca hujan deras.

Uuufff..! Sensasinya tak terkatakan. Tapi tetap saja belum makan, lha wong belum makan nasi…

Yogyakarta, 10 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Pak Beye Presidenku

26 Januari 2011

Lama-lama pak Beye presidenku ini kok menggemaskan… Perkara-perkara yang strategis, kritis dan harus deal dengan waktu yang mestinya perlu sedikit sentuhan “tangan besi” dibiarkan kampul-kampul mengambang dan berpotensi tak terkendali (tidak cepat diatasi) seperti lahar dingin Merapi yang menggelontor melabrak apa saja… Sedang urusan yang tidak strategis at the moment, malah dipoles dengan finishing yang cantik dan artistik, tapi menjengkelkan. Hmmhhh, tak gemez-gemezin..!

Yogyakarta, 10 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Ketika Pikiran Nggak Puguh

26 Januari 2011

Beberapa hari terakhir ini pikiranku suntuk, nggak puguh tak berujung-pangkal. Sudah dibaca-bacain segala macam, dari koran sampai Qur’an, belum juga hilang. Hari ini usai nyuci mobil (mbayar orang lain tentu saja), kekesalanku memuncak. Langsung saja mampir warung, lalu nyoto yang puedasss.

Huah, hilang suntuknya… Ya hanya saat kepedasan itu saja, setelah itu ya balik nggak puguh lagi… Tapi tetap alhamdulillah, sepertinya sudah lama tidak menikmati suasana nggak puguh.

Yogyakarta, 10 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Waspadalah! Jamannya Tipu-tipu

26 Januari 2011

Seseorang mengaku Polisi dari Polwil Jogja, nama Bambang (HP 081398898222) telpun dengan arah bicara tidak jelas, lalu janji mau telpun lagi. Saya curiga, di Jogja tidak ada Polwil dan cara bicaranya mencurigakan. Segera saya beritahu anak-istri untuk waspada.

Ketika dihubungi oleh famili yang juga Polisi, mas Bambang mengaku dari Poltabes Semarang. Diajak ketemu langsung tutup telpun dan SMS tidak dibalas. Jadi? Waspadalah! Sedang jaman tipu-tibu, kelas kakap maupun truwelu.

(Note: truwelu = kelinci)

Yogyakarta, 10 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Ketika Cabe Mahal

26 Januari 2011

Harga cabai naik setinggi langit. Menteri Pertanian menyarankan gerakan menanam cabai. Setiap rumah tangga disarankan menanam cabai agar 2-3 bulan berikutnya tidak mengalami kesulitan jika harga cabai mahal.

Sebagai orang kampung, itu langkah coro bodon (cara bodoh) yang sebenarnya baik-baik saja. Tapi sebagai elite, mestinya jangan berhenti di situ, pasti ada langkah cerdas dapat dilakukan. Takutnya, kalau nanti harga kelapa yang meroket…

Yogyakarta, 10 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Trip Back to Jogja

10 Januari 2011

Trip back Kendal-Semarang-Magelang-Jogja… Jalan malam untuk menghindari kepadatan di akhir pekan, tapi hujan hampir di sepanjang perjalanan sekitar 150 km. Tengah malam baru masuk rumah, langsung nggeblak…

Memang bukan kali kemarin saja seharian nyopir agak jauh sendirian, tapi kali ini kok kepala terasa berat. Tapi, alhamdulillah sampai rumah…

Yogyakarta, 9 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Memanfaatkan Sepetak Tanah

9 Januari 2011

Masalahnya adalah, siapa yang telaten (tekun dan sabar) memanfaatkan sepetak tanah, mengolah seperlunya, menyebar bibit cabe, menyiramnya, menunggunya 2-3 bulan… Lalu diceplus (dimakan) sampai mulas… (Desa Tanjungsari, Kec. Rowosari, Kendal)

Kendal, 8 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Istirahat Di Ngadirejo

9 Januari 2011

Istirahat sejenak di Ngadirejo, penggal jalan antara Parakan – Sukorejo menikmati pemandangan luas di kaki utara gunung Sindoro yang berkabut, berhawa segar…

Temanggung, 8 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Trip to Kendal

9 Januari 2011

Trip through Jogja-Magelang-Temanggung-Weleri-Kendal… Tidak padat, tidak merayap, tidak ramai, tidak…eh, lancar ding… Sengaja berhenti beli bengsin (pakai sisipan ‘ng’) di kawasan Temanggung-Parakan yang berpemandangan indah gunung Sindoro dan berhawa sejuk. Sejenak bermesraan dengan waktu dhuha… (Mau bermesraan dengan yang lain, lha wong perginya sendiri).

Temanggung, 8 Januari 2011
Yusuf Iskandar

“Selamat Jalan Mas Win”

9 Januari 2011

Kematian sering datang begitu tiba-tiba dan mengagetkan. Tapi sering juga kekagetan itu hanya berlangsung sesaat, setelah itu lupa. Sampai kemudian akan dikagetkan lagi dengan kematian lainnya…

Ir. M. Winanto Adjie, MT, dosen kami di Jurusan Tambang UPN “Veteran” Yogyakarta telah berpulang kemarin, Kamis, 6 Januari 2011, dalam usia 62 tahun. “Selamat jalan, Mas Win. Semoga ada di tempat sebaik-baiknya di sisi Allah swt. Jasamu akan terus kami kenang”.

Yogyakarta, 7 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Sehari di Glagaharjo

9 Januari 2011

(1)

Siang tadi menuju ke dusun Kalitengah Lor, desa Glagaharjo, Cangkringan, menyalurkan bantuan “Freeport Peduli”. Berombongan membawa seng, bibit tanaman, sekalian menyaksikan penyelesaian sebuah warung contoh, di tengah kawasan terbuka yang masih nampak gersang.

Atas sumbangan seorang rekan, sebuah HT juga disumbangkan bagi operasi Relawan di sana (terima kasih untuk mas Samesto).

(2)

Walau sebagian besar warga Glagaharjo masih berada di pengungsian, bantuan bibit tanaman keras seperti sengon, mahoni, petai, alpokat dan klengkeng, siang tadi diterima warga dengan sangat antusias. Sekedar sebagai langkah awal upaya penghijauan kembali kawasan yang nyaris tak satu pohon pun tersisa oleh hempasan awan panas. Masih dibutuhkan ribuan bibit tanaman apa saja, sementara belum ada tanda-tanda bantuan dari pemerintah…

(3)

Warung contoh itu sangat sederhana. Ukuran 3 m x 3 m, konstruksi bambu, atap asbes, dinding gedek (anyaman bambu), lantai semen. Biaya pembuatan Rp 1,8 juta, termasuk perlengkapan seperti termos, piring, gelas, kompor dan tabung gasnya, tapi belum modal isinya.

Beberapa warung sejenis rncananya akan disiapkan, bukan saja di Glagaharjo, (tapi) juga Kepuharjo dan Kinahrejo. Tergantung sumberdananya. Berharap pemerintah? Uuugh…

(4)

Sebut saja warung Mandiri (mencari donatur sendiri), “Biayanya murah banget”, kata seorang teman. Benar, karena bukan dibangun oleh pemborong alias tidak ada margin dalam pekerjaan penyiapannya, melainkan bergotong royong oleh sesama relawan dan warga.

Sebuah warung contoh hari ini diselesaikan, insya Allah menyusul berikutnya. Hanya diperuntukkan bagi warga yang benar-benar berjiwa wirausaha. Ya, selektif memang…

——-

(5)

Sebuah batu besar (orang setempat menyebutnya batu”macan”) yang terbawa lahar dingin dari hulu sungai Gendol, kini nongkrong di tengah jalan penghubung antara Bronggang (barat sungai) dan Gadingan (timur sungai) desa Agomulyo, Cangkringan, yang melintas di atas dam sabo.

——-

(6)

Mbah Sarto duduk santai di pinggir makam menghabiskan nasi bungkus makan siangnya. Mengaku sebagai keponakan Mbah Maridjan (tapi sama-sama Mbah), Mbah Sarto kini hampir saban hari ngrekso (menjaga) makam Mbah Maridjan di Glagaharjo.

Menurut Mbah Sarto, leluhur Mbah Maridjan memang berasal dari Glagaharjo walau di sisa usianya Mbah Maridjan menetap di Kinahrejo, desa di sebrang sungai Gendol dan sama-sama berada paling ujung di kaki Merapi.

(7)

Mbah Sarto Tiyoso (keponakan Mbah Maridjan) bangga bisa ngrekso (menjaga) makam Mbah Maridjan di Glagaharjo, Cangkringan. Makan Mbah Maridjan sendiri belum (atau tidak?) dibatu nisan dan nampak retak di seputar tanahnya akibat diguyur hujan terus menerus beberapa hari terakhir ini.

Yogyakarta, 6 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Pentingnya Struk Bukti Transaksi

9 Januari 2011

Ada kebiasaan salah kaprah di toko kecilku “Bintaran Mart”, yaitu kasirnya sering menganggap sepele soal kertas struk bukti transaksi. Dimana struk tidak selalu diberikan kepada pembeli kecuali jika memintanya.

Kebiasaan ini harus diubah. Diminta atau tidak, struk harus diberikan. Selain karena itu hak pmbeli, struk adalah sarana promosi sama seperti menyebar brosur. Ada sebagian yang langsung dibuang, tapi ada sebagian yang dibawa pulang dan entah terbawa kemana lagi…

Yogyakarta, 5 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Makan Siang Menu Kepiting Bakar Madu

9 Januari 2011

Aslinya tujuan saya siang tadi mau membayar pembelian material bangunan untuk bantuan Merapi ke toko milik seorang sahabat. Lha kok nyonya toko tiba-tiba menawari makan siang dengan menu spesial masak sendiri, kepiting bakar madu. Waaa…, yo uedan kalau sampai ditolak. Uuuh-alhamdulillah!

Yogyakarta, 5 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Ketika Bingung Memilih HT

9 Januari 2011

Masuk ke toko spesial jual HT (Handy Talky), berniat membeli sebuah untuk disumbangkan kepada relawan Merapi. Oleh penjualnya ditunjukkan seabrek HT dengan berbagai merek dan harga.

Wo’oo…, bingun, aku bingun… Cara termudah, ya tanya: “HT model mana yang paling banyak dibeli oleh mereka yang kerja di Merapi?”. Aha…! Maka pilihan tinggal tiga. Tinggallah mencocokkan antara harga dengan isi kantong…

Yogyakarta, 4 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Resolusi 2011 Ibunya Anak-anak

9 Januari 2011

Resolusi 2011 — Resolusi visi usaha, resolusi bisnis atau resolusi pencapaian omset penjualan, itu biasa. Tapi ibunya anak-anak menancapkan bendera resolusi di belakang rumah.

Tahun 2011, anak-anak harus mulai menyeterika sendiri pakaian masing-masing. Bagaimana caranya dan kapan melakukannya, terserah diatur sendiri. Disediakan “hotline” kalau ada kesulitan. Jreng…! Wajah senyum kecut mengiringi…

Yogyakarta, 3 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Hari Pertama Masuk Sekolah

9 Januari 2011

Hari ini hari pertama masuk sekolah di tahun 2011 di Jogja. Pagi-pagi masuk SMS di HP ibunya anak lanang, yang rupanya dari temannya salah kirim (anak lanang memang suka pinjam HP ibunya kalau sedang kehabisan pulsa. Tapi, “kalau”-nya itu sering…). Isinya, janjian ketemu di warung burjo (bubur kacang hijau).

Kubilang kepada anak lanang: “Lho iki piye to, Le (gimana to ini)? Opo sekolahmu pindah…?”.

Yogyakarta, 3 Januari 2011
Yusuf Iskandar

Sate Klatak Pasar Jejeran Bantul

9 Januari 2011

Malam ini saya hadir di sebuah acara syukuran. Acara makan ala prasmanan sudah tersedia, alhamdulillah. Tapi tunggu dulu.., nampaknya saya harus lebih alhamdulillah. Itu di teras samping ada sate dan gule kambing.

Wauw..! Sate klatak dari pasar Jejeran, Pleret, Bantul, rupanya. Ini sate yang sudah kondang di dunia persatean Jogja. Ya jelas saja, 12 tusuk sate dan sepiring gule dengan nasi sedikiiit.. (untuk pantas-pantas), buablasss masuk tembolok. Hmmm…

Yogyakarta, 1 Januari 2011
Yusuf Iskandar


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.