Arsip untuk Desember, 2010

Ketemu Penjaga Mushola

20 Desember 2010

Masih ada beberapa menit di Stasiun Hall Bandung sebelum peluit kereta Lodaya menandai keberangkatanku ke Jogja tadi pagi. Kusempatkan menemui pak Syahroni, sang penjaga mushola yang kepingin naik haji itu. Bercengkerama sambil ngopi di kantin Teratai.

Dengan haru pak Syahroni menitipkan terima kasih dan salam kepada segenap teman yang telah bersedekah mengawali rencana pergi hajinya. Kukatakan: “Allah swt. sedang bekerja menyusun jadwal untuk keberangkatan bapak…”.

(Lihat : Sang Penjaga Mushola Yang Ingin Naik Haji)

Bandung, 21 Nopember 2010
Yusuf Iskandar

Subuh Di Haur Mekar

20 Desember 2010

Pagi tadi aku berkesempatan untuk sholat subuh di masjid yang terakhir aku sholat subuh di sana lebih 20 tahun yll. Masjid itu, “Al-Muntasyir”, berada di tengah pemukiman padat Haur Mekar Bandung, tepat di belakang tempat kostku. Ada rasa haru mengingatnya.

Masjid itu sudah sangat berubah dibanding dulu. Sekarang jauh lebih bagus kondisinya. Tapi ada yang tidak berubah…, jamaah subuhnya tetap kurang dari satu shaf (baris)…

Bandung, 21 Nopember 2010
Yusuf Iskandar

Semalam Di Haur Mekar

20 Desember 2010

Semalam di Haur Mekar, Bandung… Kuniatkan untuk menjumpai orang-orang tua, sesepuh yang dulu sangat kurasakan kebaikannya. Ada yang ternyata sudah lebih dahulu berpulang (semoga Allah menerima ibadahnya), ada yang tidak berhasil kutemui (semoga aku masih punya sempat di lain waktu), tapi ada yang begitu sukacita menyambut silaturrahimku…

Alhamdulillah, aku masih sempat menatap wajahnya yang nampak letih di penghujung usianya yang kini menjelang 70 tahunan…

Bandung, 20 Nopember 2010
Yusuf Iskandar

Keluarga Haur Mekar C-41

20 Desember 2010

Menghadiri acara pernikahan seorang sahabat di Bandung, menjadi kesempatan silaturrahim bertemunya (walau tidak semua) sebuah keluarga besar yang lama saling terpisah. Keluarga besar itu adalah teman-teman sekost yang telah 20 tahun tidak bertemu. Keluarga besar yang akan terus kukenang. Keluarga Haur Mekar C-41 Bandung, di seputar tahun 1986-1988.

Bandung, 20 Nopember 2010
Yusuf Iskandar

Jajan Pasar Di Acara Pernikahan

20 Desember 2010

Aneka jajan pasar, di sebuah acara syukuran pernikahan seorang teman di Bandung utara.

Bandung, 20 Nopember 2010
Yusuf Iskandar

Patin Goreng Lombok Ijo

20 Desember 2010

Ikan patin goreng lombok ijo, di Rumah Makan Sendang Ayu, Kalasan, Jl. Raya Jogja-Prambanan. Taste-nya manstaff nian…

Yogyakarta, 17 Nopember 2010
Yusuf Iskandar

Mbakar Sate

20 Desember 2010

Hari-hari ini adalah hari-hari nyate, mbakar sate maksudnya. Ada jatah si pengkurban yang boleh dimakan sendiri. Tidak ada yang lebih baik antara yang semuanya diberikan kepada orang lain dengan yang sepertiga bagian dimakan keluarga pengkurban sendiri.

Jangan pernah mengira bahwa yang menolak makan yang sepertiga bagian itu lebih baik atau buruk ketimbang yang turut memakannya. Sepanjang keduanya dalam konteks ibadah. Maka hargailah pengorbanan para sapi wal-kambing itu dengan menikmati dagingnya.

Yogyakarta, 16 November 2010
Yusuf Iskandar

Es Rujak Pakualaman Jogja

20 Desember 2010

Siang tadi memperoleh order dari “boss” untuk beli kantong plastik. Ternyata uangnya sisa. Ya apa boleh buat, mampir dulu membeli es rujak di Jl. Harjowinatan, Pakualaman, Jogja.

Gerobak kaki lima Es Rujak Pak Nardi, yang mengusung tagline “pertama di Jogja” dan mangkal di bawah pohon ini memang terkenal hoenaknya. Mak nyusss… (lha wong es).

Yogyakarta, 16 November 2010
Yusuf Iskandar

Tanya Nomor HP Ke Boss

20 Desember 2010

Boss itu harus selalu (dianggap) benar. Saat salah omong pun tetap harus dianggap benar. Begitu pula “boss” saya ketika sedang banyak urusan, pikiran dan tidak mau diganggu.

Ketika kutilpun dan kutanyakan no HP salah seorang pegawainya, jawabnya agak ketus di seberang sana: “Mbok tanya sendiri…! Tilpun saja langsung ke HP-nya…?”.

Weee, lha piye to iki…(gimana sih ini). Kalau saja kutahu yg kumau….

Yogyakarta, 12 November 2010
Yusuf Iskandar

Ada Yang Lagi Ngidam

20 Desember 2010

Tanaman buah kedondong cangkok di belakang toko saya sudah mulai berbuah. Setiap hari segerombol buah itu semakin besar. Kusayang dan kubangga. Tapi akhir-akhir ini kuperhatikan jumlah buahnya semakin berkurang satu demi satu. Hingga akhirnya tinggal sebutir.

Penasaran, lalu kutanya pegawaiku. Dan salah seorang menjawab sambil cengengesan: “Coba tanya sama yang sedang hamil muda itu pak…”. Wooo, pantesan, ada yang lagi ngidam rupanya…

Yogakarta, 11 Nopember 2010
Yusuf Iskandar

Pahlawan, Padamu Kami Mengadu

20 Desember 2010

Narasi penuh semangat keprihatinan yang populer di jaman gerakan mahasiswa tahun 1978 adalah : “Pahlawan, Padamu Kami Mengadu”. Kalau nanti HMS juga dinobatkan sebagai pahlawan nasional, maka salah satunya ya mengadulah pada pahlawan HMS. (Nggak ada bedanya juga, wong semua pahlawan itu sudah pada almarhum…)

(Note: HMS = Haji Muhammad Soeharto)

Yogyakarta, 10 Nopember 2010
Yusuf Iskandar

Makanan Tradisional Di Lempuyangan Jogja

20 Desember 2010

Sebuah gerobak penjual makanan tradisional di kawasan jalan depan pasar Lempuyangan, Jogja. Makanan tradisional: onde-onde (@Rp1000), putu (@Rp500), cenil (@Rp150), klepon (@Rp250). Murah-meriah-hmmmuah…

Yogyakarta, 9 Nopember 2010
Yusuf Iskandar

Batal Seminar

20 Desember 2010

Rencana mengisi seminar pagi ini, tentang berbahasa tulisan di dunia maya, dibatalkan. Kawasan tempat seminar (kampus UPN “Veteran” Yogyakarta) sedang disibukkan sebagai tempat pengungsian sejak memburuknya dampak letusan Merapi tadi malam. Simpan dulu file Powerpoint, diganti dengan penggalangan nasi bungkus…

Yogyakarta, 5 Nopember 2010
Yusuf Iskandar

Sopir Taksi Dan HP-nya

20 Desember 2010

Taksi di lajur kiri agak di depan saya itu mak jegagik…tiba-tiba sopirnya berbuat serong kanan. Tentu saja membuat kaget. Setelah diklakson keras (kalau pelan berarti klaksonnya rusak), alhamdulillah…sopir taksi itu banting setir kembali ke jalan yang benar.

Penasaran, lalu kujejerkan kendaraanku. Eee lhadhalah…, rupanya pak sopir taksi sedang ber-haha-hihi dengan hapenya. Pantesan…, ya gimana mau dapat tarikan.

Yogyakarta, 3 Nopember 2010
Yusuf Iskandar

Temanku Yang Terkena Stroke

20 Desember 2010

(1)

Teman saya yang kena stroke datang ke rumah melapor badannya terasa lebih enak setelah minum jamu sarang semut Papua. Tentu saja masih jauh dari kesembuhan, ibarat menyusuri jalan lintas Trans Sulawesi, ini baru etape awal saja… Setidak-tidaknya dia merasakan badannya lebih enteng dan enak. Tapi justru karena itu dia jadi semakin tidak betah tinggal di rumah, karena badannya terasa enak buat jalan-jalan. Waaah…ya justru ini yang saya khawatirkan…

(2)

Masih tentang teman yang terkena stroke, sambil klecam-klecem (cengengesan) berkata: “Aku masih belum bisa gini...” (Maaaaaf, kata gini mewakili ekspresi kelelakiannya. Saya tidak bermaksud “horror”, tapi itulah potensi mimpi buruk yang dialami penderita stroke).

“Kata dokter, saya harus sabar menghabiskan obatnya dulu…”, jelasnya memelas. Sangat bisa saya pahami.

Pesan yang dapat saya sampaikan: “Semoga kamu dan istrimu masih memiliki cukup kesabaran…”.

Yogyakarta, 1 Nopember 2010
Yusuf Iskandar

Bukan Anak Anjing Tapi Batu

20 Desember 2010

Setelah ‘kresss’…mobil yang kunaiki melindas sesuatu menjelang kota Donggala tadi pagi, pak Sopir tampak gelisah, lalu mengurangi laju mobilnya yang sebelumnya ngebyut-byut. Aku bergumam: “Tadi itu anak anjing. Salah sendiri, tiduran kok di tengah jalan”.

Pak sopir menimpali santai: “Bukan pak. Itu tadi batu…”. Sejenak aku terpana…, lalu berkata: “Iya pak, tadi itu batu…”, lalu kata batinku: “dan batu itu bernama anak anjing…”.

Yogyakarta, 30 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Secangkir Kopi “Harapan”

20 Desember 2010

Saya ingat pesan mas Aceng alias Arif Abdullah pemilik warung kopi “Harapan” Palu, dengan gaya canda kira-kira katanya: Bagi penikmat kopi, jangan tinggalkan Palu sebelum menikmati kopi “Harapan”. Sempat kubujuk dia, datanglah ke Jogja dan bukalah cabang di sana…

Malam ini, begitu tiba di rumah, secangkir kopi “Harapan” langsung saya seduh…. Uuugh, nikmatnya. Aromanya tidak seberapa, tapi sensasi kentalnya mroso tenan, theng-nya mantaff…

Yogyakarta, 30 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Tiba Kembali Di Jogja

20 Desember 2010

Alhamdulillah, akhirnya malam ini saya tiba kembali di Jogja. Setelah menempuh perjalanan poanjang Jogja-Makassar-Mamuju-Palu-Makassar-Surabaya-Jogja, selama lima hari. Bandara Adisutjipto memang katanya tadi pagi sempat ditutup sebentar. Alhamdulillah juga, masih sempat merasakan rumah yang ngeres (apa ya bahasa Indonesianya? Sedikit kotor oleh debu, begitulah…).

Yogyakarta, 30 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Seorang Nenek Dan HP-nya

20 Desember 2010

Pesawat Wings Air segera tinggal landas dari bandara Mutiara Palu. Seorang nenek di kananku terlihat bingung karena HP-nya tak henti-henti menderingkan suara kodok. Saking gugupnya HP lalu dimasukkan ke dalam tas tangannya. Ya tetap saja terdengar suara kodoknya. Lalu dikeluarkan lagi. Rupanya si nenek tidak bisa mematikan HP-nya. Maka pesannya adalah: Jangan sekali-sekali membeli HP yang tidak bisa dimatikan. Belilah HP yang ada tombol “Mati”-nya.

Makassar, 30 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

“Sang Kondektur”

20 Desember 2010

Di bandara Sultan Hasanuddin Makassar, di ruang tunggu Gate 5, seorang petugas Wings bin Lion Air berteriak-teriak sambil mondar-mandir seperti kondektur bis AKAP (Antar Kota Antar Propinsi).

Karena penasaran kudekati “sang kondektur” ini, lalu kutanya: “Jurusan mana mas?”. Jawabnya: “Baubau…”.
“Ooo saya kira jurusan Surabaya. Saya mau naik Lion yang ke Surabaya…”, kataku.

Makassar, 30 Oktober 2010
Yusuf Iskandar


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.