Arsip untuk November, 2010
28 November 2010
Nissan Navara double gardan itu meliuk-liuk melalui jalan batu perbukitan, dari Karossa menuju desa Sanjango, seolah mengikuti irama lagu disco ndang-ndut yang diputar pak sopir berulang-ulang.
Lagu “Cinta Satu Malam” dinyanyikan Melinda, disambung lagu “Capek Deh”…
Cape deh, ngurusin kamu
Cape deh, terserah kamu
Membuat kepala nyut-nyutan. Bukan karena lagunya, tapi lengkingan volumenya berkekuatan penuh seperti tim Densus 88 menguber teroris.
Sanjango – Karossa, 28 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:capek deh, cinta satu malam, karossa, melinda, sanjango
Ditulis dalam > Trans SULAWESI Makassar - Palu, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
28 November 2010
Maka sampailah ke Sanjango, desa terakhir sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki beberapa kilometer lagi menuju perbukitan lokasi survey batu besi. Perbekalan pun sudah disiapkan untuk tinggal di camp (istilah halus untuk bedeng) di hutan. Hanya saja, sudah siap-siap memanjat pohon untuk mendapatkan sinyal, karena di sini tidak ada yang jual…
Sanjango – Karossa, 28 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:batu besi, bedeng, karossa, sanjango, survey
Ditulis dalam > Trans SULAWESI Makassar - Palu, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
28 November 2010
Seorang sahabat mengirim pesan doa : “Semoga kesulitan bersamamu”.
Alhamdulillah… A very challenging message… Adrenalin saya meningkat sebab saya akan belajar, hanya jika menghadapi kesulitan maka saya akan tahu bagaimana membuatnya menjadi mudah. Sebab saya yakin bahwa di balik setiap kesulitan pasti ada kemudahan (innama’al ‘usyri yushro). Di balik setiap threat pasti ada opportunity. Dan, perjalanan pun kulanjutkan…
Karossa, 28 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:belajar, karossa, kesulitan, opportunity, threat
Ditulis dalam > Trans SULAWESI Makassar - Palu, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
28 November 2010
Jauh sebelum ada Twitter & Facebook, para pemuda Indonesia sudah nyumpah-nyumpah dengan kurang dari 140 karakter :
Kami putra-putri indonesia
Bertanah air satu, tanah air Indonesia
Berbangsa satu, bangsa Indonesia
Berbahasa satu, bahasa indonesia.
Dan, survey membuktikan…..
Karossa, 28 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:140 karakter, facebook, karossa, sumpah pemuda, twitter
Ditulis dalam > Trans SULAWESI Makassar - Palu, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
28 November 2010
Semalam di Karossa… Sebuah kota kecil di pertengahan jalan poros Trans-Sulawesi antara Mamuju (Sulbar) – Palu (Sulteng). Hujan menyambut hingga setengah malam, kompak dengan jadwal nyala listriknya.
Bermalam di penginapan “Makmur”. Ini penginapan benar-benar murah-meriah-sederhana-seadanya, langganan para pejalan jauh dan sopirnya beristirahat atau transit semalam. Sebuah kamar 2 single-bed dan kipas angin seharga Rp 50ribu/malam.
Karossa, 28 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:karossa, makmur, mamuju, palu, trans sulawesi
Ditulis dalam > Trans SULAWESI Makassar - Palu, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
28 November 2010
Hari ini saya baru ngeh bahwa ternyata lokasi yang mau saya datangi ini hanya berjarak 5-6 jam perjalanan dari Palu (Sulteng). Dibandingkan setelah ditempuh dari Makassar (Sulsel) via Mamuju (Sulbar) yang membutuhkan 19-20 jam.
Beginilah kalau informasi itu diterima begitu saja. Huahaha… Hikmahnya? Ternyata Tuhan sedang memberi kesempatan saya untuk menyusuri Trans-Sulawesi, impian saya sekian tahun yll. Believe it or not, bahwa mimpi itu perlu…
Karossa, 27 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:makassar, mamuju, mimpi itu perlu, palu, trans sulawesi
Ditulis dalam > Trans SULAWESI Makassar - Palu, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
28 November 2010
Jam 15 WITA sampe Karossa, empat jam terjalani sudah sejak dari Mamuju tadi. Harus makan dulu, makan siang jelang sore di RMSS (rumah makan sangat sederhana) “Pondok Selera”. Menunya apalagi kalau bukan ikan-ikanan laut. Kupilih kepala batu bakar (kata yang jual namanya ikan batu dan kupilih kepalanya). Selalu ada asesori kuah (bisa sup, sayur bening atau apa saja, pokoknya kuah setengah mangkuk). Dan selalu disajikan dengan bumbu rica-rica. Hmmm…
Karossa, 27 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:ikan batu, karossa, mamuju, pondok selera, rica-rica
Ditulis dalam > Trans SULAWESI Makassar - Palu, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
28 November 2010
Mbah, mbah…, mbah Marijan… Kesetiaan akan pengabdian Sampeyan telah mengajari banyak orang. Keikhlasan Sampeyan mengemban amanah telah menginspirasi banyak orang. Tapi ke-roso-an Sampeyan juga telah melenakan banyak orang, sehingga banyak yang terpaksa meninggal dunia di rumah Sampeyan… Semoga semua menjadi hikmah.
“Sugeng tindak mbah, kondur dateng Ingkang Maha Kagungan Merapi…”.
Mamuju, 27 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:mamuju, mbah marijan, merapi, roso, sugeng tindak
Ditulis dalam > Seputar GUNUNG MERAPI, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
28 November 2010
Pagi di pantai Mamuju… Langit berawan redup. Air laut teluk Mamuju tampak tenang. Di kejauhan terlihat ujung daratan yang menjorok ke laut. Rupanya hotel tempat saya menginap (Mamuju Beach Hotel) berada di tepi pantai. Keluar dari pintu belakang hotel langsung menghadap ke teluk, dipisahkan oleh jalan kecil. Sekedar jalan-jalan di pagi hari di sepanjang jalan itu cukup membuat suasana lebih segar. Hmmm…puji Tuhan wal-hamdulillah…
Mamuju, 27 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:beach hotel, mamuju, teluk mamuju, tepi pantai
Ditulis dalam > Trans SULAWESI Makassar - Palu, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
28 November 2010
Akhirnya…, tengah malam jam 24 lebih, memasuki kota Mamuju, ibukota provinsi Sulawesi Barat. Perjalanan lebih 14 jam terjalani sudah untuk hari ini. Saatnya istirahat beberapa jenak, karena perjalanan sesungguhnya belum selesai. Esok masih akan dilanjutkan beberapa jam lagi.
Sebelum nggeblak di hotel, cari makan dulu di warung tenda seafood “Mekar Jaya” asal Lamongan, Jatim. Kota Mamuju memang berada di pantai barat Sulawesi.
Mamuju, 27 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:lamongan, mamuju, mekar jaya, pantai barat, sulawesi barat
Ditulis dalam > Trans SULAWESI Makassar - Palu, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
28 November 2010
Prinsip yang harus dipegang dalam menyikapi, mengantisipasi dan mempersiapkan diri menghadapi setiap ancaman datangnya bahaya/bencana adalah menganggap (berasumsi) bahwa ancaman itu akan benar-benar terjadi (seperti yang dilakukan oleh Tim Anti Teror). Maka kita akan selalu berada dalam kewaspadaan tingkat tinggi.
Majene, 26 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:ancaman, anti teror, bencana, kewaspadaan, majene
Ditulis dalam > Seputar GUNUNG MERAPI, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
28 November 2010
Awas Merapi… Mengantisipasi kemungkinan hujan abu Merapi, malam ini anak lanang dan wedok saya minta memotong-motong kardus seukuran lubang angin yang ada di rumah (sebenarnya sudah saya siapkan tapi entah pada kemana). Jika abu Merapi benar-benar berkunjung, maka tinggal memasangnya, kalau perlu diplester.
Sejak kemarin juga sudah disiapkan logistik secukupnya, termasuk lampu darurat dan briefing. Tempat paling aman ketika terjadi letusan gunung berapi adalah di dalam rumah.
Majene, 26 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:awas merapi, gunung berapi, hujan abu, merapi
Ditulis dalam > Seputar GUNUNG MERAPI, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
28 November 2010
Ngupy dulu… Di RM Pantai Rewata’a, di wilayah Pamboang, Majene (Sulbar). Lokasinya tepat di pinggir pantai. Tapi karena malam hari jadi ya kehilangan kesempatan melihat pemandangan indahnya. Hanya suara deburan ombak menghantam bibir pantai saja yang kedengaran keras, agaknya angin laut cukup kuat berhembus. Habis ngupy, …siap-siap duduk di samping pak sopir yang sedang bekerja, mengendarai innova agar baik jalannya…
Majene, 26 Oktober 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:majene, pamboang, rewata'a, sulbar
Ditulis dalam > Trans SULAWESI Makassar - Palu, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »