Arsip untuk Oktober, 2010

Nggak Sabaaar…!

9 Oktober 2010

Meninggalkan bandara Sepinggan Balikpapan, langsung meluncur ke Samarinda sejauh 115 km. Ada komitmen penting yang harus dipenuhi hari ini. Eh maksudnya, komitmen untuk memenuhi undangan karena sudah ditunggu sama kepiting asap…. Nggak sabaaaaar…!

Balikpapan, 4 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Di Antara Qur’an Dan Koran

9 Oktober 2010

Ketika sang burung Singa tinggal landas meninggalkan bandara Adisutjipto. Penumpang di sebelah kanan membuka kedua tangannya berdoa melafal ayat Qur’an. Penumpang di sebelah kiri membuka kedua tangannya membaca koran. Saya yang di tengah jadi merasa tenang, sambil membaca tulisan “Fasten seat belt while seated”.

Balikpapan, 4 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Menembus Angkasa Berharap Keberkahan

9 Oktober 2010

Pagi berawan…. Tuhan, perkenankan hambamu menembus angkasa Jogja menuju Balikpapan (tapi numpang pesawat Lion Air). Berharap meraih keberkahan. Sebab Engkaulah sebaik-baik Yang Maha Mendaratkan… (anta khoiru munzilin).

Yogyakarta, 4 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Tradisi Halal Bihalal

9 Oktober 2010

Sejak lebaran sudah berkali-kali ketemu dan salaman, ya di jalan, di tempat kerja, di kampung, di masjid, bahkan berbalas pantun SMS halal bihalal. Tapi toh merasa belum afdol kalau belum diadakan acara khusus halal bihalal dengan makan-makan. Padahal pesertanya sama, salamannya sama, sambutannya juga sama.

Atas nama tradisi, terasa nian nuansa indahnya. Tapi jadi sedih kalau ingat di tempat lain malah subur tradisi tawuran, bentrok, amuk, amarah, timpuk-timpukan…

Yogyakarta, 3 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Ikan Goreng Sambal Kecap

9 Oktober 2010

Sarapan dengan menu seadanya. Karena adanya ikan laut, maka bumbui dengan garam (+ jeruk kalau ada), lalu digoreng kering. Siapkan sambal kecap istimewa. Cabe rawit (cengek), bawang putih dan kencur sedikiiit.., direbus. Lumatkan, tuangkan kecap, tambahkan jeruk sambal (kalau tidak ada, daunnya juga bisa, kalau tidak ada juga ya jangan dipaksakan pakai daun yang lain…). Paduan nasi putih hangat, ikan goreng, sambal kecap… Wuiiih, dijamin nambah!

Yogyakarta, 3 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Empati Bagi Si Penyeberang Jalan

9 Oktober 2010

Sendirian, jalannya tertatih-tatih seperti menanggung beban yang berat, perut dan dadanya berayun-ayun menandakan sedang hamil tua, kepalanya tolah-toleh, menunggu cukup lama mau menyeberang jalan nggak bisa-bisa. Akhirnya mbarengin saat istri saya menyeberang. Si penyeberang jalan itu seekor anjing kampung hitam kotor.

Entah kenapa adegan itu membangkitkan empati, seandainya dia adalah seorang ibu (atau, jangan-jangan perasaan saya saja yang berlebihan…).

Yogyakarta, 2 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Menangani Sendiri Minimarket

9 Oktober 2010

Seorang pembaca blog bertanya: Apakah dalam tahap-tahap awal mendirikan minimarket bisa di-manage dari jarak jauh?

Saran saya: Sebaiknya ditangani sendiri agar kita tahu persis trik-trik dan celah-celahnya. Kalau dari awal langsung diserahkan kepada orang lain, bisa saja sebenarnya, tapi dari banyak pengalaman ini terlalu riskan. Juga kita akan kehilangan kesempatan untuk belajar dan memahami benar seluk-beluknya (Re: minimarket yang bukan waralaba)

Yogyakarta, 2 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Pengabdian Tiada Akhir

9 Oktober 2010

Menghadiri penghormatan terakhir untuk dosen senior kami, Ir. Muhadi, MSc, sesepuh pada Jurusan Tambang UPN “Veteran” Yogyakarta. Menjadi mahasiswa sejak UPN masih Akademi pra-’66 dan menjadi dosen di almamaternya hingga akhir hayatnya.

Usia jua yang akhirnya membuat almarhum tumbang saat mengajar, hingga berpulang beberapa hari kemudian, dua hari setelah ulang tahunnya yang ke-78. Sungguh sebuah pengabdian tiada akhir, kecuali maut menjemput. “Selamat Jalan Pak Muhadi”.

Yogyakarta, 2 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Enjoy The Process

9 Oktober 2010

‎(1)

Walau hanya nasi goreng biasa saja yang disiapkan untuk sarapan, tapi karena membuatnya dengan “dibumbui” rasa cinta, anak-anak pun menjadi sangat suka. Begitu cerita seorang teman.

Jadi ingat kata Thukul tadi malam: “Love what you do, do what you love”. Meski ucapannya belepotan dan mengundang tawa, tapi itu 100% benar. Sebab kenikmatannya bukan pada hasil melainkan prosesnya. Itu yang selalu kupesankan pada anak-anak: “Whatever you do, enjoy the process”.

***

‎(2)

Bukan kulit pisang yang berhasil disingkirkan dari tengah jalan yang jadi ide, melainkan bayangkan dan nikmati detik-detik saat kita berjalan menghampiri kulit pisang, membungkuk memungutnya, membawanya ke tepi jalan, membuang ke tempat yang semestinya, lalu bayangkan orang-orang yang bisa terselamatkan dari terpeleset karena menginjak kulit pisang. “Enjoy the process. Everytime, everyday…”.

Yogyakarta, 1 Oktober 2010
Yusuf Iskandar

Berdoa Sambil Lalu

1 Oktober 2010

Sekali waktu seseorang minta didoakan dan kita jawab: “Ya, kudoakan”. Atau, malah kita yang nawarin: “Kudoain, deh…”. Tapi apakah kita pernah benar-benar menundukkan hati dan pikiran untuk mendoakan, barang 5-6 detik saja? Kebanyakan ternyata tidak, kecuali sambil lalu saat janji itu diucapkan. Maka Tuhan pun “sambil lalu” merespon.

Padahal itu adalah “investasi”. Energi yang kita alokasikan untuk berdoa itu kelak akan kembali dalam wujud yang (pasti) lebih baik.

Yogyakarta, 30 September 2010
Yusuf Iskandar

Setahun Gempa Padang

1 Oktober 2010

Hari ini, satu tahun Gempa Padang…, dimeriahkan dengan “pesta” gempa yang terjadi dalam empat  jam pertama mengawali hari ini:

00:10:52 WIB (7,4 SR, Kaimana)
00:58:52 WIB (5,3 SR, Kaimana)
01:01:01 WIB (5,2 SR, Kaimana)
02:06:46 WIB (5,3 SR, Saumlaki)
03:08:11 WIB (5,0 SR, Baubau)
04:03:26 WIB (5,2 SR, Kaimana)

Waspadalah… Waspadalah…

(Sumber: BMKG)

Yogyakarta, 30 September 2010
Yusuf Iskandar

Waspadalah Dengan Orang Tua Penyeberang Jalan

1 Oktober 2010

Kalau kebetulan sedang nyopir di pinggiran luar kota Jogja, waspadalah dengan penyeberang jalan, terutama kalau dia orang tua yang menuntun sepeda. Tanpa alasan yang dapat Anda pahami, orang ini bisa tiba-tiba berhenti di tengah jalan tepat di garis marka. Maka kalau Anda tidak waspada lalu menyerempet sepedanya, Anda harus siap menggantinya.

(Itu baru urusan sepedanya, belum kalau di atas sepedanya membawa keranjang isi ayam, bebek, kambing, apalagi kalau sapi..).

(Catatan: Yang ingin saya katakan sebenarnya adalah bahwa jika terpaksanya kita berada dalam situasi seperti itu, kesampingkan soal barang bawaannya tapi waspada dan utamakan dengan keselamatan orangnya…)

Yogyakarta, 29 September 2010
Yusuf Iskandar

Temanku Yang Terkena Stroke

1 Oktober 2010

Maghrib, enak-enak berbuka, siap-siap ke masjid, datang temanku yang kena stroke. Sejak pagi jalan-jalan (benar-benar jalan kaki) ke Malioboro, lalu mampir ke rumahku. Kebayang, jarak lebih 10 km telah ditempuhnya sambil tertatih-tatih. Katanya, belum lama dompetnya isi KTP, SIM, uang dan obat yang baru ditebusnya jatuh hilang entah dimana.

Uuugh…, Tuhan memang tidak tanggung-tanggung kalau memberi “peluang bisnis”. Muncul tanya di kepala seperti film kartun: “Apa yang seharusnya kulakukan?”

Yogyakarta, 28 September 2010
Yusuf Iskandar

“SIM Corner” di Ambarukmo Plaza

1 Oktober 2010

Mengurus perpanjangan SIM di “SIM Corner”, Mall Ambarukmo Plaza Jogja. Bebas calo, berkesan lebih bersahabat, ramah, santai, cepat, nyaman, dekat shopping (bagi yang mau belanja, tentu saja). Saya suka dengan Motto-nya yang sederhana tapi jujur: “Kami memang belum sempurna, tetapi kami selalu berusaha”. Maju terus…!

Yogyakarta, 28 September 2010
Yusuf Iskandar


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.