Arsip untuk Agustus, 2010

Tawaran ‘Boss’ Di Hari Pertama Puasa

14 Agustus 2010

Mengantar ‘boss’ saya belanja kantong plastik, seperti biasanya saya menunggu saja di mobil. Tapi puji Tuhan wal-hamdulillah, hari ini ‘boss’ saya baiiik… sekale, sambil keluar mobil dengan senyum manisnya berpesan: “Ya sana kalau mau nyoto dulu. Itu warungnya buka kok“.

Mak glek… urat saluran air liurku. “Awas ya……!”, kataku cuma berani dalam hati.

(Note : Yang saya maksud ‘boss’ adalah ibunya anak-anak. Dan hari ini adalah hari pertama puasa Ramadhan 1431H)

Yogyakarta, 12 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Menunggu Tamu

13 Agustus 2010

(1)

Menunggu tamu yang tidak tepat waktu tapi tidak memberitahu… Huh! Menjengkelkan! Tapi saya perlu tamu ini. Pingin marah! Tapi nanti dibilang puasa kok tidak sabar. Padahal kalau lagi kesal begini enaknya makan, ngopi, ngudut, tapi sedang puasa.

Ya sudah.., dibacakan ayat Qur’an saja. Herannya semakin asyik tadarus kok malah tamunya tidak datang-datang. Jadi makin bete. Maka judulnya: “Marah membawa pahalah” (pakai ‘h’ di balakangnya…)

(2)

Akhirnya tamuku datang juga saat hari sudah sore, tapi sayang hanya sebentar. Padahal istriku sudah menyiapkan teh hangat dan gorengan (ya cuma disiapkan…), barangkali saja tetamuku mau ngabuburit menanti maghrib, sambil menthelengi (melototi) teh hangat dan gorengan…

Yogyakarta, 11 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Mainan Lucu-lucuan

13 Agustus 2010

Ditawarkan @Rp25 s/d 35rb. Dilepaskan 1/3-1/2-nya.

Mainan lucu-lucuan untuk dipasang sebagai hiasan di atas dashboard mobil, berupa bunga yang daunnya dapat bergerak sendiri dengan tenaga matahari. Banyak dijajakan oleh pedagang asongan di persimpanagn jalan. Biasa ditawarkan dengan harga Rp 25.000,- s/d Rp 35.000,- per buah, tapi harga sebenarnya harus ditawar dan biasanya dilepas dengan harga 1/3 sampai 1/2-nya.

Yogyakarta, 11 Agustus 2010

Sate Sapi Pak Cipto Kotagede

13 Agustus 2010

(1)

Sore pulang dari toko, ‘boss’ saya ngajak makan (sebulan ke depan bakal libur nih…). Mampirlah ke warung sate sapi Pak Cipto, Kotagede, Jogja, yang terkenal empuk dan enak, seporsi Rp 17.000,- Satenya tidak dimakan dengan nasi, melainkan lontong sayur, seporsi Rp 3.000,- Yang disebut lontong sayur ini tidak ada sayurnya, tapi tempe dan secuil daging yang benar-benar satu cuil. Paduan sate sapi dan lontong sayur hangat, hmm…pas benar nikmatnya..

(2)

Warung sate sapi Pak Cipto buka mulai jam 4 sore. Tapi bagian minumannya baru siap setelah jam 5. Walhasil, ketika sore tadi mampir belum jam 5 saya tolah-toleh dan kutanya: “Kok saya tidak ditawari pesan minum?”.

“Minumnya belum buka pak”, jawabnya. Glek…, telanjur makan 1,5 piring lontong sayur dan 1 porsi sate sapi, tanpa minum. Walah,… lha judule mangan sate ora diombeni (makan sate tidak diminumin).

“Cepat pulang yuk“, kata ‘boss’ saya.

Yogyakarta, 10 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Kehabisan Jatah Talkmania

11 Agustus 2010

Pagi-pagi mendaftar TM ON langsung ditolak, katanya: “Maaf Anda tidak dapat mendaftar Talkmania karena kuota telah penuh”. Rupanya sehari menjelang Ramadhan ini peminat tilpun murah berebut jatah seperti ngantri minyak tanah bersubsidi, dan aku tidak kebagian jatah. Yo wisss…

Yogyakarta, 10 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Malam Terakhir Sebelum Ramadhan

11 Agustus 2010

Malam terakhir sebelum Ramadhan… Sebagai bagian dari negara, kami sekeluarga makan malam ke ‘Goebog’ Resto (pojok perempatan Jl. Wonosari – Ring Road, Jogja), dengan menu patin bakar, udang galah bumbu manis, kerang rebus, ca kangkung.

Intinya: sekali-sekali makan enak itu perlu, demikian juga menata hati dan memperbaharui niat ibadah sebelum melintasi Ramadhan…. Semoga para pengurus negara dimana keluarga saya tinggal, juga masih ingat itu… (niat ibadahnya, bukan makannya).

Yogyakarta, 10 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Pendakian Ramadhan

11 Agustus 2010

“Nggak sabar ee.., ingin segera ke Semeru”, kata anak lanang dengan logat Jogjanya.

“Kalau sudah kangen, ya memang begitu…”, kataku mendukung ekspresi ketidak-sabarannya. Tapi buru-buru kulanjutkan… “Dan mestinya lebih tidak sabar lagi ketika kita akan segera memulai pendakian Ramadhan. Sebab kalau kita sukses menggapai puncaknya, maka pendakian apapun dan di manapun akan menjadi lebih mudah ditempuh…”.

Yogyakarta, 9 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Tabungan Haji Pak Syahroni

11 Agustus 2010

Memfasilitasi semangat bersedekah rekan-rekan FB untuk pak Syahroni, penjaga mushola stasiun Bandung (lihat status-status saya sebelumnya). Hari ini telah dibuka rekening Tabungan Haji a/n Pak Syahroni di bank Mandiri No. Rek. 132-00-1019316-8, dengan setoran awal Rp 8,5 juta.

Saya pesankan kepada beliau: “Jaga niat seolah-leh bapak akan segera berangkt ke tanah suci…. Tabunglah berapapun rejeki yang bapak ada dan tidak usah dipikir kurangnya, biar Allah swt yang menggenapi…”.

(FB: Facebook)

Yogyakarta, 9 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Pendakian Berbeda

11 Agustus 2010

Rencana pendakian ke Carztens nampaknya belum bisa diwujudkan. Hingga akhir Juli/awal Agustus belum ada juga green light perijinan dari otoritas lokal.

Anak lanang datang dengan usulan baru: “Ke Semeru yuk pak. Sekarang!”.
Kujawab: “Weleh.., ya Insya Allah usai lebaran lah, kita rencanakan ke sana…”. Sekarang fokus dulu berjuang menempuh perjalanan pendakian berbeda. Pendakian itu bernama Ramadhan dan puncaknya bernama Idul Fitri…

Yogyakarta, 9 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Bertemu Dengan Ramadhan

11 Agustus 2010

Hari ini membantu mengangkat jenazah, memasukkannya ke liang lahat. Itu jenazah tetanggaku yang meninggal dalam usia 74 tahun. Barangkali memang sudah “selayaknya” atau tiba saatnya almarhum untuk “pulang”.

Tapi bukan itu soalnya. Melainkan, almarhum tidak sempat bertemu dengan Ramadhan yang sudah di depan pintu, siapa tahu sebenarnya almarhum sudah sungguh-sungguh mempersiapkan diri. Lha kita ini… begitu pedenya, cuek, nekat, mau bertemu Ramadhan tanpa persiapan apapun?

Yogyakarta, 8 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Tiwul Dari Pasar Sentul

10 Agustus 2010

Minggu pagi di pasar Sentul, Jogja. Kucari makanan tradisional yang kian tersisih tergerus jaman. Kutanya kepada seorang ibu penjual tahu: “Yang jual tiwul dimana ya?”. “Lha niku…(lha itu)”, jawabnya sambil menunjuk. Nampaknya tinggal satu atau dua orang penjual tiwul. Lalu kuminta dibungkuskan tiwul, gatot, cenil, getuk, tiwul kacang, @Rp 1000,- Bungkusnya pun kertas, bukan lagi daun. Dan.., tak sanggup aku menghabiskan. Serasa di dunia berbeda…

Yogyakarta, 8 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Membeli Bunga Teratai Merah

10 Agustus 2010

Keluar dari sebuah pasar modern di Jogja, mendadak ingin mampir ke kios tanaman untuk mencari bunga teratai merah berdaun lebar. Hanya ada satu kios yang punya. Itupun tinggal satu, belum berbunga dan daunnya masih kecil. Jadi beli atau tidak?

Untuk memutuskan, ternyata perlu waktu untuk deal dengan rasa percaya. Jual-beli, adalah bisnis membangun rasa saling percaya penjual-pembeli. Jika tidak, maka bukan jual-beli namanya, melainkan pu-tippu

Yogyakarta, 7 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Gudangan Pasar Sentul

10 Agustus 2010

Pagi-pagi ibunya anak-anak minta diantar ke pasar Sentul, Jogja. Berboncengan sepeda motor langsung masuk pasar (motornya parkir di luar, tentu saja…). Belanja sayuran segar sepertinya ingin dibeli semua.

Jangan lewatkan beli gudangan. Campuran irisan kecil aneka sayur mentah dan matang dibumbu kelapa + tempe besengek (bumbu santan). Biasanya 1000 rupiah komplit + nasi, kali ini minta dua bungkus @1500 rupiah tanpa nasi. Hmm…serasa di dunia berbeda…

Yogyakarta, 7 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Solidaritas Sedekah

10 Agustus 2010

Cersta (cerita status) tentang pak Syahroni, “Sang Penjaga Mushola Yang Ingin Naik Haji”, rupanya membangkitkan solidaritas sedekah dari beberapa rekan/sahabat FB untuk membantunya (lihat beberapa status saya sebelumnya)…

Puji Tuhan wal-hamdulillah, hingga menit ini telah terkumpul dana awal sejumlah Rp 8,5 juta dari tujuh orang donatur. Insya Allah segera akan dibuka Tabungan Haji a/n pak Syahroni… Monggo kalau ada yang berniat menambahi?

(FB: Facebook)

Yogyakarta, 6 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Tidak Boleh Berbohong Pada Hari Jum’at

10 Agustus 2010

Sebelum jumatan tadi saya sempat eyel-eyelan dengan seorang teman, pasalnya saya tidak terima dibilang telah membohonginya. Sedang yang sebenarnya tidak demikian. Akhirnya kubilang: “Suwerrr..., ini hari Jumat saya tidak akan dan tidak boleh membohongi kamu…!”. Setelah saling diam sesaat, lalu buru-buru kulanjutkan: …”Kalau selain Jumat, boleh…”.

(Note: Ini hanya becanda, dan jangan meniru adegan ini…)

Yogyakarta, 6 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

“Jaran Ostrali”

10 Agustus 2010

Menunggu ban mobil sedang ditambal. Sambil baca-baca koran bekas, kududuk di samping pak tukang yang sedang bekerja, menambal ban mobil supaya baik jalannya… Terdengar keras nyanyian lagu campursari dari radio, lagunya “Jaran Ostrali” (kuda Australia). Ingin tertawa ngakak tapi tidak ada teman…

Setahuku, kuda itu ya kuda kepang, kuda bima, kuda beban, kuda lumping… Lha, “jaran ostrali, kuwi jaran oppooooo……” (itu kuda apa?).

Yogyakarta, 6 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Bakmi Jawa Mbah Arjo

10 Agustus 2010

Ibunya anak-anak kepingin makan bakmi jawa. “Ke bakmi Mbah Arjo saja yang dekat rumah”, katanya. Gerobak bakmi ini mangkal di penggal selatan Jl. Glagahsari, Jogja. Taste-nya standar saja.., tapi ya tetap saja enak..! Meskipun judulnya hanya minta ditemani, ya jelas rugi saya kalau tidak ikut makan, malah minta diimbuhi kepala ayam…

Yogyakarta, 5 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Cerita Tentang Penjaga Mushola Stasiun Bandung

10 Agustus 2010

(1)

Sudah 18 tahun ngurus mushola stasiun. Tanpa gaji atau honor, melainkan hasil kotak infak. Pak Syahroni (45 th), asal Soreang, kepingin sekali naik haji. Setiap tahun mengatakan: “Insya Allah tahun depan ke tanah suci”.

Kini entah sudah tahun ke berapa kalimat itu diwiridkan. Tapi doanya tak pernah putus. Melihat niat tulusnya, kubilang: “Pak, insya Allah jika umur saya panjang, saya ingin menyaksikan Bapak benar-benar berangkat ke tanah suci…”.

Yogyakarta, 2 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

(2)

Awalnya hanya ingin sharing pengalaman “3 jam bersama sang penjaga mushola” di stasiun Bandung. Pak Syahroni, penjaga mushola itu ingin sekali naik haji, tapi satu-satunya sumber penghasilan adalah kotak infak.

Saya lalu menjelma menjadi “tukang kompor”. Saya yakinkan: “Insya Allah, niat Bapak akan terwujud. Jangan berhenti berdoa”. Respon rekan-rekan sungguh membuat saya merinding, ketika ada 4 rekan berniat sedekah @Rp 1 juta. (Lihat status saya sebelumnya).

***

(3)

Masih tentang impian pak Syahroni (18 tahun menjadi penjaga, muadzin dan imam mushola stasiun Bandung) untuk naik haji, sedang penghasilannya hanya dari kotak infak. Saya tidak pernah berencana membantu kecuali dengan doa, tidak juga pernah berniat menggalang dana apalagi jadi Panitia.

Tapi membaca respon para sahabat, saya jadi bergairah seperti ketika malam Jum’at tiba (untuk lebih banyak tadarus, maksudnya) dan adrenalin saya meningkat seperti ketika mendaki gunung. (Lihat 2 status saya sebelumnya)

***

(4)

Siang tadi saya bicara via telpun dengan pak Syahroni. Terdengar dari bicaranya beliau terkejut, dengan terbata-bata mengucap syukur dan  hatur nuhun. Segera akan dibuka Tabungan Haji a/n beliau, sehingga siapapun yang berniat sedekah untuk pak Syahroni, tinggal transfer ke rekening tsb. (boleh juga via saya).

Ini akan menjadi bukti kesungguhan seorang hamba untuk memenuhi undangan Khaliknya. Kekurangannya biar Sang Pengundang yang menggenapi (Lihat 3 status saya sebelumnya).

Yogyakarta, 3 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

(5)

Perlu diketahui bahwa pak Syahroni ini bukan apa-apa saya. Tetangga bukan, famili apalagi, teman juga baru kenal, tinggalnya pun jauh. Tapi kesungguhan dan ketulusan niatnya untuk pergi haji benar-benar menginspirasi saya.

Kalau ada yang tanya kenapa mau repot-repot membantunya? Saya tidak tahu. Semua terjadi begitu saja tanpa pernah saya rencana. Barangkali itulah jalan rejeki bagi pak Syahroni.. Min khoitsu laa yahtasiib (dari sumber yang tak terduga). (Lihat 4 status saya sebelumnya).

***

(6)

Terima kasih untuk para sahabat yang tergerak berniat membantu pak Syahroni, penjaga mushola stasiun Bandung, untuk mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji (lihat 5 status saya sebelumnya). Insya Allah saya akan memfasilitasi –

Alhamdulillah, sudah ada 9 orang yang mengkonfirmasi untuk bersedekah (DS, ESSC, EH, WDSY, AP, EPJ, FW, YAAR, BW). Sebelum membuka Tabungan Haji, saya bersedia menampung dulu. Info lebih lanjut via Inbox. Siapa mnyusul?

Yogyakarta, 4 Agustus 2010
Yusuf Iskandar

Seminar Tambang Tentang Harmonisasi Regulasi

5 Agustus 2010

Regulasi sudah dibuat sedemikian baiknya. Tapi aplikasinya di lapangan tak seharmonis idealisme yang dibayangkan. Maka bertemulah para professional praktisi tambang dengan para legislator dari kementrian pertambangan, kehutanan, kewilayahan dan lingkungan, di hotel Arya Duta Jakarta tadi pagi, guna menyamakan pemahaman.

Just a beginning,… further steps still have to be taken. Otherwise.., ya pethenthengan (bersitegang) saja tiap hari…

(Seminar Tambang yang diadakan oleh Ikatan Alumni Tambang – IKATA, UPN “Veteran” Yogyakarta di hotel Arya Duta Jakarta, 31 Juli 2010, dengan tema : “Harmonisasi Industri Pertambangan, Kehutanan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Menuju Pembangunan Nasional Yang Berkelanjutan”)

Jakarta, 31 Juli 2010
Yusuf Iskandar

Resto “Pondok Laguna” Pecenongan

5 Agustus 2010

Malam minggu makan di resto “Pondok Laguna”, kawasan Pecenongan, Jakarta. Ini resto serba ada, terutama menu ikan-ikanan. Taste-nya sangat biasa, tidak ada yang istimewa. Tapi suasana di dalam seperti pasar, berisik, full para pemakan… Sebagian besar tamunya nampaknya “pelanggan fanatik” dari masyarakat Tionghoa. Padahal kesampaian lokasinya benar-benar jalur padat, parkir susah. Kalau bukan karena diajak teman, rasanya malas untuk mengunjungi tempat ini…

(Menurut info teman, menu yang enak di resto ini adalah tahu kipas yaitu sejenis tahu isi, gurame goreng dan gulai kepala ikan)

Jakarta, 31 Juli 2010
Yusuf Iskandar


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.