(1)
Menunggu tamu yang tidak tepat waktu tapi tidak memberitahu… Huh! Menjengkelkan! Tapi saya perlu tamu ini. Pingin marah! Tapi nanti dibilang puasa kok tidak sabar. Padahal kalau lagi kesal begini enaknya makan, ngopi, ngudut, tapi sedang puasa.
Ya sudah.., dibacakan ayat Qur’an saja. Herannya semakin asyik tadarus kok malah tamunya tidak datang-datang. Jadi makin bete. Maka judulnya: “Marah membawa pahalah” (pakai ‘h’ di balakangnya…)
(2)
Akhirnya tamuku datang juga saat hari sudah sore, tapi sayang hanya sebentar. Padahal istriku sudah menyiapkan teh hangat dan gorengan (ya cuma disiapkan…), barangkali saja tetamuku mau ngabuburit menanti maghrib, sambil menthelengi (melototi) teh hangat dan gorengan…
Yogyakarta, 11 Agustus 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata: bete, menunggu tamu, ngabuburit, puasa, teh hangat