Arsip untuk Juli, 2010
14 Juli 2010
Gol kemenangan Jerman atas Uruguay dihasilkan melalui sebuah kemelut kecil di depan gawang. Dan, Sami Khedira berhasil membukukan kemenangan 3-2 dengan sundulan kepala yang “kelihatannya” begitu sederhana.
Pencapaian sebuah bisnis juga seringkali dihasilkan setelah melalui perjuangan dalam sebuah kemelut (seringkli lebih besar) di depan gawang. So? Ciptakan kemelut, atau setidaknya jangan hindari kemelut, lalu berusaha memenangkannya…
Yogyakarta, 11 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:gawang, jerman, kemelut, sami khedira, uruguay
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
14 Juli 2010
Melihat jidatku pagi-pagi berdarah, istriku kaget (kalau siang mungkin tidak). Ketika kujelaskan kebentur kran air waktu nguber tikus, ee…lha kok malah tertawa terbahak. “Masak?”, katanya. Lho, piye to iki? Bukannya ditolong malah ngajak diskusi. Terpaksa kutarik dia ke TKP untuk rekonstruksi. Masih sambil tertawa bilang: “Sak jane (…mestinya) dari arah sini..”. Wow, lha kok ngalah-ngalahin penonton bola yang bisanya cuma ngomong “mestinya”..
Yogyakarta, 10 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:kran air, penonton bola, rekonstruksi, TKP
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | 1 Komentar »
14 Juli 2010
Gara-gara menguber tikus nakal bin gendut yang sembunyi di dapur, jidatku membentur ujung kran air dan berdarah-darah. Untung ada daun binahong. Dengan rumus 3D (dipetik, diremas, ditempel), insya Allah segera terkendali…
Pelajarannya adalah: Kalau Anda mau membasmi tikus-tikus nakal (termasuk kalau suka mencuri) dan gendut (termasuk kalau punya rekening), Anda harus siap berkorban bahkan sampai berdarah-darah. Selebihnya, biar mekanisme “insya Allah” yang bekerja…
Yogyakarta, 10 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:binahong, gendut, insya Allah, rekening, tikus
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
10 Juli 2010
Saat “ngobrol-ngobrol”, seorang pegawaiku tanya: “Apa kiat untuk sukses?”. Kuberi jawaban normatif: “Bersungguh-sungguh”, lalu kucari penjelasan pembenarannya.
Bersungguh-sungguhlah dalam setiap tahap menggapai sukses sejak dari mimpi hingga kelak menikmati hasilnya. Karena Tuhan dan jagat seisinya ini berpihak kepada orang yang bersungguh-sungguh (di bidang apapun) yang di sana ada konsekuensi. Celakanya, dunia ini banyak diisi orang yang tidak bersungguh-sungguh (bahkan untuk mimpi), tapi ingin sukses!
Madurejo – Sleman, 9 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:kiat sukses, mimpi, ngobrol-ngobrol, normatif
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
10 Juli 2010
Di forum “ngobrol-ngobrol” dengan para pegawai toko, siang 3 hari yll, dua topik saya sampaikan: Pertama, me-refresh pekerjaan rutin dan masalahnya; Kedua, “komporisasi” (ini bukan mengkonversi gas kembali ke minyak tanah), tapi membangkitkan motivasi bekerja (tujuan, visi dan misi). Dua reaksi saya peroleh: Pertama, antusias; Kedua, ngantuk. Dan yang paling sulit dilakukan oleh “tukang kompor” (apapun merek kompornya) adalah: memberi contoh!
Madurejo – Sleman, 9 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:komporisasi, minyak tanah, ngobrol-ngobrol, visi dan misi
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
10 Juli 2010
Running text TVOne malam ini memberitakan: “Timor Leste ekspor sapi bali ke Indonesia”, dengan kata lain, Indonesia membeli sapi bali dari Timor Leste…(Sebuah ironi???).
Jangan-jangan suatu saat akan terjadi Indonesia mengimpor apel malang dari Australia, jeruk pontianak dari Malaysia, atau beras cianjur dari Thailand… Dan akhirnya, tinggal kambing hitam saja yang tidak perlu diimpor karena sudah kelebihan setok…
Yogyakarta, 8 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:apel malang, beras cianjur, jeruk pontianak, kambing hitam, running text, sapi bali, timor leste
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | 1 Komentar »
10 Juli 2010
Sore-sore pulang dari toko, lha kok ‘boss’ saya ngajak nyate. Ya jelas, mau..mau..mau..! Mampirlah di warung ‘Baskom’ (bakso komplit) depan pasar Paing, Jl. Jogja-Wonosari km 9. Makan siang yang terlambat dengan menu 1 porsi sate kambing + 1 porsi tongseng kepala kambing, whaaa.… Lha ternyata ini malam Jum’at to…
Habis makan saya tolah-toleh, rupanya semua sudah masuk tembolok, termasuk punya ‘boss’ yang tidak habis dilahap…
(Tentang rasanya, sebenarnya standar saja, sebanding dengan harganya)
Yogyakarta, 8 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:malam jum'at, pasar paing, sate kambing, tongseng kepala kambing, warung baskom
Ditulis dalam > Adventure of MAKAN-MAKAN, INDONESIA | 2 Komentar »
10 Juli 2010
Siang di Madurejo, Sleman, Jogja… Sambil ML di belakang toko (melamun & leyeh-leyeh), memandang hamparan padi yang menguning, berlatar perbukitan di kejauhan. Tapi siang ini langit gelap, mendung menghampar rata di angkasa, hujan turun deras sekali, angin berhembus kencang menderu, geluduk sayup-sayup bersahutan, padi yang siap panen pun tak mampu menahan tegak batangnya. Kata temanku, itulah orkestra alam yang menyertai saat diijabahnya doa….
Madurejo – Sleman, 8 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:doa, ijabah, madurejo, orkestra alam, panen, sleman
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
10 Juli 2010
Para santri yang sedang tasyakur khataman tadi malam dikompori oleh ungkapan Arab: Man thalaba syai’an wajada wajada, waman qoro’albaba walaja walaja (siapa bergerak pasti berubah). Rangkaiannya: Man jadda wajad‘ (siapa bersungguh-sungguh pasti berhasil).
Intinya: Take action, lakukan sesuatu sekarang juga. “Ojo mung ndonga” (jangn cuma berdoa). Hanya dengan berbuat maka akan ada perubahan. Menuju positif atau negatif, itu pilihan…
Yogyakarta, 8 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:khataman, santri, take action, tasyakur, wajada, walaja
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
10 Juli 2010
Salah satu momen yang saya sukai di partai Jerman vs Spanyol adalah ketika ada penonton mau ikut main dan masuk ke lapangan di awal babak I. Insiden itu cepat dapat ditangani tanpa keributan dan tanpa mengganggu permainan bolanya sndiri.
Rupanya penonton ‘gila’ bukan monopoli Indonesia. Tapi kalau yang memainkan adegan “mirip” pemain bola ‘gila’, jelas Indonesia lebih kaya dan malah dipelihara…
Yogyakarta, 8 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:Indonesia, jerman, penonton gila, spanyol
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
10 Juli 2010
Saya bukan penggila bola, apalagi pemain bola, boro-boro menjadi pendukung fanatik. Saya hanya kafilah penggembira alias ‘massa mengambang’. Tapi saya bisa menikmati permainan dan penguasaan bola yang cantik menawan yang dimainkan oleh skuad ‘kumpeni’ Belanda ketika menaklukkan Uruguay. Maka saya berharap akan menyaksikan sebuah permainan yang memanjakan adrenalin di Babak Final nanti: Belanda vs Spanyol. Hatiku tidak berpihak ke manapun.
Yogyakarta, 8 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:babak final, belanda, kumpeni, spanyol, uruguay
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
10 Juli 2010
Semi-final World Cup, Jerman vs Spanyol tadi malam: sejak kemarin-kemarin, sampai sebelum pertandingan, hingga usai Babak I, hatiku jatuh ke Jerman tanpa alasan yang jelas. Pokoknya Jerman. Tapi setelah memasuki Babak II, saya merasa harus lebih fair dan realistis. Spanyol ternyata lebih menguasai irama permainan, penguasaan bolanya sangat akurat, cantik sekali bahu-membahu membangun peluang gol. Maka diam-diam hatiku berpindah ke lain tim: Spanyol pantas menang.
Yogyakarta, 8 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:jerman, peluang gol, semi-final, spanyol, world cup
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
10 Juli 2010
Waktu hujan sore-sore, di Jogja… ‘Boss’ saya pulang membawa gorengan. Bukan wajan, tapi tempe goreng dan tahu isi (atau tahu brontak, atau tahu sumpel). Ada yang aneh, gorengannya 10 biji tapi cengeknya hanya 4 ekor..! “Cabe mahal, je...”, kata yang jual. Melejitnya harga cabe sampai segitu “dampaknya” bagi penggemar makanan gorengan. Tapi okelah, tetap lumayan buat teman nonton bola…..(bola basket yang tergeletak di ruang tengah maksudnya)
Yogyakarta, 7 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:cabe, cengek, gorengan, tahu brontak, tahu isi, tahu sumpel
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
10 Juli 2010
Babak semi-final Belanda vs Uruguay, tengah malam tadi, anak lanang pamit nonton bareng di Alun-alun Kidul. Terang saja bagi ibunya ini tidak masuk akal. “Nonton di rumah kan lebih enak?” Begitu pikirnya. Bagi anak lanang ini sebuah “adventure”, tapi bagi ibunya ini cari penyakit.
Ah, kok jadi kembali seperti jaman baheula nonton film misbar (gerimis bubar). Begitu gerimis turun, yang ditonton terus saja main, yang nonton bubar tunggang-langgang.
Yogyakarta, 7 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:alun-alun kidul, belanda, misbar, nonton bareng, semi-final, uruguay
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
10 Juli 2010
Eksperimen gagal pagi ini: Menu tempe goreng sambal bawang putih mentah, kali ini dicoba ditambah sedkit bawang merah lalu digoreng dulu setengah matang. Hasilnya kurang mak nyusss.., sensasi aroma bawang putihnya yang seperti gas bocor itu kurang menggairahkan dan cabenya kurang hot (pedas).
Sekedar mencoba out of the box, keluar pakem. Sepanjang resikonya bukan fatal accident, kenapa tidak? Ternyata yang lebih matang itu tidak selalu lebih hot…
(Seorang teman berkomentar: “Tidak dikerjakan oleh ahlinya….”, tulisnya. “Tahu aja…”, jawabku)
Yogyakarta, 7 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:eksperimen gagal, fatal accident, out of the box, sambal bawang, tempe goreng
Ditulis dalam > Adventure of MAKAN-MAKAN, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
10 Juli 2010
Tanpa saya tahu sebabnya, kepada beberapa teman dan milis tiba-tiba terkirim email promosi berisi link situs penjual obat kuat dari Canada. Email siluman dengan subject “Unknown” itu seolah-olah terkirim dari email address “mirip” saya. Terpaksa saya mengirim email klarifikasi agar tidak dikira agen obat kuat (kalau hanya jogging nggak perlu lah obat itu, kecuali untuk angkat besi…). Untung saja bukan link situs “mirip” artis yang muncul di sana.
Yogyakarta, 7 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:jogging, milis, obat kuat, siluman, unknown
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
10 Juli 2010
Tentang human error dalam penanganan angka (di laporan toko). Setelah ketemu sumber kesalahannya, sebenarnya mudah diselesaikan, cukup berbekal “pipo londo” alias ping-poro-lan-sudo (tulis: x / : / + / -). Tapi rupanya saya salah menggeneralisir, bahwa tidak setiap orang memiliki “sense of logic” yang sama dan sesuai dengan kebutuhan dari setiap jenis aktifitas.
Lagi-lagi soal SDM…, SDM lagee, lagee… (dan saya tidak khawatir, karena ini skill yang dapat dilatih).
(SDM : Sumber Daya Manusia)
Yogyakarta, 6 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:human error, pipo londo, SDM, sense of logic, skill
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
9 Juli 2010
Ketela pohon diberi santan dan gula pasir sedikit lalu direbus (makanan ini ada namanya, tapi saya lupa). Ketelanya jenis mertega (mentega) yang berwarna kuning. Asapnya masih membubung tanda masih panas. Nampak cantik dan menawan tersaji di atas cawan. Tidak sabar ingin cepat-cepat menikmatinya. Dari tampilannya saja saya sudah tahu, whoenak tenan…… Ditemani secangkir kopi Aroma mokka arabika. Wow! Sebuah sarapan yang berbeda.
(Note: Belakangan seorang teman memberitahu bahwa nama makanan itu adalah kluwu)
Yogyakarta, 6 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:gula pasir, ketela pohon, kluwu, kopi aroma, santan
Ditulis dalam > Adventure of MAKAN-MAKAN, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
8 Juli 2010
Pelajaran dari Piala Dunia: Untuk menjadi pemain bola itu perlu belajar acting. Tujuannya agar ketika tersenggol lawan sedikit saja bisa langsung gulung koming (kesakitan yang luar biasa) “mirip” sakit sungguhan, sehingga bisa mengecoh wasit sambil berkata dalam hati: “Kutipu kau wasit…!”.
Tinggal penonton yang menyaksikan adegan lambat tergeram-geram dan berbunyi-bunyi karepe dhewe… (ngedumel sendiri), apalagi kalau tim taruhannya dirugikan..
Yogyakarta, 3 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:adegan lambat, belajar acting, pemain bola, piala dunia, wasit
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
8 Juli 2010
Tadi siang ‘boss’ saya mengadu, katanya angka margin yang kemarin kok kecil sekali, pasti ada yang salah. Sebagai sopir yang baik hati dan tidak sombong, segera in-action. Lacak punya lacak berujung ditemukannya kesalahan pada harga pokok. Bukan komputernya, bukan programnya, bukan kasirnya, tapi salah input data.
Human error dalam penanganan angka (ini bukan yang pertama, walau orangnya beda), selalu menjadi penyebab pecah ndase… (pecah kepala)
Yogyakarta, 3 Juli 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:harga pokok, human error, input data, kasir, margin
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »