Arsip untuk Juni, 2010

Kenapa Pesawat Tidak Bisa Mundur?

11 Juni 2010

Sambil becanda seorang teman bertanya : “Kenapa pesawat tidak bisa mundur ya?”.

Jawabku asal-asalan : “Agar sopirnya tidak ugal-ugalan”. Maka setiap gerakan majunya harus selalu tepat dan akurat karena tidak ada kesempatan mundur selangkah pun kecuali saat menjelang terbang, itupun dimundurkan…

(Barangkali, seperti itulah ketika seseorang memutuskan untuk banting setir berwirausaha. Maju terus pantang mundur, dengan gerakan dan resiko yang terukur).

Yogyakarta, 2 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Sehari Di Kamar 14

11 Juni 2010

Ini bukan cerita soal kamar atau isinya atau kegiatan di dalamnya. Sebab itu adalah privasi setiap orang, betapapun menjengkelkan atau mengesankannya, baik atau buruknya, biasa-biasa saja atau indahnya. Kamar 14 atau kamar nomor berapapun, hanyalah sebuah kamar. Isi dan kegiatan di dalamnya pun layaknya sebuah kamar, bukan kantor, bukan warung, bukan juga pos ronda.

Ini adalah cerita tentang komponen angka 4, termasuk di dalamnya kamar 4, 14, 24, dst. atau lantai gedung bertingkat. Bagi kebanyakan masyarakat Cina, angka 4 (empat) adalah angka yang dihindari untuk dijadikan sebagai penanda . Pasalnya bunyi lafal ‘empat’ dalam bahasa Mandarin bunyinya mirip lafal ‘mati’ juga dalam bahasa Mandarin., yaitu ‘se’ yang bunyi elafalannya nyaris susah dibedakan antara yang berarti ‘empat’ dan ‘mati’.

Jika kemudian saya sempat sehari menempati kamar 14, maka sepenuhnya itu karena memang tinggal kamar itulah yang masih kosong untuk ditempati. Tidak harus saya hubung-hubungkan dengan “kepercayaan” yang tidak saya percayai itu.

Selebihnya, ya tinggal bagaimana saya akan menempati dan menggunakannya, dengan cara apa, dengan siapa, dengan aktifitas apa, asal tetap mbayar uang sewanya….

Yogyakarta, 31 Mei – 1 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Kunci Kijang Terkunci

11 Juni 2010

Kunci kontak kijang lupa tertinggal dan terkunci di dalam (ruginya kalau kunci remote rusak). Manggil tukang kunci, ongkosnya Rp 60 ribu tidak dapat ditawar. Ketika dibilang mahal, jawabnya: “Biasa kok pak, yang mahal ‘kan keahliannya”.

Kurang dua menit, lis kaca dicongkel, disogok-sogok pakai kawat, lalu jleeg.., terbuka. Yen tak pikir-pikir benar juga, yang saya bayar adalah keahliannya. Di tempat lain mungkin “ongkosnya” seekor kijang utuh alias maling mobil.

Yogyakarta, 1 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Petugas Sensus Penduduk

11 Juni 2010

Petugas Sensus itu sampai empat kali mendatangi mahasiswa-mahasiswa yang kost di tempatku. “Ada data yang kurang”, kilahnya. Penasaran, lalu kusempatkan nguping. Ketika salah seorang mahasiswa menjelaskan asalnya dari Ujung Pandang, dengan pede-nya petugas itu berkomentar: “Oo..dari Sumatra”.

Wooo, pantesan…”, kataku dalam hati. Untung saja dia tahu bahwa ada pulau yang bernama Sumatra.

Yogyakarta, 1 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Pelataran Kraton Yogyakarta

9 Juni 2010

Pelataran dalam Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat, Yogyakarta

Yogyakarta, 1 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Gong Yang Hilang

9 Juni 2010

Seorang ibu di Selandia Baru gelisah, punya ‘warisan’ sebuah gong di Belanda. Belakangan ia baru ngeh, jangan-jangan itu gong milik Kraton Jogja yang hilang sejak seabad yll, yang sekarang tinggal dua dari seharusnya tiga. Ia ingin mengembalikan ‘warisan’ yang bukan haknya itu.

Maka kemarin saya ke Kraton ngantar surat dari ibu itu yang ditujukan kepada Ngarso Dalem HBX. Berharap ada respon positif, khawatir kalau ibu itu berubah pikiran, lalu: “Yo wis, tak jual aja…”.

Yogyakarta, 1 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Nasi Goreng Gurami Petai

7 Juni 2010

Nasi goreng ini harus menjadi istimewa. Itu ide yang terbersit saat pagi ini ibunya anak-anak bikin nasi goreng ‘biasa’, buat sarapan. Masih ada gurami bakar sisa kemarin, ada petai di kulkasku + vitamin U (ulat) di dalamnya. Improvisasi harus dilakukan! Dan, jadilah… ‘Nasi goreng gurami petai’. Hwaaa…..hoenak tenaaaan….

Yogyakarta, 31 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Tukang Parkir Itu Orang Papua

7 Juni 2010

Dari wajahnya saya tahu tukang parkir itu orang Papua. Tapi kok bisa ngomong Jawa halus? Rupanya putra Kwamki Lama, Timika, itu sudah 8 tahun di Jogja. Satu dari sedikit orang Papua yang berhasil ‘mengembik di kandang kambing, mengaum di kandang harimau’.

Lulus S1 Tambang dan sedang mengmbil S2 Agrobisnis. Kupamiti dia: “Ko betul. Biar ko pu teman-teman konflik di Timika, tapi ko belajar dan tahu susahnya cari uang”.

(Apresiasi untuk saudaraku, Jackson Tabuni).

Yogyakarta, 31 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Lesehan Sego Wiwit

7 Juni 2010

Makan Lesehan ‘Sego Wiwit’, pinggir Selokan Mataram, Ring Road Barat, Jogja. Sesuai namanya, menu unggulannya sego (nasi) ‘wiwit’. Idenya adalah menyajikan makanan yang biasa disajikan ketika para petani memulai (wiwit) musim tanam padi. Tapi komposisi menunya sudah di-modif, menjadi: nasi, ayam kampung, ikan asin, bumbu kacang, trancam (sejenis urap) dan sambal. Sederhana tapi nuikmaaat polll…., dimakan di saung pinggir kolam.

(Seorang teman berkomentar bahwa ‘wiwit’ juga untuk menyebut pesta mulai panen)

Yogyakarta, 30 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Mengaji Kitab Yang Lain

7 Juni 2010

Agenda rutin mengaji Minggu pagi ini libur karena pak Kyai sedang umroh. Sebagai gantinya saya “mengaji” sendiri kitab yang lain, yaitu ‘al-nyuci mobil’. Ini sebenarnya agenda rutin juga, rutin setiap 2 bulan, selebihnya mengongkosi orang lain.

Eee.., lha kok malah sama ‘boss’ saya dibilang: “Tumben, wudelnya bolong….”.
Ya kujawab: “Murah kok. Cuma Rp 20 ribu ++” (Plus kopi plussss… sarapan enak, maksudnya…).

Yogyakarta, 30 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Vitamin U

7 Juni 2010

Ketika kutahu ‘boss’ saya mau belanja sayur, kuberi dia pesan: “Kalau beli sayur, pilihlah yang daunnya berlubang-lubang…”.
“Nanti ada ulatnya”, sanggahnya.
Nggak apa-apa, karena itu tanda bahwa kandungan residu obat kimianya rendah”. Agar lebih meyakinkan, kutegaskan: “Ulat juga ‘kan vitamin…”.
Lalu katanya sambil lalu: “Vitamin oppoo…?”.
Jawabku cepat sambil lalu juga: “Vitamin U…!”.

Yogyakarta, 29 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Menikmati Malam Purnama

7 Juni 2010

Malam ini, malam purnama
bumi masih basah sisa hujan
langit berawan tebal
siluet bulan bundar benar

Mengajak ibunya anak-anak duduk di ‘buk’ depan rumah
membangkitkan romantisme masa muda
bernostalgia cinta
mengenang saat-saat indah
membincang bangunan kemesraan

Eee, lha jebul ibunya anak-anak malah ngajak itung-itungan jualan tadi siang. Ampyuuun, ampyun… Dasar bakul! Suguhan kupy panas pun langsung tak tenggak saja…

Yogyakarta, 28 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Tetanggaku Pergi Umroh

7 Juni 2010

Tetangga sebelahku pergi umroh ke tanah suci. Tetangga yang lain pada nitip didoakan ini-itu macam-macam. Aku cuma mengingatkan: “Tolong jangan lupa berdoa agar kita diberi jalan keluar…, benar-benar jalan keluar bagi mobil kita agar tidak terganggu bangunan di pojok kampung itu…”

(Seperti pernah kuceritakan tentang pemilik tanah di pojok kampungku yang akan membangun rumah dan keukeuh tidak perduli kalau bangunan itu bisa mengganggu jalan mobil tetangganya)

Yogyakarta, 28 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Tetanggaku Aqiqah

7 Juni 2010

Tidak ada tetangga yang melahirkan, tapi semalam ada undangan aqiqah. Rupanya aqiqah bagi tuan rumah yang usianya sudah lebih 60 tahun! Menurut tradisinya, aqiqah dilakukan bagi seseorang setelah 40 hari meninggalnya. Surprise.., baru tahu aku!

Sekarang si empunya hajat menyadari bahwa tradisi itu salah. Maka buru-buru diubahnya dan lalu meng-aqiqah-kan diri, mumpung masih hidup. Inilah jenis “aji mumpung” yang bobot ibadahnya tinggi…

Yogyakarta, 28 Mei 2010
Yusuf Iskandar


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.