Setelah Tetes Terakhir

Tetes terakhir kopi Amungme dari Papua sudah berlalu. Pagi ini disusul dengan kopi Kupu-kupu Bola Dunia dari Bali. Kuat pahitnya, mantap kentalnya, halus bubuknya, terasa kafeinnya, dan… sensasi “theng”-nya itu terasa sekali. Perlu tambahan gula bagi yang tidak suka ‘kopi rasa jamu’…

Terima kasih untuk sahabat yang telah mengirim oleh-oleh kopi. Di atas secangkir kopi itu kulihat wajahmu… (Maka bagi yang ingin wajahnya juga kulihat, kirimlah kopi…)

Yogyakarta, 21 Juni 2010
Yusuf Iskandar

Kaitkata: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.