Musim kawin telah tiba. Seperti kebiasaan umumnya masyarakat Jawa memilih bulan Rajab sebagai waktu yang dipandang “pas” untuk hajatan… Minggu siang ini, menghadiri pesta pernikahan seorang pegawai (di sebuah desa di Berbah, Sleman, Jogja). Betapa bertolak-belakangnya dengan pesta pernikahan yang kuhadiri beberapa hari yll. di gedung megah.
Pelajarannya: Bagaimana menikmati sepiring nasi menu ndeso bukan sebagai asesori pesta, melainkan bagian dari ritual kesyukuran…
Yogyakarta, 21 Juni 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata: berbah, hajatan, musim kawin, rajab, sleman
25 Juni 2010 pukul 11:26:44 |
*hahahahamudah tradisi/kepercayaan tuh bang
mampir balik yah:
http://bang-somad.blogspot.com/
2 Juli 2010 pukul 13:16:47 |
Sudah sy kunjungi blognya. Cukup informatif. Lanjutkan dan jaga terus untuk di-update. Terima kasih – Slm