Sambil becanda seorang teman bertanya : “Kenapa pesawat tidak bisa mundur ya?”.
Jawabku asal-asalan : “Agar sopirnya tidak ugal-ugalan”. Maka setiap gerakan majunya harus selalu tepat dan akurat karena tidak ada kesempatan mundur selangkah pun kecuali saat menjelang terbang, itupun dimundurkan…
(Barangkali, seperti itulah ketika seseorang memutuskan untuk banting setir berwirausaha. Maju terus pantang mundur, dengan gerakan dan resiko yang terukur).
Yogyakarta, 2 Juni 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata: banting setir, pantang mundur, pesawat, wirausaha
25 Juni 2010 pukul 12:01:09 |
mungkin juga karena pesawat ga ada spionnya… hehe