Arsip untuk Mei, 2010

Menenggang Kekurangan Orang Lain

4 Mei 2010

Berbuat baik kepada orang lain? Sangat mudah, apalagi memperdaya…. Yang tidak mudah adalah menenggang kekurangan orang lain. Itulah “placement test” seseorang itu pantas duduk di kelas Beginner, Intermediate atau Advance. Ada peluang untuk meninggikan derajat dan meraih kebaikan yang lebih baik (setiap kali dijumpai kekurangan orang lain). Tapi fakta menunjukkan, kita sering gagal dalam hal ini, gagal sabar, gagal ikhlas. Maka jelaslah, kita termasuk kelas/derajat manusia seperti apa…

Yogyakarta, 3 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Soto Pak Gimin

4 Mei 2010

‘Boss’ saya mendadak kepingin nyoto ke warung Pak Gimin, Jl Bantul km 7,5 Jogja. Alasan memilih soto sapi ini karena dagingnya banyak, walau harga rada mahal, @Rp 10.000,- per mangkuk (tidak termsuk mangkuknya). Warungnya jelek, tidak nampak jelas dari jalan, papan namanya kusam. Tapi sayang, sepertinya sekarang taste-nya menurun, tidak seenak dulu, walau tetap woenak... Ini varian soto yang ‘silsilah’ ngelmu-nya kalau diurut-urut berujung ke soto Pak Soleh.

(Lokasi warung soto Pak Gimin, kira-kira di Jl. Bantul, Jogja, satu kilometer setelah pertigaan ke Kasongan. Sedangkan soto sapi Pak Soleh adalah salah satu jenis soto sapi yang sudah populer di Jogja)

Yogyakarta, 2 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Kalkulator Perempuan

4 Mei 2010

Tiba-tiba ‘boss’ saya menyodorkan kalkulator kuno cap tidak terkenal dan selembar nota belanja, minta dihitungkan diskon-diskonannya yang membuat kepalanya mau pecah. Sialnya, kalkulator ndeso-nya saya pencet-pencet angkanya suka ngaco.

Melihat saya mulai pencet-pencet dengan rasa kesal, ‘boss’ saya berucap: “Tidak bisa dikasarin…!”.
Kujawab: “Wooo, kalkulator wedok, koyo sing duwe… (kalkulator perempuan, kayak yang punya…)”.

(Bagi yang belum kenal, yang saya maksud dengan ‘boss’ adalah ibunya anak-anak…….)

Yogyakarta, 2 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Rapat Kampung

3 Mei 2010

Menghadiri rapat kampung di Jogja ini kudu panjang ususnya… Perlu waktu sejam untuk pengantar acara dan sambutan ini-itu. Ketika masuk pembahasan inti, setengah jam selesai. “Berdosa” saya kalau mengatakan bertele-tele atau tidak efektif, sebab yang jadi inti adalah guyub dan silaturrahimnya. Pantesan suguhan konsumsinya macam-macam, rupanya biar selama rapat tidak ada yang nganggur, alias biar terus nggayemi (mengunyah). Yang terakhir itu yang paling kusuka…

Yogyakarta, 1 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Ketika Anak Lanang Mendadak Sembuh

3 Mei 2010

Sehari kemarin anak lanang tumbang, kecapekan. Tidur mlungker, berselimut brukut, tak berkutik, suhu badan panas tinggi. Ibunya nyanyi terus karena sebelumnya dinasehati nggak nurut. Tapi toh merasa kasihan juga (ibu tea…), sampai malam-malam minta kakaknya beli obat turun panas.

Ee… lha kok malam ini tanpa ba-bi-bu mblandang kayak sapi sakit perut, naik motor ke alun-alun. “Sudah sembuh”, katanya. Piyeeee iki……

Yogyakarta, 1 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Semakin Panas Di Jogja

3 Mei 2010

Jogja panas sekali siang ini. Makin panas karena ditawari mengambil alih bisnis yang sedang berkembang yang harganya em-eman. Lebih panas lagi saat mengotak-atik bagaimana caranya agar bank mau meminjami uang dengan agunan bisnis itu sendiri, alias saya mau mengambil bisnisnya tapi sebagian besar resiko saya pindahkan ke bank…

Yang sudah-sudah kalau kepanasen begini obatnya ya ngopi, ngudut, njuk dipikir karo turu… (dipikir sambil tidur). Mayday! Mayday! Mayday..!

Yogyakarta, 1 Mei 2010
Yusuf Iskandar

Tentang Malam Purnama

2 Mei 2010

(1)

Langit Jogja bersih sekali
purnama datang terlambat di horizon timur
Batara Guru sedang duduk di antara dua sujud
dan rombongan bintang tujuh menjadi penanda di langit selatan

Listrik di kampungku mati
seperti sedang memberi kesempatan kepada rembulan menerangi bumi
dan gelapnya malam ini
suara santri mengaji ilmu sharaf mengalun bersahutan silih berganti…

(2)

Lamunanku, mengawang ke masa kecil di kampung kami
Teman-teman berkumpul dan bernyanyi
tembang dolanan ‘Padhang Mbulan’
yang kini hilang ditelan jaman

Yo prakanca dolanan ing njaba
padang mbulan padange kaya rino
rembulane sing awe-awe
ngelekake ojo podo turu sore…

(Yuk kawan bermain di luar
terang bulan terangnya seperti siang
rembulannya melambai-lambai
mengingatkan jangan tidur sore-sore)

(3)

Kubangunkan ibunya anak-anak dari tidurnya
kuundang untuk duduk di depan rumah
bersama menikmati, bermandi cahaya rembulan
listrik PLN (sialan) yang masih mati seperti harus disyukuri
karena ada terbangun kemesraan malam ini…

Tiba-tiba ibunya anak-anak komplain: “Kok banyak nyamuk sih?”.
“Itu karena kamu rasakan gigitannya. Coba jangan dirasakan, dicuekin aja”, jawabku.

Yogyakarta, 30 April 2010
Yusuf Iskandar

***

(4)

Langit bersih sekali malam ini
bintang bertaburan
sebentar lagi bulan kan datang menjelang
sayup-sayup terdengar di televisi
seorang biduan melagukan….

Yen ing tawang ono lintang, cah ayu
Rungokno tangising ati
Lintang2 ngiwi-iwi, cah ayu
Ngenteni mbulan ndadari…

(Ketika di langit ada bintang, kasihku
Dengarlah hati yang sedang menangis
Bintang-bintang melambai, kasihku
Menanti datangnya rembulan)

(5)

Dek semono (ketika itu)….

Wis ah, tidak usah diteruskan. Kasihan teman-teman yang malam ini sedang berada jauh dari mana-mana, jauh dari rumah, jauh dari keluarga, jauh dari kekasih hati, jauh dari sanak saudara. Nanti malah jadi…, nglangut (menerawang jauh…), njuk kelingan sing ora-ora (jadi ingat yang enggak-enggak…). Hiks

Selamat bermalam Minggu, dimanapun sampeyan berada.

Yogyakarta, 1 Mei 2010
Yusuf Iskandar

“Bus Pariwisata”

2 Mei 2010

“Bus Pariwisata” ini penumpangnya sampah, alias Gerobak Sampah

Yogyakarta, 30 April 2010
Yusuf Iskandar

Obsesi Timin

2 Mei 2010

Namanya Timin, 41 tahun, jual bakso keliling sejak umur 16 tahun. Sudah 25 tahun mendorong gerobak yang sama, jual bakso yang sama, keliling kampung yang sama. Hanya pelanggannya silih-berganti.

Bosan? “Ya gimana lagi?”, katanya.
Capek? “Sebenarnya iya, kepingin bisa menetap”, angannya.
Tuntutan hidup bersama istri dan dua anaknya semakin berat. Impiannya sederhana: “Tolong pak, carikan saya tempat untuk jualan. Hasilnya terserah bagaimana bapak saja…”. Trenyuh hatiku.

Yogyakarta, 30 April 2010
Yusuf Iskandar

Sidang DPR

2 Mei 2010

Menyaksikan siaran langsung sidang DPR dengan partner kerjanya akhir-akhir ini, entah kenapa yang membersit di otak saya kok bukan substansi topiknya. Melainkan… (nyuwun sewu tenan), anggota DPR sekarang kok galak-galak, terkadang keminter (sok pinter meski memang pinter), tapi sayang ‘kurang pinter’ berbantah dengan partnernya dengan cara yang baik, sopan, enak… (waja dilhum billati hiya akhsan).

Yogyakarta, 29 April 2010
Yusuf Iskandar


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.