Tiba-tiba ‘boss’ saya menyodorkan kalkulator kuno cap tidak terkenal dan selembar nota belanja, minta dihitungkan diskon-diskonannya yang membuat kepalanya mau pecah. Sialnya, kalkulator ndeso-nya saya pencet-pencet angkanya suka ngaco.
Melihat saya mulai pencet-pencet dengan rasa kesal, ‘boss’ saya berucap: “Tidak bisa dikasarin…!”.
Kujawab: “Wooo, kalkulator wedok, koyo sing duwe… (kalkulator perempuan, kayak yang punya…)”.
(Bagi yang belum kenal, yang saya maksud dengan ‘boss’ adalah ibunya anak-anak…….)
Yogyakarta, 2 Mei 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata: boss, diskon, kalkulator, nota belanja