Menghadiri rapat kampung di Jogja ini kudu panjang ususnya… Perlu waktu sejam untuk pengantar acara dan sambutan ini-itu. Ketika masuk pembahasan inti, setengah jam selesai. “Berdosa” saya kalau mengatakan bertele-tele atau tidak efektif, sebab yang jadi inti adalah guyub dan silaturrahimnya. Pantesan suguhan konsumsinya macam-macam, rupanya biar selama rapat tidak ada yang nganggur, alias biar terus nggayemi (mengunyah). Yang terakhir itu yang paling kusuka…
Yogyakarta, 1 Mei 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata: guyub, nganggur, nggayemi, rapat kampung