Tanpa alasan yang jelas, kekasihku duluuu… bangga menjadikan aku sebagai idola, panutan sekaligus GURU baginya. Hatiku berbunga-bunga.
“Tapi aku ragu…”, kataku.
“Memang knaffa?”, tanyanya mesra (namanya juga kekasih, nggak mungkinlah teriak-teriak kayak kernet bis antar kota sambil bergelantungan).
“Apa kamu siap kalau aku ke toilet buang air kecil?”, tanyaku.
“Siap apaan?”, tanyanya curiga.
“Sebagai MURID kamu harus siap-siap kencing sambil berlari…”
Yogyakarta, 6 April 2010
Yusuf Iskandar