Arsip untuk Maret, 2010
9 Maret 2010
Tatkala nunggu ‘boss’ nguthek-uthek tokonya lama sekali, hingga sore berganti malam. Akhirnya saya tinggal pergi ke warung angkringan terdekat. Beli nasi kucing 2 bungkus masing-masing dengan lauk oseng-oseng tempe dan teri puedasnya full + 1 gelas teh jahe panas, total Rp 3000,-. Eee…, malah pulangnya langsung mblandang tergopoh-gopoh ke belakang….. …(mau makan lagi maksudnya, soalnya tadi itu baru porsinya kucing…)
Yogyakarta, 8 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:angkringan, nasi kucing, oseng-oseng, teh jahe, warung
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | 1 Komentar »
9 Maret 2010
Guru nyopir putriku dibayar lebih sama istriku kok malah menolak, tidak mau. Kelebihannya dikembalikan. Lho, piye to iki?. “Nggak apa2, ini memang untuk bapak”, kata istriku. Dijawabnya: “Mboten, niki mawon sampun cekap (enggak, ini saja sudah cukup)”.
Ee… alah, Gusti.., Gusti.., maafkan mahlukMu ini… Sopir itu merasa sudah cukup dengan jumlah uang yang tidak seberapa, tapi aku sering merasa tidak cukup dengan jumlah uang yang jauh di atas seberapa itu…
Yogyakarta, 7 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:guru, gusti, nyopir, sopir
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
9 Maret 2010
Agar saya stop ngudut, istriku menyarankn: “Mbok coba diganti ngemut permen”. Saran penuh kasih itu pun kucoba turuti. Tapi ternyata, ngudut sambil ngemut permen itu kok malah lebih enak… Lalu kata istriku: “Lha kok malah borossss…”.
Maka solusi ‘bijaksana’ saya ajukan: “Kalau begitu biar tidak boros, permennya saya stop saja” (keukeuh we.., ceuk orang Sunda mah). Ibarat pesta diskon tapi harga dinaikkan lebih dulu. Dasar bakul…!.
Yogyakarta, 7 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:bakul, ngudut, permen, sunda
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
9 Maret 2010
Status saya di Facebook dua hari yll saya pindahkan ke Blog, dan (maksud hati) hendak memberinya judul “Mendoakan Istri”. Selesai saya upload, lalu iseng-iseng saya cek tampilan Blog saya. Oops…! Rupanya judul yang saya tulis adalah “Menduakan Istri”. Meski antara huruf ‘o’ dan ‘u’ hanya beda sedikit (kecuali itu, di keyboard mereka duduknya juga berdekatan sih…), secepat orang sakit perut yang sedang menuju jumbleng, Blog segera saya edit…
Yogyakarta, 7 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:blog, facebook, jumbleng, mendoakan, menduakan
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | 2 Komentar »
7 Maret 2010
Lagi enak-enak bersepeda pagi di kawasan Kotagede yang jalannya sempit, tiba-tiba HP berdering. Langsung mencari lokasi aman untuk menjawab tilpun. Mau dijawab di tepi jalan sambil nangkring di atas sepeda pasti berisik dengan lalulintas yang mulai ramai.
Suara seorang wanita di seberang sana: “Assalamualaikum, kok lama dijawabnya?”.
Kujawab: “Ssst, aku lagi cari pohon untuk berlindung”.
Lalu teriakan di seberang sana: “Waah.., kayak pembantu yang tilpun sembunyi2 takut sama majikannya..”
(Seorang rekan di Facebook complaint dengan penggunaan kata ‘pembantu’ dalam cerita di atas. Maka saya koreksi, kata ‘pembantu’ diganti dengan ‘pegawai/karyawan’…)
Yogyakarta, 5 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:bersepeda, kotagede, nangkring, pembantu
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
7 Maret 2010
Melihat ada sepeda motor membelok dan nyaris ditabrak taksi, istriku menggerundel: “Gimana sih itu?”.
“Apanya?”, tanyaku memastikan.
“Sepeda motor itu lho”, jawab istriku.
Maka aku pun berusaha menenteramkan kegundahan istriku: “Oo, lha wong kae jaran… (Lha wong itu kuda…)”.
Istriku tambah penasaran: “Kok jaran?”.
“Lha iya, wong nggak bisa menoleh ke kiri ke kanan…”, kataku
Yogyakarta, 6 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:jaran, kuda, sepeda motor, taksi
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
7 Maret 2010
Hari ini saya catat sebagai hari istimewa, menghadiri acara pengukuhan guru besar pertama Jurusan Teknik Pertambangan UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Ir. Dahono Haryanto, MSc, PhD. (akrab dipanggil Mas De). “Selamat Prof., kami bangga padamu…”
***
Hari ini di Jogja, saya bertemu kembali dengan dua dosen tua yang pernah menjadi pembimbing skripsiku, 22 tahun yll di Bandung, sungguh membersitkan rasa hormat yang tidak biasa. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya saya haturkan kepada dua orang sesepuh Jurusan Tambang ITB, Prof. Ambyo S. Mangunwijaya dan Prof. Partanto Prodjosumarto.
Meski saya ‘digembleng’ 8 bulan hingga lulus (jaman itu…hiks), itu adalah masa-masa ‘prihatin tapi indah’ yang menjadi bagian dari perjalanan hidup saya.
Yogyakarta, 6 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:ambyo mangunwijaya, dahono haryanto, ITB, partanto prodjosumarto, tambang, UPN "Veteran"
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
7 Maret 2010
Mau berangkat sholat Isya ke masjid, tidak biasanya istri saya sambil cengengesan berpesan : “Ojo lali, mendoakan istrinya…”. Nggak terima dikira tidak pernah mendoakan, sambil balas cengengesan pula, saya jawab: “Apalagi istri sendiri, sedang istri orang lain saja saya doakan…”.
(Tidak perlu buang-buang waktu untuk menganalisa, tentu saja semua teman/saudara/adik/kakak/ortu saya yang perempuan pastinya adalah istri orang lain, kecuali yang belum nikah…)
Yogyakarta, 5 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:cengengesan, istri, isya, mendoakan
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
5 Maret 2010
“Robohnya Koalisi Kami” (topik Metro Hari Ini). Saya suka dengan pilihan judulnya. Bukan mau bicara politik, itu porsi orang lain. Melainkan mengingatkan saya pada karya sastra monumental karya AA Navis yang berjudul “Robohnya Surau Kami”. Sebuah kumpulan cerpen yang terbit tahun 1956. ‘Koalisi’ tentu beda dengan ‘surau’, tapi sama-sama tempat untuk berjamaah, yang satu mentok kepentingan dunia dan yang satunya kepentingan dunia wal-akhirat.
Yogyakarta, 4 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:aa navis, cerpen, koalisi, metro hari ini, robohnya surau kami, sastra
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | 2 Komentar »
5 Maret 2010

Tengkleng (sejenis tongseng) kepala ayam, citarasanya beda.
(Saya temukan di sebuah warung kecil di kawasan Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Selain tengkleng, juga tersedia ayam rica-rica dan ikan bakar)
Yogyakarta, 4 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:kepala ayam, maguwoharjo, rica-rica, sleman, tengkleng, tongseng
Ditulis dalam > Adventure of MAKAN-MAKAN, INDONESIA | 2 Komentar »
5 Maret 2010
Maka sampailah pada saat-saat yang membahagiakan, yaitu hari gajian para pegawai toko. Saya ikut bahagia karena menurut daftarnya saya ikut menerima gaji sebagai ‘sopirintendant’ (dari kata dasar ‘sopir’). Hanya saja ‘boss’ saya suka kura-kura dalam perahu, gajiku dikonversi dalam bentuk lain. Yo wis, nurut saja, wong sama ‘boss’, daripada nanti gajiku dibatalkan malah sentresss wal-kelimpungan aku…
Seorang rekan memberi komentar di Facebook :
Lufi Rachmad – Bandung:
Setuju Mas, saat membagikan gaji kepada karyawan memang sangat membahagiakan… merasa digunakan sebagai kepanjangan tangan Allah berbagi rejeki dengan yang lain. Gimana kemajuan Maduredjo versi 2?
Catatan saya:
Puji Tuhan wal-hamdulillah, Madurejo v.2 (Bintaran Mart) masih merangkak maju….
Yogyakarta, 4 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:bintaran mart, gajian, konversi, madurejo, sopir
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
4 Maret 2010
Meski Opsi AC akhirnya dicoret karena ini opsinya pelawak yth (yang terhormat), semalam saya dan istri terpaksa keukeuh memilih Opsi AC. Kalau hanya milih Opsi A saja atau C saja jelas tidak menyelesaikan masalah. Lha uedan…, keringat bercucuran bagai hujan di musim kemarau, saking poanasnya hawa Jogja…
(Note : Opsi A, C atau AC adalah pilihan yang harus dipilih oleh anggota DPR-RI melalui mekanisme voting dalam sidang paripurna, terkait dengan penyelesaian kasus Bank Century yang sedang ditangani oleh Pansus. Opsi A: pemberian bail out dibenarkan, Opsi C: pemberian bail out ada kesalahan dan perlu diproses hokum, Opsi AC: hoa..ha..ha..panitia bingun…, untuk lucu-lucuan ‘kalee… ).
Yogyakarta, 4 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:AC, bail out, DPR, opsi, paripurna, pelawak, voting
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | 1 Komentar »
4 Maret 2010
Saya menemukan sebuah rumah makan model prasmanan, Rumah Makan ‘Taman’, di Janturan, Warung Boto, Jogja. Ini contoh cara cerdas memanfaatkan sebidng tanah. Sebentar lagi akan dikonversi jadi semacam food court berkonsep taman kuliner, menggandeng pedagang-pedagang menu spesial yang sudah kondang di Jogja, dengan sistem bagi hasil. Taste-nya oke, lebih dari harga yang harus dibayar. Keunggulannya, murah-meriah-renyah-dekat rumah…
Yogyakarta, 3 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:food court, janturan, kuliner, prasmanan, taman, warung boto
Ditulis dalam > Adventure of MAKAN-MAKAN, INDONESIA | 1 Komentar »
4 Maret 2010
Melihat sidang paripurna DPR-RI dua hari ini: “Suka’ deh!”. Pathing clemong… (sahut-menyahut menjadi satu, itulah Indonesia) dan pathing pecothot… (teriak-teriak bergembira, sudah bebas negeri kita, Indonesia merdeka).
Saya membayangkan kok tidak seberapa jauh beda dengan pertemuan RT (padahal pertemuan RT saja bisa lebih santun…). Atau, jangan-jangan saya saja yang kelewat suka membayang-bayangkan?
Yogyakarta, 3 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:clemong, DPR, paripurna, pecothot, RT, sidang
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | 1 Komentar »
4 Maret 2010
Akhir-akhir ini anak lanang sering pulang larut, tapi ortunya jarang diberitahu sedang dimana dan ngapain. Sekali waktu ditilpun sama ibunya agar segera pulang. Eh…, tidak pulang-pulang juga. Terpaksa bapaknya turun jari tangan (maksudnya, nulis SMS), bunyinya: “Boss, pindah rumah kah?” (waktu kecil dulu anak lanang ini suka dipanggil ‘boss’).
Tidak lama kemudian, uthuk, uthuk, uthuk….., anak lanang pulang. So? Sekali waktu improvisasi itu perlu…
Yogyakarta, 3 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:anak lanang, boss, improvisasi, sms
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | 1 Komentar »
3 Maret 2010
Beberapa kali saya benar-benar lupa menjalankan pesan istriku. Saking kesalnya istriku bilang begini: “Yang diingat-ingat itu ya apaaa…, paling cuma yang dibawa kemana-mana ituuu…” (emangnya mbah Surip). Mungkin maksudnya, SIM, KTP dan dompet kalau pas lagi ada isinya…
(Beberapa teman berkomentar di Facebook dengan menebak-nebak maksudnya. Tapi komentar terakhir saya adalah : “Hoa ha ha…, justru diperlukan pikiran bersih untuk dapat tertawa… Maaf”. Just joking…)
Yogyakarta, 2 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:dompet, facebook, istri, ktp, Mbah Surip, sim
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »
3 Maret 2010
Wooo… PLN kurang asem tenan! Pekerjaan belum sempat di-save je…, listriknya sudah dimatikan… Berarti lain kali strateginya harus saya ubah, pekerjaan dimatikan dulu baru listriknya di-save… [Judulnya: www.kudu-nesu.com].
(Menjelang tengah malam listrik PLN tiba-tiba mati untuk waktu yang cukup lama di wilayah Umbulharjo, Yogyakarta – Note : kudu nesu, bahasa Jawa berarti : ingin marah)
Yogyakarta, 2 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:listrik, nesu, PLN, umbulharjo, yogyakarta
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | 1 Komentar »
3 Maret 2010
Seorang teman bertanya, di usia nyaris gocap kok masih mampu (+ nekat) mendaki gunung: “Olahraganya apa pak?”. Jawabku: “Sholat”.
Maka bagi orang muslim pemalas olahraga dan belum punya alasan untuk apa sholat, coba lakukan sholat dan niatkan untuk olahraga. Setelah bisa menikmati setiap gerakan jungkar-jungkir dari ‘olahraga’ itu, ubahlah niatnya menjadi beribadah kepada Allah. Itulah jalur alternatif mudik ketika jalur utama macet.
Beberapa komentar di Facebook :
Slamet Abu Farros - Yogyakarta:
Sholat sama olahraga dalilnya beda lho om
Catatan saya:
Kang Slamet: Sampeyan 100% benar. Ini memang bahasanya ‘tukang kompor’. Jangn lalu disimpulkan “aku sudah sholat jadi nggak perlu olahraga”, atau “aku mau olahraga dulu sajalah, sholatnya nanti saja”…
Untuk mendaki gunung saya pun perlu persiapan fisik yang luar biasa, meski sudah sholat
***
‘Olahraga’ sholat..? Yang wajib 17 rakaat. Yang sunnah (katakanlah) 23 rakaat (rawatib/tahajud/witir/dhuha) & asumsikan hanya bisa 35%-nya. Bulatkan total rata-ata 25 rakaat/hari.
Bayangkan, ‘jungkar-jungkir-gedebug’ 25 kali tiap hari, pagi-siang-sore-malam. Rasakan dan nikmati sensasi tiap gerakan persendian dan posisinya, bernafas dengan santai. Wow, …garansi! Tidak terbukti, sholatlah kembali. Atau kalau mau, boleh juga minta disholati…
Beberapa komentar di Facebook :
Rita Punto – Jakarta:
Nggak bisa dibayangkan pak.. Buktinya banyak kok yang bela-belain mangkir dari keasyikkan ini..
Lelly Iriantho – Bandung:
Jangankan yang sunnat yang wajib aja sering ditinggal pa ?
Bambang Sidharta – Riau:
Saatnya beranjak ke pemahaman lebih tinggi, tidak hanya ibadah dengan gerakan fisik/ritual belaka (maklum banyak dugaan nabi yang shalat dan puasa yang didapat hanya letih dan lelah saja).. Beranjak ke ibadah dengan menggunakan hati, kesadaran jiwa, kesadaran ruh dan terus meningkat.. Shalat sebagaimana Nabi shalat bisa ditiru, namun kondisi hati dan bathin nabi dalam ibadahnya yang belum bisa ditiru ummat..
Catatan saya:
Very good discussion. Tentu saja status saya ini jangan lalu diterjemahkn secara harafiah, melainkan “sholatlah, maka kalian akan sehat (jasmani-wal-rohani)”. Hayuuuk…
Yogyakarta, 2 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:facebook, mudik, olahraga, rakaat, sholat, sunnah, wajib
Ditulis dalam > Seputar YOGYAKARTA, INDONESIA | 6 Komentar »
3 Maret 2010
Ndilalah, di Terminal 3 Cengkareng ketemu teman yang sedang dalam perjalanan pulang dari kebun. Sekian hektar kebun sawit dan karetnya ada di Jambi, sehingga kalau pergi ke kebun lalu pulang ke rumahnya di Jogja harus naik pesawat. Katanya: “Saya sudah telanjur menyenangi dan menikmati ngurus kebun…”. Ya, bisa menyenangi dan menikmati, memang itulah kata kuncinya, sehingga ijazah sarjana tambangnya pun ikhlas dimuseumkan sekedar sebagai memorabilia.
(Salam hormat dan apresiasi untuk rekan Suharyono, alumni Tambang UPN “Veteran” Yogyakarta)
Jakarta, 1 Maret 2010
Yusuf Iskandar
Kaitkata:jambi, karet, memorabilia, sarjana tambang, sawit, terminal 3
Ditulis dalam > Seputar PERJALANAN UDARA, INDONESIA | Tinggalkan sebuah Komentar »